DPR Desak Polri Evaluasi Kapolrestabes Semarang Buntut Polisi Tembak Gamma Paskibra
Jum'at, 29 November 2024 - 15:48 WIB
loading...
Ketua Komisi III DPR Habiburokhman mendukung desakan masyarakat yang meminta evaluasi Kapolrestabes Semarang Kombes Irwan Anwar buntut insiden polisi tembak anggota Paskibra Gamma Rizkynata Oktafandy (17) hingga tewas. Foto: SINDOnews/Achmad Al Fiqri
A
A
A
JAKARTA - Ketua Komisi III DPR Habiburokhman mendukung desakan masyarakat yang meminta evaluasi Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Irwan Anwar buntut insiden polisi tembak anggota Paskibra Gamma Rizkynata Oktafandy (17) hingga tewas. Dukungan itu semakin bulat setelah panggilan telepon Habiburokhman diabaikan Kombes Irwan.
"Banyak sekali masyarakat mengatakan Kapolresnya perlu mendapatkan evaluasi khusus. Kami sependapat juga ya karena Kapolresnya ini setelah kejadian saya telepon saja tidak angkat," ujar Habiburokhman di ruangan Komisi III DPR, Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (29/11/2024).
Baca juga: Polisi Bongkar Makam Gamma Paskibra yang Tewas Ditembak Oknum Polisi di Semarang
Sebagai pengawas sekaligus mitra Polri, dia mempertanyakan sikap Irwan Anwar yang tak mengangkat teleponnya pascakejadian anggota Paskibra tewas. Padahal, dia bermaksud ingin mendapat informasi perihal peristiwa yang merenggut siswa SMKN 4 Semarang itu.
Sebelumnya, Kombes Irwan menyebut korban terlibat kelompok gangster bernama Tanggul Pojok pada Minggu (24/11/2024). Korban terlibat tawuran dengan geng Seroja di Semarang Barat.
"Banyak sekali masyarakat mengatakan Kapolresnya perlu mendapatkan evaluasi khusus. Kami sependapat juga ya karena Kapolresnya ini setelah kejadian saya telepon saja tidak angkat," ujar Habiburokhman di ruangan Komisi III DPR, Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (29/11/2024).
Baca juga: Polisi Bongkar Makam Gamma Paskibra yang Tewas Ditembak Oknum Polisi di Semarang
Sebagai pengawas sekaligus mitra Polri, dia mempertanyakan sikap Irwan Anwar yang tak mengangkat teleponnya pascakejadian anggota Paskibra tewas. Padahal, dia bermaksud ingin mendapat informasi perihal peristiwa yang merenggut siswa SMKN 4 Semarang itu.
Sebelumnya, Kombes Irwan menyebut korban terlibat kelompok gangster bernama Tanggul Pojok pada Minggu (24/11/2024). Korban terlibat tawuran dengan geng Seroja di Semarang Barat.
Lihat Juga :