ALJERIN Dideklarasikan, Fokus Tingkatkan Kualitas SDM hingga Perkuat Hubungan Bilateral
Senin, 14 Oktober 2024 - 11:48 WIB
loading...
A
A
A
“Bahkan Presiden Republik Indonesia terpilih ke-8, Jenderal TNI (Purn.) H. Prabowo Subianto Djojohadikusumo, juga merupakan alumni Jerman karena pernah tinggal dan mengecap pendidikan di Jerman,” kata Benny.
Dengan jaringan yang luas dan tersebar di berbagai penjuru dunia, ALJERIN menjadi wadah bagi alumni untuk terhubung kembali dan bersama-sama mendorong berbagai inisiatif demi kemajuan bangsa. ALJERIN pun mengajak seluruh alumni Jerman di Indonesia untuk bergabung dalam komunitas ini, berkolaborasi, dan bersama-sama membangun masa depan Indonesia yang lebih baik dan lebih maju.
Benny Soetrisno juga didaulat membacakan deklarasi ALJERIN. Intisari dari Deklarasi AlJERIN di antaranya mempererat tali silaturahmi sesama alumni, kolaborasi di berbagai bidang serta menjadi jembatan memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan Jerman.
Di akhir pembacaan menyebutkan bahwa semua alumni Jerman yang hadir di sini adalah deklarator ALJERIN. Menurut Henry, bahwa Benny Soetrisno sebagai Ketua ALJERIN bersifat sementara.
"Karena agar bisa menyelenggarakan Kongres, maka sebuah organisasi tersebut harus memiliki pengurus. Paling tidak memiliki Ketua, Sekjen dan Bendahara," terang Henry.
Kongres ALJERIN untuk memilih pengurus definitif lengkap dari ketum hingga komisi-komisi yang akan menjalankan program yang dihasilkan, direncanakan pada Februari 2025 di Jakarta. "Seluruh pihak yang merupakan Alumni Jerman Indonesia dan organisasi yang telah ada sebelumnya, kami akan undang untuk hadir pada Kongres ALJERIN mendatang," pungkas Henry.
Tokoh-tokoh senior hingga pendiri pertama organisasi Alumni Jerman tampak hadir pada acara Deklarasi ALJERIN, di antaranya Nasirudin Djunaid (Hannover), Kumhal Jamil, Salomo Panjaitan (Berlin), Liliek Susbiantoro (Stuttgart), Jenny Widjaja S (Aachen, Berlin, Stuttgart).
Johanes Kotjo (Berlin), Alex (Berlin), Prof. Bachtiar Aly (Muenster), Joko Subekti (Berlin), Rustiati (Koln), Samuel Siahaan (Hamburg), Komang Wirawan (Aachen), dan masih banyak lagi.
Beberapa mantan Ketua Umum PPI Jerman (Perhimpunan Pelajar Indonesia di Jerman) juga hadir dalam deklarasi, Liliek D Susbiantoro (1979-1981), Iwan Margana (1981-1982), Achmad Aditya (2006-2007), La Ode Mutakhir Bolu (2010-2013), dan Sugih Hartono (2013-2015).
Dengan jaringan yang luas dan tersebar di berbagai penjuru dunia, ALJERIN menjadi wadah bagi alumni untuk terhubung kembali dan bersama-sama mendorong berbagai inisiatif demi kemajuan bangsa. ALJERIN pun mengajak seluruh alumni Jerman di Indonesia untuk bergabung dalam komunitas ini, berkolaborasi, dan bersama-sama membangun masa depan Indonesia yang lebih baik dan lebih maju.
Kongres ALJERIN
Benny Soetrisno juga didaulat membacakan deklarasi ALJERIN. Intisari dari Deklarasi AlJERIN di antaranya mempererat tali silaturahmi sesama alumni, kolaborasi di berbagai bidang serta menjadi jembatan memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan Jerman.
Di akhir pembacaan menyebutkan bahwa semua alumni Jerman yang hadir di sini adalah deklarator ALJERIN. Menurut Henry, bahwa Benny Soetrisno sebagai Ketua ALJERIN bersifat sementara.
"Karena agar bisa menyelenggarakan Kongres, maka sebuah organisasi tersebut harus memiliki pengurus. Paling tidak memiliki Ketua, Sekjen dan Bendahara," terang Henry.
Kongres ALJERIN untuk memilih pengurus definitif lengkap dari ketum hingga komisi-komisi yang akan menjalankan program yang dihasilkan, direncanakan pada Februari 2025 di Jakarta. "Seluruh pihak yang merupakan Alumni Jerman Indonesia dan organisasi yang telah ada sebelumnya, kami akan undang untuk hadir pada Kongres ALJERIN mendatang," pungkas Henry.
Tokoh-tokoh senior hingga pendiri pertama organisasi Alumni Jerman tampak hadir pada acara Deklarasi ALJERIN, di antaranya Nasirudin Djunaid (Hannover), Kumhal Jamil, Salomo Panjaitan (Berlin), Liliek Susbiantoro (Stuttgart), Jenny Widjaja S (Aachen, Berlin, Stuttgart).
Johanes Kotjo (Berlin), Alex (Berlin), Prof. Bachtiar Aly (Muenster), Joko Subekti (Berlin), Rustiati (Koln), Samuel Siahaan (Hamburg), Komang Wirawan (Aachen), dan masih banyak lagi.
Beberapa mantan Ketua Umum PPI Jerman (Perhimpunan Pelajar Indonesia di Jerman) juga hadir dalam deklarasi, Liliek D Susbiantoro (1979-1981), Iwan Margana (1981-1982), Achmad Aditya (2006-2007), La Ode Mutakhir Bolu (2010-2013), dan Sugih Hartono (2013-2015).
(rca)
Lihat Juga :