Detik-detik Keberanian Kapal Bakamla Usir Kapal China Coast Guard di Natuna Utara
Sabtu, 26 Oktober 2024 - 20:43 WIB
loading...
Kapal Bakamla, KN Pulau Dana-323 terus mendekati Kapal China Coast Guard-5402 hingga mereka meninggalkan perairan Laut Natuna Utara. Foto/istimewa
A
A
A
JAKARTA - Kapal Badan Keamanan Laut ( Bakamla ) KN Pulau Dana-323 melakukan tindakan berani mengusir Kapal China Coast Guard-5402 (CCG - 5402) yang memasuki wilayah yurisdiksi Indonesia di Laut Natuna Utara pada Rabu, 25 Oktober 2024. Pasukan China Coast Guard berteriak-teriak lewat radio agar kapal Bakamla tidak terus mendekati kapalnya hingga mereka memutuskan kabur meningglkan Laut Natuna Utara.
Dalam satu minggu lalu, kita ketahui bersama bahwa kapal CCG-5402 tercatat dua kali telah memasuki dan mengklaim sebagian Landas Kontinen Indonesia di Laut Natuna Utara sebagai wilayah yurisdiksinya. Mereka bahkan telah mengganggu kegiatan survei dan pengolahan data Seismik 3D Arwana yang sedang dilaksanakan oleh PT. Pertamina East Natuna menggunakan kapal MV Geo Coral.
Kapal CCG-5402 mengaku keberadaan mereka sedang melaksanakan patroli di wilayah yurisdiksi China. Hal ini diketahui dari komunikasi radio yang terjalin antara CCG - 5402 dengan KN Pulau Dana - 323 yang terus mendekati dan membayanginya. Dalam komunikasi radio tersebut mereka mengatakan
Baca juga: Bakamla Kembali Sigap Intercept Kapal Coast Guard China di Natuna Utara
“Di sini kapal patroli China Coast Guard - 5402 yang sedang patroli di wilayah laut Tiongkok". Selanjutnya mereka juga menyampaikan agar KN Pulau Dana-323 Indonesia Coast Guard (Bakamla RI) tidak terlalu dekat, untuk menjaga keselamatan dalam pelayaran,” ujar mereka dengan suara tinggi berkali-kali.
Namun hal tersebut tidak dihiraukan oleh KN Pulau Dana-323 yang bekerja sama dengan Kapal Patroli TNI AL KRI Sutedi Senaputra - 378 dan KRI Bontang – 907. Kapal Bakamla RI dan kapal TNI AL terus mendekati kapal China. Akibat keberanian kapal Bakamla RI tersebut, kapal China memutuskan untuk meninggalkan perairan Laut Natuna Utara.
Baca juga: China Usik Laut Natuna Utara Indonesia, Ujian Pertama bagi Prabowo
Dalam satu minggu lalu, kita ketahui bersama bahwa kapal CCG-5402 tercatat dua kali telah memasuki dan mengklaim sebagian Landas Kontinen Indonesia di Laut Natuna Utara sebagai wilayah yurisdiksinya. Mereka bahkan telah mengganggu kegiatan survei dan pengolahan data Seismik 3D Arwana yang sedang dilaksanakan oleh PT. Pertamina East Natuna menggunakan kapal MV Geo Coral.
Kapal CCG-5402 mengaku keberadaan mereka sedang melaksanakan patroli di wilayah yurisdiksi China. Hal ini diketahui dari komunikasi radio yang terjalin antara CCG - 5402 dengan KN Pulau Dana - 323 yang terus mendekati dan membayanginya. Dalam komunikasi radio tersebut mereka mengatakan
Baca juga: Bakamla Kembali Sigap Intercept Kapal Coast Guard China di Natuna Utara
“Di sini kapal patroli China Coast Guard - 5402 yang sedang patroli di wilayah laut Tiongkok". Selanjutnya mereka juga menyampaikan agar KN Pulau Dana-323 Indonesia Coast Guard (Bakamla RI) tidak terlalu dekat, untuk menjaga keselamatan dalam pelayaran,” ujar mereka dengan suara tinggi berkali-kali.
Namun hal tersebut tidak dihiraukan oleh KN Pulau Dana-323 yang bekerja sama dengan Kapal Patroli TNI AL KRI Sutedi Senaputra - 378 dan KRI Bontang – 907. Kapal Bakamla RI dan kapal TNI AL terus mendekati kapal China. Akibat keberanian kapal Bakamla RI tersebut, kapal China memutuskan untuk meninggalkan perairan Laut Natuna Utara.
Baca juga: China Usik Laut Natuna Utara Indonesia, Ujian Pertama bagi Prabowo
Lihat Juga :