Pemerintahan Prabowo-Gibran Diyakini Mampu Memberantas Korupsi
Jum'at, 25 Oktober 2024 - 10:04 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: 7 Perwira Tinggi Naik Pangkat Bintang 2 Usai Dimutasi Panglima TNI, Ini Nama-namanya
Menyimak dinamika sosial politik yang berkembang pascaterbentuknya Kabinet Merah Putih yang diumumkan pada 21 Oktober 2024, banyak kalangan beranggapan Presiden Prabowo Subianto akan menghadapi tantangan yang cukup berat, mengingat kekhawatiran masyarakat akan bagi-bagi kekuasaan atau politik akomodatif partai pendukung pemerintah melalui menteri-menteri kabinet Prabowo-Gibran.
“Kalau kami di DPP NCW tidak terlalu khawatir dengan politik akomodatif yang dilakukan Presiden Prabowo saat ini, karena kami memiliki keyakinan Prabowo Subianto yang saat ini menjabat sebagai Presiden RI ke-8 telah kembali menjadi dirinya sendiri alias tidak akan tunduk pada perintah orang, kelompok atau partai tertentu,” tandas Hanif.
DPP NCW melihat Prabowo sangat optimistis bisa menekan korupsi dan turunannya. Jenderal Kopassus ini mulai memerlihatkan jati dirinya yang tidak bisa diintervensi atau dipengaruhi oleh siapa pun terkait hak prerogatifnya sebagai presiden.
Hal ini secara gamblang terlihat pada saat penetapan menteri-menteri di Kabinet Merah Putih, terobosan besar Prabowo terlihat pada saat mengangkat Mayor TNI Teddy Indra Wijaya sebagai Sekretaris Kabinet yang di luar prediksi banyak pihak termasuk partai Koalisi Indonesia Maju Plus.
“Kami dapat meraba ada keseriusan Presiden Prabowo Subianto memberantas korupsi yang merupakan kejahatan luar biasa (extraordinary crime) yang dapat menghancurkan bangsa dan negara kita. Kita harus optimistis dan berikan kesempatan beliau mengembalikan kepercayaan publik terhadap lembaga penegak hukum: kepolisian, kejaksaan, terutama KPK,” papar Hanif.
Menyimak dinamika sosial politik yang berkembang pascaterbentuknya Kabinet Merah Putih yang diumumkan pada 21 Oktober 2024, banyak kalangan beranggapan Presiden Prabowo Subianto akan menghadapi tantangan yang cukup berat, mengingat kekhawatiran masyarakat akan bagi-bagi kekuasaan atau politik akomodatif partai pendukung pemerintah melalui menteri-menteri kabinet Prabowo-Gibran.
“Kalau kami di DPP NCW tidak terlalu khawatir dengan politik akomodatif yang dilakukan Presiden Prabowo saat ini, karena kami memiliki keyakinan Prabowo Subianto yang saat ini menjabat sebagai Presiden RI ke-8 telah kembali menjadi dirinya sendiri alias tidak akan tunduk pada perintah orang, kelompok atau partai tertentu,” tandas Hanif.
DPP NCW melihat Prabowo sangat optimistis bisa menekan korupsi dan turunannya. Jenderal Kopassus ini mulai memerlihatkan jati dirinya yang tidak bisa diintervensi atau dipengaruhi oleh siapa pun terkait hak prerogatifnya sebagai presiden.
Hal ini secara gamblang terlihat pada saat penetapan menteri-menteri di Kabinet Merah Putih, terobosan besar Prabowo terlihat pada saat mengangkat Mayor TNI Teddy Indra Wijaya sebagai Sekretaris Kabinet yang di luar prediksi banyak pihak termasuk partai Koalisi Indonesia Maju Plus.
“Kami dapat meraba ada keseriusan Presiden Prabowo Subianto memberantas korupsi yang merupakan kejahatan luar biasa (extraordinary crime) yang dapat menghancurkan bangsa dan negara kita. Kita harus optimistis dan berikan kesempatan beliau mengembalikan kepercayaan publik terhadap lembaga penegak hukum: kepolisian, kejaksaan, terutama KPK,” papar Hanif.
Lihat Juga :