DPR Pertanyakan Izin Kapal Kabel China di Perairan Natuna

Minggu, 24 November 2019 - 13:35 WIB
DPR Pertanyakan Izin...
DPR Pertanyakan Izin Kapal Kabel China di Perairan Natuna
A A A
JAKARTA - Keberadaan kapal kabel milik China di Perairan Natun a, Kepulauan Riau (Kepri) memunculkan polemik. Komisi V DPR yang mempertanyakan izin operasi kapal tersebut.

“Sebagai anggota Komisi V DPR saya juga akan pertanyakan terkait izin dan pengawasan operasional kapal kabel berbendera asing ini pada Menteri Perhubungan saat rapat kerja nanti, kebetulan senin ini ada rapat dengan Kemenhub,” kata anggota Komisi V DPR Irwan saat dihubungi wartawan di Jakarta, Minggu (24/11/2019). (Baca juga: SGI Garap Kabel Listrik Bawah Laut Singapura)

Irwan mengakui bahwa memang kapal asing tidak dilarang beroperasi di perairan Indonesia selama mereka mengantongi izin pekerjaan bawah air dari pemerintah Indonesia, dalam hal ini Kementerian Perhubungan. Selain memberi izin, Kemenhub bertugas melakukan pengawasan ketat atas kegiatan tersebut.

“Saya pikir ini (izin dan pengawasan operasi) sangat penting karena menyangkut pendapatan negara dan juga pertahanan,” tegas politikus Partai Demokrat itu. (Baca juga: Hendak Ditangkap, Kapal Vietnam Nekat Tabrak KRI Tjiptadi 381)

Karena itu, legislator asal Kalimantan Timur (Kaltim) ini juga akan menanyakan kepada Menhub untuk memastikan apakah izin yang diberikan sudah sesuai prosedur atau tidak.

“Jadi terkait beroperasinya kapal kabel berbendera asing di perairan laut Indonesia perlu segera dilakukan monitoring dan pengawasan terutama terkait izin dan aktivitasnya apakah sudah sesuai prosedural,” pungkas Irwan.

Sebelumnya diberitakan bahwa terlihat adanya operasi kapal kabel SBSS milik China yang berbendera Panama dengan nama Kapal CS Bold Maverick yang beroperasi di perairan Indonesia sekitar Batam dan laut Natuna, Kepri selama beberapa waktu belakangan ini.
(shf)
Berita Terkait
Komisi V DPR Apresiasi...
Komisi V DPR Apresiasi Capaian Realisasi Anggaran Kemenhub Tahun 2020
Komisi V DPR Upayakan...
Komisi V DPR Upayakan Kenaikan Anggaran Kemenhub Rp75,75 Triliun
Penerbangan bagi Pebisnis...
Penerbangan bagi Pebisnis Dibolehkan, DPR Minta Protokol Corona Diperketat
Komisi V DPR Dukung...
Komisi V DPR Dukung Kemenhub Bangun Konektivitas Transportasi IKN Baru
Bahas Sejumlah Program...
Bahas Sejumlah Program Prioritas, Rapat DPR dengan Kemhan Digelar Tertutup
Kritik Adian Napitupulu...
Kritik Adian Napitupulu ke Kementerian BUMN Dinilai Salah Alamat
Berita Terkini
Dokter Tifa Siap Hadapi...
Dokter Tifa Siap Hadapi Putusan Sela: Kalau Ditolak, Kami Maju Terus Ungkap Kebenaran
Hari Ini Kortas Tipikor...
Hari Ini Kortas Tipikor Polri Panggil Eks Wakapolri Oegroseno untuk Klarifikasi Lahan Sepolwan
Gantikan Febrie Adriansyah,...
Gantikan Febrie Adriansyah, Kuntadi Diharapkan Pulihkan Kepercayaan Publik
Kejagung Terbitkan Sprindik...
Kejagung Terbitkan Sprindik Baru Dugaan TPPU 74 Kg Emas dan Uang di Rumah Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Bos FBI Temui Prabowo,...
Bos FBI Temui Prabowo, Artefak Papua yang Diselundupkan ke AS Kembali ke Indonesia
Pengamat Soroti Rumor...
Pengamat Soroti Rumor Privat di Kasus Febrie: Jangan Geser Fokus dari Substansi Hukum
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved