Gelar Munas, PMI Daerah Minta AD ART PMI Dibahas

Minggu, 08 Desember 2024 - 17:49 WIB
loading...
Gelar Munas, PMI Daerah...
Munas XXII Palang Merah Indonesia (PMI) 2024 digelar hari ini di Jakarta, Minggu (8/12/2024). Munas ini diagendakan memilih Ketua Umum PMI Pusat. Foto/Ist
A A A
JAKARTA - Musyawarah Nasional (Munas) XXII Palang Merah Indonesia (PMI) 2024 digelar hari ini di Jakarta, Minggu (8/12/2024). Munas ini diagendakan memilih Ketua Umum PMI Pusat.

Relawan PMI, Tan Seri Syahril Abu Bakar berharap Munas XXII PMI Pusat dapat menjadi momentum perubahan.

Baca juga: PMI Dukung Kemandirian Fraksinasi Plasma

Menurutnya, PMI harus mengacu Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2018 tentang Palang Merah, yaitu mengevaluasi Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) PMI Pusat.

"Ada satu PR besar buat PMI. Semua ya, ini secara nasional. Bahwa kita wajib menyesuaikan dengan Undang-undang Nomor 1 Tahun 2018 tentang Kepalang Merahan. Ini sudah hampir 5 tahun sampai hari ini belum dilaksanakan perubahan-perubahan atau penyelesaian lah ya. Karena posisi undang-undang kan jauh lebih tinggi daripada AD/ARTPM," tegas Syahril Abu Bakar di Jakarta, Minggu (8/12/2024).



Mantan Ketua PMI Riau tersebut mengatakan, perubahan AD/ART harus dilakukan di Munas yang merupakan forum tertinggi.

Munas, kata dia, akan mengevaluasi, apakah sesuai dengan UU dan atau perkembangan zaman. Syahril mengaku mendapatkan informasi bahwa munas kali ini tidak akan merubahnya.

Baca juga: Stok Menipis, PMI Ajak Masyarakat Donor Darah

"Ini kesempatan mengevaluasi AD/ART yang forumnya itu adalah Munas kita akan bahas. Ternyata ada rumor yang beredar Munas kali ini tidak lagi membicarakan soal AD/RT dianggap sudah final. Ini yang saya anggap keliru. Karena menentukan ada atau tidak adanya perubahan terhadap AD/RT itu forumnya Munas," ujarnya.

"Bukan Rapim, dan bukan musyarah kerja atau forum apa pun namanya tetapi sesuai dengan perintah AD/ART salah satu tugas Munas adalah menilai dan mengevaluasi AD/ART itu apakah sudah sesuai dengan perkembangan zaman apakah ada yang perlu diperbaiki atau ditambah atau disempurnakan itulah intinya," kata Ketua PMI Riau periode 2014 -2024 tersebut.

Pihaknya optimistis dalam munas ini akan memunculkan figur baru untuk bertarung dalam posisi tertinggi PMI. Ide untuk mewujudkan PMI menjadi besar diperbolehkan, karena sangat berguna bagi masyarakat.

"Begitu saya pahami selama 10 tahun saya menjadi ketua PMI itu, ini adalah ajang terbuka bagi kita untuk memunculkan figur-figur barukah atau tetap mempertahankan figur yang lama itu kan sah-sah saja. Namanya forum Munas. Saya sangat sayangkan mengapa tidak boleh berbeda pikiran kita di Palang Merah gitu," ujarnya.

Ketua PMI Riau 2 periode itu menyebut, setiap pemimpin ada zamannya dan ada masanya. Kini mengemuka figur Agung Laksono, yang telah memenuhi syarat AD/ART PMI, berpengalaman dan sosok yang sangat dikenal oleh masyarakat.

Ia mengaku, Agung Laksono telah didukung oleh lebih dari 20% pemilik suara di Munas PMI 2024.

"Sampai malam tadi, didukung lebih dari 20% sudah memeunuhi syarat. tidak ada alasan untuk munas tolak beliau," tambah Syahril

Selain itu, Syahril berharap, kolaborasi Agung-Jusuf Kalla (JK) adalah suatu kombinasi yang baik untuk mewujudkan PMI yang lebih baik.

"Kombinasi Agung-JK, kombinasi yang baik. Kalau bisa dikompromikan. Ya, saya kira teman-teman dimunas lah nanti yang bisa memutuskan. Karena kewenangan tertinggi itu kan ada di munas. Kawan-kawan peserta munas. Kalau Mas Agung ini tidak ada yang ragu-ragu. Kapasitasnya, kemampuannya dengan Pak JK itu beda-beda tipis," ujarnya.

"Mereka berdua ini sama-sama selalu duduk di pemerintahan, sama-sama pemegang organisasi kemasrakatan, sama-sama pernah menjadi ketua parpol. Orang-orang yang sudah paripurna lah. Kombinasi Pak JK dengan Mas Agung ini untuk memimpin PMI itu semakin bagus," sambung Syahril.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Semangat Hari Kebangkitan...
Semangat Hari Kebangkitan Nasional, Pemuda Jakarta Bersatu Kawal Program Strategis Pemerintah
Putusan MK soal Jakarta...
Putusan MK soal Jakarta Ibu Kota Negara, DPR: Proyek IKN Tetap Jalan, tapi Harus Lebih Realistis
MK Tegaskan Jakarta...
MK Tegaskan Jakarta Masih Ibu Kota Negara, Anies Baswedan Buka Suara
Putusan MK soal Jakarta...
Putusan MK soal Jakarta Tetap Ibu Kota, Komisi II DPR Sebut Tak Perlu Dorong Prabowo Terbitkan Keppres IKN
Gugatan UU IKN Ditolak...
Gugatan UU IKN Ditolak MK Pertegas Ibu Kota Negara Tetap Jakarta
Usai Bertemu Dubes Iran,...
Usai Bertemu Dubes Iran, JK: PMI Kirim Obat-obatan ke Warga Iran Terdampak Serangan AS-Israel
Ribuan Masyarakat Antusias...
Ribuan Masyarakat Antusias Ikuti Breakfast Jakarta Bersih di Kemendikdasmen
Sinergi Pemprov DKI...
Sinergi Pemprov DKI dan BI, Inflasi Jakarta Melandai pada Mei
Saksi Mata Ungkap Detik-detik...
Saksi Mata Ungkap Detik-detik Kebakaran Pasar Jiung Kemayoran
Rekomendasi
Pembuktian Irish Bella...
Pembuktian Irish Bella jadi Produser di Film Horor Dosa, Tayang 11 Juni
24 Negara Pembeli Minyak...
24 Negara Pembeli Minyak Terbesar AS, Cek Posisi Indonesia
Tarif Transjabodetabek...
Tarif Transjabodetabek Blok M-Bandara Soetta Disesuaikan, Pramono: Naik Transportasi Lain di Atas Rp100 Ribu
Berita Terkini
Hery Susanto Diberhentikan...
Hery Susanto Diberhentikan Tidak Hormat dari Ketua Ombudsman, Mensesneg: Nanti Kita Tindak Lanjuti
Jadi Penasihat Presiden,...
Jadi Penasihat Presiden, Said Iqbal Siap Perjuangkan Kepastian Kerja dan Upah Layak
Eks Ketua Ombudsman...
Eks Ketua Ombudsman Hery Susanto Segera Disidang
Usia Pensiun Personel...
Usia Pensiun Personel Polri Tidak Sama, Ini Penjelasan Pemerintah
Perjuangkan Nasib Dokter...
Perjuangkan Nasib Dokter Muda, PDMI Minta Pemerintah Buka Kembali Akses Ujian Kompetensi
OTT di Muara Enim dan...
OTT di Muara Enim dan Jakarta, KPK Sita Uang Ratusan Juta
Infografis
Ancaman Perang Kian...
Ancaman Perang Kian Nyata, 8 Negara Minta Warganya Tinggalkan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved