Prinsip Kedermawanan Dinilai Perlu Ditumbuhkan untuk Kesejahteraan Masyarakat
Selasa, 24 September 2024 - 22:51 WIB
loading...
A
A
A
Dia berpendapat, akad dalam Islam secara formal dan legal mengatur transaksi komersial dan transaksi sukarela dalam hubungan sosial ekonomi di antara masyarakat, dengan berdasarkan prinsip-prinsip keadilan, kedermawanan, dan saling tolong-menolong.
“Kami melihat Tamzis telah mempraktikkannya selama ini sehingga pengalaman berharga dari Tamzis ini patut untuk kita pelajari dan inilah alasan kenapa Tamzis dipilih menjadi objek studi ini," kata Adi Setiadi.
Sementara itu, Saat Suharto mengatakan bahwa tema kali ini adalah Investasi Komunitas melalui Struktur Koperasi. Tema tersebut dinilai sangat relevan dengan kondisi ekonomi global dan lokal yang dihadapi saat ini.
Dia menuturkan, koperasi di banyak negara terbukti menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Dia melanjutkan, sebagai model bisnis yang berbasis pada keanggotaan dan partisipasi, koperasi menawarkan struktur yang tidak hanya berfokus pada keuntungan tetapi juga kesejahteraan bersama.
“Saya yakin bahwa retreat ini akan menjadi batu loncatan yang penting bagi kita semua untuk memperkuat peran koperasi dalam membangun ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, dan adil. Saya berharap kita semua meninggalkan acara ini dengan pengetahuan baru, inspirasi, dan semangat yang dapat kita terapkan dalam pekerjaan dan komunitas kita,” imbuhnya.
Para peserta dari berbagai negara yang merepresentasikan dari berbagai benua mengaku sangat tertarik untuk mengkaji tentang ekonomi syariah, terutama membahas koperasi berbasis syariah seperti Tamzis. Mereka antusias mempelajari mulai sejarah berdiri, praktik akad-akad, hingga bagaimana aktivitas anggota Tamzis di pasar dan tempat usahanya.
“Kami melihat Tamzis telah mempraktikkannya selama ini sehingga pengalaman berharga dari Tamzis ini patut untuk kita pelajari dan inilah alasan kenapa Tamzis dipilih menjadi objek studi ini," kata Adi Setiadi.
Sementara itu, Saat Suharto mengatakan bahwa tema kali ini adalah Investasi Komunitas melalui Struktur Koperasi. Tema tersebut dinilai sangat relevan dengan kondisi ekonomi global dan lokal yang dihadapi saat ini.
Dia menuturkan, koperasi di banyak negara terbukti menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Dia melanjutkan, sebagai model bisnis yang berbasis pada keanggotaan dan partisipasi, koperasi menawarkan struktur yang tidak hanya berfokus pada keuntungan tetapi juga kesejahteraan bersama.
“Saya yakin bahwa retreat ini akan menjadi batu loncatan yang penting bagi kita semua untuk memperkuat peran koperasi dalam membangun ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, dan adil. Saya berharap kita semua meninggalkan acara ini dengan pengetahuan baru, inspirasi, dan semangat yang dapat kita terapkan dalam pekerjaan dan komunitas kita,” imbuhnya.
Para peserta dari berbagai negara yang merepresentasikan dari berbagai benua mengaku sangat tertarik untuk mengkaji tentang ekonomi syariah, terutama membahas koperasi berbasis syariah seperti Tamzis. Mereka antusias mempelajari mulai sejarah berdiri, praktik akad-akad, hingga bagaimana aktivitas anggota Tamzis di pasar dan tempat usahanya.
Lihat Juga :