Pakar Sebut Budidaya Tuna Solusi untuk Atasi Kelangkaan
Selasa, 26 November 2024 - 20:09 WIB
loading...
A
A
A
Dia juga menekankan pentingnya mendatangkan ahli dari luar negeri untuk transfer teknologi, dengan catatan bahwa kajian teknis dan adaptasi terhadap kondisi lokal harus diperhatikan.
Jika budidaya tuna berhasil, dampaknya akan signifikan bagi pelaku usaha dan ekonomi nasional. Proyek ini dapat menciptakan peluang baru di sektor perikanan, menarik investasi, dan meningkatkan daya saing Indonesia di pasar global.
“Jika ini berhasil, manfaatnya akan datang dengan sendirinya. Ini akan membawa kebanggaan bagi kita semua di sektor perikanan. Pelaku usaha pasti akan melirik peluang ini, apalagi jika pemerintah bisa membuktikan keberhasilannya,” ujar Sekretaris Umum Kesatuan Pelaut dan Pekerja Perikanan Bali tersebut.
Sebelumnya, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengambil langkah strategis untuk meningkatkan pengelolaan ikan tuna sebagai komoditas utama perikanan nasional. Melalui inovasi teknologi budidaya tuna (tuna farming), pemerintah bertujuan untuk memastikan keberlanjutan sumber daya laut sekaligus meningkatkan kesejahteraan nelayan dan masyarakat pesisir.
Salah satu terobosan yang sedang diuji coba adalah teknologi budidaya tuna di keramba jaring apung, yang telah sukses diterapkan di negara seperti Turki. Model ini melibatkan penangkapan tuna kecil di alam untuk kemudian dibesarkan hingga ukuran matang di keramba apung.
Uji coba dilakukan di Zona 02 yang mencakup WPPNRI 716 dan 717, dengan pusat di Biak. Teknologi ini tidak hanya akan membantu menjaga keberlanjutan stok tuna di alam, tetapi juga memberikan penghasilan yang lebih stabil bagi nelayan tradisional, yang dapat berperan sebagai penyedia tuna kecil atau tenaga kerja dalam pengelolaan keramba
Jika budidaya tuna berhasil, dampaknya akan signifikan bagi pelaku usaha dan ekonomi nasional. Proyek ini dapat menciptakan peluang baru di sektor perikanan, menarik investasi, dan meningkatkan daya saing Indonesia di pasar global.
“Jika ini berhasil, manfaatnya akan datang dengan sendirinya. Ini akan membawa kebanggaan bagi kita semua di sektor perikanan. Pelaku usaha pasti akan melirik peluang ini, apalagi jika pemerintah bisa membuktikan keberhasilannya,” ujar Sekretaris Umum Kesatuan Pelaut dan Pekerja Perikanan Bali tersebut.
Sebelumnya, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengambil langkah strategis untuk meningkatkan pengelolaan ikan tuna sebagai komoditas utama perikanan nasional. Melalui inovasi teknologi budidaya tuna (tuna farming), pemerintah bertujuan untuk memastikan keberlanjutan sumber daya laut sekaligus meningkatkan kesejahteraan nelayan dan masyarakat pesisir.
Salah satu terobosan yang sedang diuji coba adalah teknologi budidaya tuna di keramba jaring apung, yang telah sukses diterapkan di negara seperti Turki. Model ini melibatkan penangkapan tuna kecil di alam untuk kemudian dibesarkan hingga ukuran matang di keramba apung.
Uji coba dilakukan di Zona 02 yang mencakup WPPNRI 716 dan 717, dengan pusat di Biak. Teknologi ini tidak hanya akan membantu menjaga keberlanjutan stok tuna di alam, tetapi juga memberikan penghasilan yang lebih stabil bagi nelayan tradisional, yang dapat berperan sebagai penyedia tuna kecil atau tenaga kerja dalam pengelolaan keramba
(cip)
Lihat Juga :