Kekompakan TNI-Polri Ungkap Insiden Mapolres Ciracas Modal Pembenahan Kedua Institusi
Minggu, 30 Agustus 2020 - 17:41 WIB
loading...
Langkah cepat Pangdam Jaya dan Kapolda Metro Jaya dalam mengungkap para pelaku penyerangan Mapolsek Ciracas, Jakarta Timur pada Sabtu (29/8) dini hari kemarin mendapatkan apresiasi dari banyak pihak. Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Langkah cepat Pangdam Jaya dan Kapolda Metro Jaya dalam mengungkap para pelaku penyerangan Mapolsek Ciracas, Jakarta Timur pada Sabtu (29/8) dini hari kemarin mendapatkan apresiasi dari banyak pihak. Bahkan, kekompakan keduanya dinilai bisa menjadi modal untuk pembenahan institusi TNI-Polri ke depannya.
“Langkah Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman dan Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana yang cepat mengungkap pelaku peristiwa pengerusakan Polsek Ciracas bisa diartikan bahwa kedua pimpinan institusi ini mempunyai komitment yang sama sekaligus menjawab keraguan publik terhadap upaya hukum dikasus ini,” ujar Sekertaris Wilayah Perhimpunan Bantuan Hukum dan HAM DKI Jakarta, Muhamad Ridwan Ristomoyo kepada wartawan, Minggu (30/8/2020). (Baca juga: Panglima TNI Pastikan Prada MI Alami Kecelakaan Tunggal Bukan
Ridwan berharap, agar langkah hukum yang dilakukan terhadap para oknum TNI pelaku pengerusakan bisa memberikan efek jera. Tentu proses hukumnya harus dilakukan secara profesional dan adil.
“Proses hukum terhadap para oknum TNI harus profesional dan memberikan efek jera agar kejadian serupa tidak terulang lagi dikemudian hari. Masyarakat cukup berharap sinergitas TNI dan Polri bukan hanya sebatas jargon,” jelasnya.
Menurut Ridwan, insiden pengrusakan Polsek Ciracas merupakan momentum untuk Pangdam Jaya melakukan pembenahan organisasi TNI di wilayahnya. Terlebih, Mayjen Dudung juga memiliki pengalaman dalam mengelola pendidikan militer.
“Langkah Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman dan Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana yang cepat mengungkap pelaku peristiwa pengerusakan Polsek Ciracas bisa diartikan bahwa kedua pimpinan institusi ini mempunyai komitment yang sama sekaligus menjawab keraguan publik terhadap upaya hukum dikasus ini,” ujar Sekertaris Wilayah Perhimpunan Bantuan Hukum dan HAM DKI Jakarta, Muhamad Ridwan Ristomoyo kepada wartawan, Minggu (30/8/2020). (Baca juga: Panglima TNI Pastikan Prada MI Alami Kecelakaan Tunggal Bukan
Ridwan berharap, agar langkah hukum yang dilakukan terhadap para oknum TNI pelaku pengerusakan bisa memberikan efek jera. Tentu proses hukumnya harus dilakukan secara profesional dan adil.
“Proses hukum terhadap para oknum TNI harus profesional dan memberikan efek jera agar kejadian serupa tidak terulang lagi dikemudian hari. Masyarakat cukup berharap sinergitas TNI dan Polri bukan hanya sebatas jargon,” jelasnya.
Menurut Ridwan, insiden pengrusakan Polsek Ciracas merupakan momentum untuk Pangdam Jaya melakukan pembenahan organisasi TNI di wilayahnya. Terlebih, Mayjen Dudung juga memiliki pengalaman dalam mengelola pendidikan militer.
Lihat Juga :