Gratifikasi, Suatu Kejahatankah?
Minggu, 29 September 2024 - 07:04 WIB
loading...
A
A
A
Sehubungan dengan berita mengenai gratifikasi yang melibatkan putra presiden Joko Widodo, kiranya adalah merupakan suatu kehormatan dan teladan bagi rakyat 270 juta jiwa jika Presiden Joko Widodo sendiri mengantarkan putranya menyerahkan Kaesang kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), bukan membiarkan Kaesang sendiri seolah-olah bukan urusan atau tidak ada kaitan dengan putranya sendiri.
Sebagai pemimpin negara besar dengan jumlah penduduk 270 juta jiwa dan beragam budaya etnis dari Sabang sampai Merauke, kebanggaan rakyat bukan hanya karena berhasilnya pembangunan fisik semata-mata, melainkan upaya presiden dan jajarannya untuk juga mendorong dan menciptakan pembangunan moral-spiritual serta mental sebagai bangsa yang besar jiwanya.
Berdasarkan uraian sekitar gratifikasi melainkan masalah terdalam daripadanya adalah nilai-nilai (values) di balik larangan gratifikasi, kolusi, dan nepotisme bagi kesehatan pertumbuhan dan perkembangan jiwa bangsa yang dilandaskan pada Pancasila dan UUD 1945. Seluruh sila Pancasila dan Mukadimah UUD 1945 sungguh sangat mulia, pemikiran pendiri bangsa ini dan tidaklah mudah mewujudkannya dalam kata dan perbuatan. Benar ucapan Bung Karno pada rakyatnya pada tahun 1960-an bahwa yang tersulit bagi bangsa Indonesia adalah melawan bangsa sendiri dan hanya dapat dilawan dengan hati nurani yang bersih dan amanah serta bertakwa kepada Allah Swt Tuhan Yang Maha Esa. Aamiin Ya Rabbal Alamin.
Sebagai pemimpin negara besar dengan jumlah penduduk 270 juta jiwa dan beragam budaya etnis dari Sabang sampai Merauke, kebanggaan rakyat bukan hanya karena berhasilnya pembangunan fisik semata-mata, melainkan upaya presiden dan jajarannya untuk juga mendorong dan menciptakan pembangunan moral-spiritual serta mental sebagai bangsa yang besar jiwanya.
Berdasarkan uraian sekitar gratifikasi melainkan masalah terdalam daripadanya adalah nilai-nilai (values) di balik larangan gratifikasi, kolusi, dan nepotisme bagi kesehatan pertumbuhan dan perkembangan jiwa bangsa yang dilandaskan pada Pancasila dan UUD 1945. Seluruh sila Pancasila dan Mukadimah UUD 1945 sungguh sangat mulia, pemikiran pendiri bangsa ini dan tidaklah mudah mewujudkannya dalam kata dan perbuatan. Benar ucapan Bung Karno pada rakyatnya pada tahun 1960-an bahwa yang tersulit bagi bangsa Indonesia adalah melawan bangsa sendiri dan hanya dapat dilawan dengan hati nurani yang bersih dan amanah serta bertakwa kepada Allah Swt Tuhan Yang Maha Esa. Aamiin Ya Rabbal Alamin.
(zik)
Lihat Juga :