Turki Tegas Tolak Bangkitkan Khilafah Islam, AKP: Propaganda Itu Sabotase Politik
Minggu, 30 Agustus 2020 - 07:00 WIB
loading...
A
A
A
Ahli politik Vedi R Hadiz menyebut visi politik Islam dan ekonomi Erbakan tertutup. "Erbakan jauh lebih tidak condong pada kapitalisme global dan memiliki visi ekonomi yang lebih diarahkan pada perlindungan produsen dan pedagang komunitas kecil yang tertindas," ujarnya.
Karena itu, Erbakan mendirikan D-8 yang menghimpun negara-negara muslim berkembang termasuk Indonesia untuk menciptakan visi komunitas muslimnya. Agenda politik Islam Erbakan ramai diperbincangkan elite, tetapi relatif tidak membumi di masyarakat.
Sementara politik Islam Erdogan menghendaki keterbukaan politik dan ekonomi. Dari sisi pluralisme, di kampanye-kampanye politiknya Erdogan menyuarakan persamaan hak dan menjunjung demokrasi.
Di sisi ekonomi, kebijakan Erdogan merangkul para kaum borjuasi muslim Anatolia dan mengoneksikannya dengan kapitalisme global. Namun, di sisi lain dia mampu menyamakan kepentingan mereka dengan kebutuhan kelas menengah dan kalangan akar rumput Turki melalui aksi-aksi filantropi.
Menurut pengamat politik Turki Ihsan Daği keberhasilan mengemas politik Islam yang terbuka dan membentuk aliansi kepentingan antar kelas itu yang menaikkan popularitas AKP. "Inilah yang menyebabkan kebangkitan popularitas Erdogan," ujar dia.
Karena itu, propoganda khilafah yang menghendaki politik Islam yang tertutup tidak sesuai dengan agenda politik AKP. Dengan visi dan akselerasi politiknya, Erdogan sejak 17 tahun lalu hingga saat ini berhasil mempertahankan kedudukannya di pentas politik Turki.
Karena itu, Erbakan mendirikan D-8 yang menghimpun negara-negara muslim berkembang termasuk Indonesia untuk menciptakan visi komunitas muslimnya. Agenda politik Islam Erbakan ramai diperbincangkan elite, tetapi relatif tidak membumi di masyarakat.
Sementara politik Islam Erdogan menghendaki keterbukaan politik dan ekonomi. Dari sisi pluralisme, di kampanye-kampanye politiknya Erdogan menyuarakan persamaan hak dan menjunjung demokrasi.
Di sisi ekonomi, kebijakan Erdogan merangkul para kaum borjuasi muslim Anatolia dan mengoneksikannya dengan kapitalisme global. Namun, di sisi lain dia mampu menyamakan kepentingan mereka dengan kebutuhan kelas menengah dan kalangan akar rumput Turki melalui aksi-aksi filantropi.
Menurut pengamat politik Turki Ihsan Daği keberhasilan mengemas politik Islam yang terbuka dan membentuk aliansi kepentingan antar kelas itu yang menaikkan popularitas AKP. "Inilah yang menyebabkan kebangkitan popularitas Erdogan," ujar dia.
Karena itu, propoganda khilafah yang menghendaki politik Islam yang tertutup tidak sesuai dengan agenda politik AKP. Dengan visi dan akselerasi politiknya, Erdogan sejak 17 tahun lalu hingga saat ini berhasil mempertahankan kedudukannya di pentas politik Turki.
(nbs)
Lihat Juga :