Profil Jenderal TNI (Purn) Mulyono, Pernah Buang Pangkat Bintang Empat
Minggu, 13 Oktober 2024 - 06:26 WIB
loading...
A
A
A
Walaupun kondisi orang tuanya serba terbatas, namun hidup di tengah-tengah mereka terasa sangatlah bahagia. Berbagai kegiatan yang ditekuninya saat SMA adalah olah raga sepak bola, bulu tangkis, dan tenis meja.
Baca juga: Daftar Pangdam yang Dimutasi Jenderal TNI Agus Subiyanto, Nomor 2 Dikembalikan ke Jabatan Semula
Bersepeda menjelajahi daerah-daerah lain dan mendaki gunung, di antaranya adalah mendaki Gunung Merapi dan Merbabu adalah hobi lainnya. Pulang sekolah ketika masa SMA, Mulyono tetap membantu tugas ayahnya dalam mengurus pengairan di samping membantu mengurus sawahnya.
Kadang-kadang tugas yang menjadi tanggung jawab sang ayah digantikan olehnya. Contohnya, dalam mengatur air ketika hujan deras yang mengancam desanya supaya tidak banjir.
Bahkan, dia sering mengambilikan kunci pintu air dalam keadaan tertentu dan juga menjaga kebersihan irigasi. Bagi dirinya, masa anak-anak sampai usia remaja (usia SMA), banyak kenangan yang tak terlupakan.
Baca juga: 21 Pati TNI AD yang Bertugas di Daerah Dimutasi Jenderal Agus Subiyanto, Ini Daftar Namanya
“Di masa itu, banyak pengalaman berharga,” kata Mulyono dengan sangat terharu sambil pandangannya menerawang jauh ke masa lalu yang penuh kenangan.
Mulyono tergugah untuk menjadi seorang prajurit TNI ketika berlibur di rumah tantenya atau buleknya di Magelang setelah lulus SMA atau sambil menunggu pengumuman masuk perguruan tinggi. Nah, kebetulan pamannya atau Paleknya merupakan seorang anggota TNI AD berpangkat Sersan Dua yang berdinas di Armed 3/Tarik di Magelang.
Selama main di rumah buleknya itu, Mulyono membantu menyelesaikan tugas keseharian berupa menyapu, mencuci pakaian, membersihkan rumah, mengisi bak mandi, mengepel lantai, dan sebagainya. Selain itu karena buleknya membuka kantin di dekat barak prajurit dan setiap hari belanja ke pasar, maka Mulyono diajak ikut belanja ke pasar dan membawakan belanjaannya.
Baca juga: Mutasi Terbaru, Ini Daftar 68 Pati TNI AD yang Digeser
Suatu ketika, Mulyono yang sedang mengantar tantenya melihat sekelompok remaja berseragam yang tengah berjalan dengan gagahnya. Karena penasaran, Mulyono kemudian bertanya kepada buleknya. “Mereka itu siapa Bulek?” tanya Mulyono.
“Mereka itu taruna AKABRI,” jawab Buleknya.
Ketika melihat taruna AKABRI itu, hati Mulyono tergugah untuk menjadi seorang prajurit TNI. Dia pun mendaftar AKABRI. Keinginan hatinya bulat untuk masuk menjadi prajurit, juga didorong untuk mengabdikan dirinya pada bangsa dan negara.
Baca juga: Beredar Daftar Lengkap 46 Kementerian Kabinet Prabowo, Ada 5 Menko
Di samping itu juga terpikir bila dia kuliah bagaimana biaya ke depan karena adik-adiknya cukup banyak yang juga membutuhkan biaya yang banyak dan tentu itu akan membebani orang tua. Selain itu, Mulyono melihat bahwa para taruna yang sedang belajar di AKABRI kelihatan gagah perkasa dengan badan yang kekar, kuat, dan berpenampilan disiplin.
Tekadnya semakin bulat untuk masuk taruna AKABRI dan diwujudkan dengan bimbingan dari pamannya yang berpangkat Sersan Dua, melakukan serangkaian latihan berupa lari, push up, pull up, dan sebagainya yang tujuannya untuk pembinaan fisik dalam rangka persiapan mendaftar menjadi prajurit. Selain itu Mulyono juga mencoba tes psikologi yang dilakukan di RSJ Magelang.
Baca juga: Daftar Pangdam yang Dimutasi Jenderal TNI Agus Subiyanto, Nomor 2 Dikembalikan ke Jabatan Semula
Bersepeda menjelajahi daerah-daerah lain dan mendaki gunung, di antaranya adalah mendaki Gunung Merapi dan Merbabu adalah hobi lainnya. Pulang sekolah ketika masa SMA, Mulyono tetap membantu tugas ayahnya dalam mengurus pengairan di samping membantu mengurus sawahnya.
Kadang-kadang tugas yang menjadi tanggung jawab sang ayah digantikan olehnya. Contohnya, dalam mengatur air ketika hujan deras yang mengancam desanya supaya tidak banjir.
Bahkan, dia sering mengambilikan kunci pintu air dalam keadaan tertentu dan juga menjaga kebersihan irigasi. Bagi dirinya, masa anak-anak sampai usia remaja (usia SMA), banyak kenangan yang tak terlupakan.
Baca juga: 21 Pati TNI AD yang Bertugas di Daerah Dimutasi Jenderal Agus Subiyanto, Ini Daftar Namanya
“Di masa itu, banyak pengalaman berharga,” kata Mulyono dengan sangat terharu sambil pandangannya menerawang jauh ke masa lalu yang penuh kenangan.
Mulyono tergugah untuk menjadi seorang prajurit TNI ketika berlibur di rumah tantenya atau buleknya di Magelang setelah lulus SMA atau sambil menunggu pengumuman masuk perguruan tinggi. Nah, kebetulan pamannya atau Paleknya merupakan seorang anggota TNI AD berpangkat Sersan Dua yang berdinas di Armed 3/Tarik di Magelang.
Selama main di rumah buleknya itu, Mulyono membantu menyelesaikan tugas keseharian berupa menyapu, mencuci pakaian, membersihkan rumah, mengisi bak mandi, mengepel lantai, dan sebagainya. Selain itu karena buleknya membuka kantin di dekat barak prajurit dan setiap hari belanja ke pasar, maka Mulyono diajak ikut belanja ke pasar dan membawakan belanjaannya.
Baca juga: Mutasi Terbaru, Ini Daftar 68 Pati TNI AD yang Digeser
Suatu ketika, Mulyono yang sedang mengantar tantenya melihat sekelompok remaja berseragam yang tengah berjalan dengan gagahnya. Karena penasaran, Mulyono kemudian bertanya kepada buleknya. “Mereka itu siapa Bulek?” tanya Mulyono.
“Mereka itu taruna AKABRI,” jawab Buleknya.
Ketika melihat taruna AKABRI itu, hati Mulyono tergugah untuk menjadi seorang prajurit TNI. Dia pun mendaftar AKABRI. Keinginan hatinya bulat untuk masuk menjadi prajurit, juga didorong untuk mengabdikan dirinya pada bangsa dan negara.
Baca juga: Beredar Daftar Lengkap 46 Kementerian Kabinet Prabowo, Ada 5 Menko
Di samping itu juga terpikir bila dia kuliah bagaimana biaya ke depan karena adik-adiknya cukup banyak yang juga membutuhkan biaya yang banyak dan tentu itu akan membebani orang tua. Selain itu, Mulyono melihat bahwa para taruna yang sedang belajar di AKABRI kelihatan gagah perkasa dengan badan yang kekar, kuat, dan berpenampilan disiplin.
Tekadnya semakin bulat untuk masuk taruna AKABRI dan diwujudkan dengan bimbingan dari pamannya yang berpangkat Sersan Dua, melakukan serangkaian latihan berupa lari, push up, pull up, dan sebagainya yang tujuannya untuk pembinaan fisik dalam rangka persiapan mendaftar menjadi prajurit. Selain itu Mulyono juga mencoba tes psikologi yang dilakukan di RSJ Magelang.
Lihat Juga :