ALJERIN Dideklarasikan, Fokus Tingkatkan Kualitas SDM hingga Perkuat Hubungan Bilateral
Senin, 14 Oktober 2024 - 11:48 WIB
loading...
A
A
A
Benny Soetrisno juga aktif di Asosiasi Pertekstilan Indonesia (Ketua Umum), APINDO, KADIN, Gabungan Pengusaha Eksportir Indonesia, hingga Ketua Pokja Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN).
Sementara itu, Henry Siahaan selaku deklarator ALJERIN lainnya menjelaskan bahwa melalui ALJERIN berharap dapat ikut memainkan peran penting ikut mengatasi deindustrialisasi yang dialami Indonesia beberapa dekade terakhir.
“Termasuk pengembangan teknologi hijau dan energi terbarukan, sebagai solusi untuk menghadapi tantangan global yang semakin kompleks,” ungkap Henry, alumni Hamburg, yang merupakan Komisaris Utama PT Petroflexx dan Direktur Utama PT Indogas di bidang Migas.
Saat ini, menurut Henry, diperkirakan terdapat lebih dari 200.000 alumni Jerman yang tersebar di berbagai negara, dengan sebagian besar berada di Indonesia.
Sementara itu, Otto Toto Sugiri sarjana Teknik Elektro 1980 di Universitas Teknologi RWTH di kota Aachen Jerman menyebutkan, banyak dari alumni Jerman ini telah kembali ke Tanah Air dan aktif berkontribusi di berbagai sektor, baik di bidang akademik, industri, pemerintahan, maupun sektor swasta.
"Selain itu, terdapat pula sejumlah alumni yang masih berada di Jerman atau negara lain untuk melanjutkan studi atau berkarier," terang Otto, CEO Data Center Indonesia (DCI Indonesia) tersebut.
Otto Toto Sugiri yang tercatat sebagai salah satu orang terkaya Indonesia dengan kekayaan mencapai Rp35,62 triliun, turut hadir di acara deklarasi ARJERIN yang dipenuhi para alumni Jerman lintas generasi.
Di antara alumni Jerman, terdapat beberapa tokoh yang telah memberikan kontribusi besar bagi bangsa. Seperti mendiang Prof. Dr. Ing. BJ Habibie (Presiden Republik Indonesia ke-3). Beliau diketahui telah meletakkan dasar penting bagi pengembangan industri teknologi tinggi di Indonesia.
Beberapa nama lainnya adalah, Prof. Dr.-Ing. Wardiman Djojonegoro, (Alm) Jenderal Polisi (Purn.) Prof. Dr. Drs. Awaloedin Djamin, M.P.A., (Alm) H. Dr. Arifin M. Siregar (mantan Gubernur BI), Dr.-Ing. H. Fauzi Bowo, (Alm) Dipl.-Ing. Ari Soemarno, Jenderal TNI (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan, (Alm) Dr Hadi Susastro (mantan pimpinan CSIS), Prof. Ahmad Erani Yustika, SE; M.Sc; PhD (ekonom), Otto Toto Sugiri (“Bill Gates” Indonesia), Jaya Suprana (Seniman, Museum Rekor Indonesia-MURI), Prof. Dr. Franz Magnis-Suseno SJ, Teguh Ostenrik (Seniman), serta banyak lainnya.
Sementara itu, Henry Siahaan selaku deklarator ALJERIN lainnya menjelaskan bahwa melalui ALJERIN berharap dapat ikut memainkan peran penting ikut mengatasi deindustrialisasi yang dialami Indonesia beberapa dekade terakhir.
“Termasuk pengembangan teknologi hijau dan energi terbarukan, sebagai solusi untuk menghadapi tantangan global yang semakin kompleks,” ungkap Henry, alumni Hamburg, yang merupakan Komisaris Utama PT Petroflexx dan Direktur Utama PT Indogas di bidang Migas.
Saat ini, menurut Henry, diperkirakan terdapat lebih dari 200.000 alumni Jerman yang tersebar di berbagai negara, dengan sebagian besar berada di Indonesia.
Sementara itu, Otto Toto Sugiri sarjana Teknik Elektro 1980 di Universitas Teknologi RWTH di kota Aachen Jerman menyebutkan, banyak dari alumni Jerman ini telah kembali ke Tanah Air dan aktif berkontribusi di berbagai sektor, baik di bidang akademik, industri, pemerintahan, maupun sektor swasta.
"Selain itu, terdapat pula sejumlah alumni yang masih berada di Jerman atau negara lain untuk melanjutkan studi atau berkarier," terang Otto, CEO Data Center Indonesia (DCI Indonesia) tersebut.
Otto Toto Sugiri yang tercatat sebagai salah satu orang terkaya Indonesia dengan kekayaan mencapai Rp35,62 triliun, turut hadir di acara deklarasi ARJERIN yang dipenuhi para alumni Jerman lintas generasi.
Di antara alumni Jerman, terdapat beberapa tokoh yang telah memberikan kontribusi besar bagi bangsa. Seperti mendiang Prof. Dr. Ing. BJ Habibie (Presiden Republik Indonesia ke-3). Beliau diketahui telah meletakkan dasar penting bagi pengembangan industri teknologi tinggi di Indonesia.
Beberapa nama lainnya adalah, Prof. Dr.-Ing. Wardiman Djojonegoro, (Alm) Jenderal Polisi (Purn.) Prof. Dr. Drs. Awaloedin Djamin, M.P.A., (Alm) H. Dr. Arifin M. Siregar (mantan Gubernur BI), Dr.-Ing. H. Fauzi Bowo, (Alm) Dipl.-Ing. Ari Soemarno, Jenderal TNI (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan, (Alm) Dr Hadi Susastro (mantan pimpinan CSIS), Prof. Ahmad Erani Yustika, SE; M.Sc; PhD (ekonom), Otto Toto Sugiri (“Bill Gates” Indonesia), Jaya Suprana (Seniman, Museum Rekor Indonesia-MURI), Prof. Dr. Franz Magnis-Suseno SJ, Teguh Ostenrik (Seniman), serta banyak lainnya.
Lihat Juga :