Prabowo Subianto: Pergeseran Orientasi Kebijakan Luar Negeri dan Strategi Diplomasi
Selasa, 15 Oktober 2024 - 16:58 WIB
loading...
A
A
A
Hubungan dengan China: Model Soeharto atau Jokowi?
Dalam sejarah Indonesia, hubungan dengan China selalu memiliki keunikan tersendiri. Di satu sisi, kata "China" dan "China" sering digunakan dalam kampanye negatif selama pemilu. China dan komunitas Tionghoa sering kali digambarkan sebagai ancaman bagi rakyat Indonesia.
Ini mengapa, dalam setiap pemilu, ada kandidat yang menyerang lawannya dengan menuduh bahwa mereka pro-asing atau pro-aseng, istilah yang mengacu pada dukungan terhadap China atau komunitas Tionghoa Indonesia. Namun, ironisnya, begitu mereka terpilih, para pemimpin ini justru cenderung mendekatkan diri dengan China dan komunitas Tionghoa.
Hal ini didasari kepentingan pragmatis; China adalah negara besar dengan perkembangan ekonomi yang sangat pesat. Dalam waktu singkat, pembangunan Tiongkok telah melampaui negara-negara seperti Amerika Serikat dan Eropa. China juga berhasil mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan rakyatnya di berbagai sektor, sehingga negara ini menjadi mitra yang penting dan patut dijadikan contoh.
Di sisi lain, komunitas Tionghoa Indonesia dianggap sebagai kelompok yang cenderung patuh pada kebijakan pemerintah dan jarang bersikap oposisi. Dengan pengaruh ekonomi yang dimiliki sebagian besar komunitas ini, mereka selalu didekati oleh siapa pun yang memimpin Indonesia.
Oleh karena itu, keputusan Prabowo untuk memilih Tiongkok sebagai negara pertama yang dikunjunginya setelah terpilih sebagai presiden menunjukkan keseriusannya dalam mempererat hubungan antara kedua negara.
Tindakan ini mengirimkan sinyal positif kepada para pendukungnya dan dunia internasional bahwa China akan menjadi mitra yang sangat penting bagi pemerintahan Indonesia ke depan. Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Tiongkok terhadap Indonesia selama ini, serta menegaskan kembali bahwa China adalah "sahabat dekat" Indonesia.
Prabowo meyakini bahwa hubungan Indonesia dan China saat ini ditandai dengan semakin mendalamnya rasa saling percaya secara politik serta kerja sama ekonomi yang saling menguntungkan. Di bawah kepemimpinannya, hubungan ini diharapkan akan semakin diperkuat dan diperluas.
Dalam sejarah Indonesia, hubungan dengan China selalu memiliki keunikan tersendiri. Di satu sisi, kata "China" dan "China" sering digunakan dalam kampanye negatif selama pemilu. China dan komunitas Tionghoa sering kali digambarkan sebagai ancaman bagi rakyat Indonesia.
Ini mengapa, dalam setiap pemilu, ada kandidat yang menyerang lawannya dengan menuduh bahwa mereka pro-asing atau pro-aseng, istilah yang mengacu pada dukungan terhadap China atau komunitas Tionghoa Indonesia. Namun, ironisnya, begitu mereka terpilih, para pemimpin ini justru cenderung mendekatkan diri dengan China dan komunitas Tionghoa.
Hal ini didasari kepentingan pragmatis; China adalah negara besar dengan perkembangan ekonomi yang sangat pesat. Dalam waktu singkat, pembangunan Tiongkok telah melampaui negara-negara seperti Amerika Serikat dan Eropa. China juga berhasil mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan rakyatnya di berbagai sektor, sehingga negara ini menjadi mitra yang penting dan patut dijadikan contoh.
Di sisi lain, komunitas Tionghoa Indonesia dianggap sebagai kelompok yang cenderung patuh pada kebijakan pemerintah dan jarang bersikap oposisi. Dengan pengaruh ekonomi yang dimiliki sebagian besar komunitas ini, mereka selalu didekati oleh siapa pun yang memimpin Indonesia.
Oleh karena itu, keputusan Prabowo untuk memilih Tiongkok sebagai negara pertama yang dikunjunginya setelah terpilih sebagai presiden menunjukkan keseriusannya dalam mempererat hubungan antara kedua negara.
Tindakan ini mengirimkan sinyal positif kepada para pendukungnya dan dunia internasional bahwa China akan menjadi mitra yang sangat penting bagi pemerintahan Indonesia ke depan. Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Tiongkok terhadap Indonesia selama ini, serta menegaskan kembali bahwa China adalah "sahabat dekat" Indonesia.
Prabowo meyakini bahwa hubungan Indonesia dan China saat ini ditandai dengan semakin mendalamnya rasa saling percaya secara politik serta kerja sama ekonomi yang saling menguntungkan. Di bawah kepemimpinannya, hubungan ini diharapkan akan semakin diperkuat dan diperluas.
(poe)
Lihat Juga :