alexametrics

Bertemu, PKS-Muhammadiyah Sepakat Bangun Kekuatan Sosial

loading...
Bertemu, PKS-Muhammadiyah Sepakat Bangun Kekuatan Sosial
Presiden PKS Shohibul Iman bersama Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nasir. Foto/SINDOnews/Rakhmatulloh
A+ A-
JAKARTA - Pengurus DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang dipimpin Presiden PKS Shohibul Iman menyambangi kantor Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Jakarta, Rabu (4/12/2019) malam. Pengurus DPP PKS langsung diterima oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nasir.

Haedar mengaku kedatangan jajaran elite PKS untuk silaturahmi sekaligus membicarakan masalah kebangsaan. "Itu yang paling pokok. Dalam arti Muhammadiyah dan PKS mendiskusikan bagaimana Indonesia ke depan, di mana kita banyak tantangan dari dalam dan luar," kata Haedar di Kantornya, Rabu (4/12/2019).

Haedar mengatakan, baik Muhammadiyah maupun PKS mempunyai modal politik, budaya, modal rohani, dan modal sosial. Keduanya optimistis memandang Indonesia ke depan punya peluang menjadi negara yang besar.



"Tetapi kita punya, memang harus ada continuitas dengan jiwa, pikiran, dan cita-cita kebangsaan. Dalam konteks itu lah kita bicara tentang bagaimana dulu para pejuang bangsa kita dan pendiri bangsa kita meletakkan pondasi agar Indonesia itu menjadi negara yang bersatu, menjadi negara yang berdaulat, maju, adil, dan makmur. Ini harus dijewantahkan dalam proses kehidupan kebangsaan," tuturnya.

Selain itu, kata Haedar, dalam konteks kebangsaan, Muhammadiyah-PKS melihat selama 20 tahun memiliki napas yang sama tentang demokrasi yang bersumber dari semangat reformasi.

Haedar menyadari, baik Muhammadiyah dan PKS sama-sama ingin membangun kekuatan sosial yang kuat dalam membangun bangsa.

"Tetapi juga pada saat yang sama kita ingin ada pemerintahan yang good governance dan lain sebagainya. Nah, cita-cita reformasi ini jangan padam dan harus menjadi spirit kita bersama," ungkapnya.

Selanjutnya, kata Haedar, Muhammadiyah dan PKS yang sama-sama berbasis Islam memiliki semangat yang dalam upaya mengintegrasikan kekuatan Islam dan Indonesia.

Dalam hal ini, Muhammadiyah dan PKS memiliki visi sama terhadap bangsa Indonesia. "Negara ini ideologi dan dasarnya adalah Pancasila dan di situlah tempat titik temu dan semua kekuatan bangsa termasuk umat Islam sebagai mayoritas dan umat Islam posisinya juga di situ," ujarnya.
(dam)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak