Dharma Pongrekun Bilang Artificial Intelligence Alat Mata-mata, Apa Benar?

Senin, 07 Oktober 2024 - 10:11 WIB
loading...
Dharma Pongrekun Bilang...
Calon Gubernur Jakarta Nomor Urut 2 Dharma Pongrekun mengatakan bahwa artificial intelligence (AI) merupakan alat intelijen untuk mata-mata. Foto/YouTube KPUD Jakarta
A A A
JAKARTA - Calon Gubernur Jakarta Nomor Urut 2 Dharma Pongrekun mengatakan bahwa artificial intelligence (AI) merupakan alat intelijen untuk mata-mata. Hal itu dikatakan Dharma menjawab pertanyaan Calon Gubernur Jakarta Nomor Urut 3 Pramono Anung.

“Bagaimana dan apa yang bapak lakukan untuk hal yang berkaitan dengan privasi data yang saat ini bisa dicuri di mana-mana?” kata Pramono bertanya ke Pongrekun dalam debat perdana Pilkada Jakarta di Jiexpo Kemayoran, Minggu (6/10/2024).

Mulanya, Dharma menjelaskan terkait keamanan siber di Indonesia. “Saya ada di BSSN (Badan Siber dan Sandi Negara, red) karena beliau, beliaulah yang menempatkan saya di BSSN. Oleh sebab itu, saya emban tugas dari beliau. Lalu saya dapat resepnya bagaimana cybersecurity di Indonesia bisa terjamin keamanannya,” ujar Dharma.

Baca juga: Dharma Pongrekun Sebut Pandemi Agenda Terselubung Asing, Ini Alasan Ridwan Kamil Tanya soal Covid-19



“Jadi mudah-mudahan Mas Pram jadi presiden. Saya mohon Indonesia menjadi mandiri internet, selama internetnya tidak mandiri maka selama itu pula bocor,” sambung dia.

Dia menegaskan tidak ada ruang siber yang aman. Dharma mengaku sangat memahami dunia Internet of Things (IoT). “Globalisasi adalah dunia tanpa batas tapi dibatasi di ruang internet,” tutur mantan Wakil Kepala BSSN ini.

“Oleh sebab itu, kalau kita tidak sungguh-sungguh membuat internet mandiri maka semuanya adalah bocor, makanya dibilang artificial intelligence. Artificial intelligence artinya apa? Alat intelijen, alat memata-mematai tanpa kita sadari, dosa kita semua ada di gadget,” ungkapnya.

Baca juga: OpenAI Siap Jadikan Kecerdasan Buatan untuk Mencari Cuan

Pernyataan Dharma Pongrekun itu pun ditanggapi oleh Pendiri Drone Emprit sekaligus Wakil Ketua Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah Ismail Fahmi. Ismail mengoreksi pendapat Pongrekun.

“Kata Dharma, AI itu artificial intelligence. Dari kata "intelijen" alias "mata-mata". Jadi AI itu alat mata-mata buatan, untuk mengawasi kita. Problem Jakarta yang kompleks dihadapi dengan teori konspirasi,” cuit Ismail Fahmi di akun @ismailfahmi, Senin (7/10/2024).

Kemudian, Ismail memberikan penjelasan mengenai artificial intelligence. “Jadi apa itu AI? AI secara umum tidak dirancang secara inheren untuk menjadi alat mata-mata. AI adalah teknologi yang diciptakan untuk menyelesaikan berbagai tugas berdasarkan data dan algoritma, seperti pengenalan pola, pengambilan keputusan otomatis, atau pemrosesan bahasa alami,” jelasnya.

Baca juga: Pengguna ChatGPT Tembus 250 Juta, Jadi Rebutan Investor

“Penerapannya sangat bergantung pada bagaimana ia digunakan—misalnya, AI dapat membantu di bidang kesehatan, transportasi, dan analisis data, tetapi juga dapat disalahgunakan untuk pengawasan jika diterapkan tanpa pertimbangan etis dan hukum,” sambungnya.

Intinya, kata dia, AI memiliki potensi besar, baik positif maupun negatif, tergantung bagaimana teknologi ini dimanfaatkan dan diatur. “Perspektif yang menyebut AI sebagai "mata-mata buatan" mungkin lebih menyoroti sisi negatif potensialnya, tetapi tidak mencakup keseluruhan kapasitas dan manfaat AI,” pungkasnya.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AI Juru Selamat atau...
AI Juru Selamat atau Kepunahan Pekerja Industri Kreatif?
Luhut: Bansos ke Depan...
Luhut: Bansos ke Depan Tak Lagi Barang, Diberi Cash Transfer Rp5,4 Juta per Orang
Pesantren dan AI, Cucun...
Pesantren dan AI, Cucun Tekankan Pentingnya Etika serta Nilai Keagamaan dalam Teknologi
Dharma Pongrekun Minta...
Dharma Pongrekun Minta MK Kaji Ulang UU Kesehatan Demi Jaga Kedaulatan Bangsa
Teknologi Digital, AI,...
Teknologi Digital, AI, dan Konektivitas Global Lahirkan Ekosistem Gig Economy
Talenta Digital harus...
Talenta Digital harus Diperkuat untuk Kedaulatan Digital dan Ketahanan Nasional
Anthropic AI Claude...
Anthropic AI Claude Hasilkan Lebih dari 80 Persen Kode Baru
UBM Luncurkan AI Tutor...
UBM Luncurkan AI Tutor Terintegrasi dengan Kurikulum OBE Pertama di Indonesia
Dari Infrastruktur ke...
Dari Infrastruktur ke AI, China Terus Perkuat Pengaruh di Pakistan
Rekomendasi
Pertamina NRE Pasang...
Pertamina NRE Pasang PLTS Pertama di Kapal Angkut Minyak
Babak Baru Kasus Erin...
Babak Baru Kasus Erin Wartia, Pelapor Serahkan Dokumen LPSK ke Penyidik
Pesona China yang Berbeda:...
Pesona China yang Berbeda: Eksplor Keunikan Infrastruktur Chongqing dan Alam Zhangjiajie
Berita Terkini
Stafsus Menag: Kunjungan...
Stafsus Menag: Kunjungan Presiden Jerman ke Istiqlal Perkuat Diplomasi Agama RI-Jerman
KPK Rincikan Penyitaan...
KPK Rincikan Penyitaan Uang dari Geledah Rumah Silmy Karim
GP Ansor Rombak Kepengurusan,...
GP Ansor Rombak Kepengurusan, Sejumlah Tokoh Muda NU Masuk Struktur
Menjaga Kampus Tetap...
Menjaga Kampus Tetap Relevan Tanpa Menjadi 'Pabrik'
Pemilik Blueray Cargo...
Pemilik Blueray Cargo Ngaku Setor Rp30 Miliar ke Dedi Congor
Akvindo: Tembakau Alternatif...
Akvindo: Tembakau Alternatif Kurangi Paparan Asap Rokok
Infografis
Pemilu Nasional dan...
Pemilu Nasional dan Lokal Dipisah, Apa Saja Dampaknya?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved