Prinsip Kedermawanan Dinilai Perlu Ditumbuhkan untuk Kesejahteraan Masyarakat
Selasa, 24 September 2024 - 22:51 WIB
loading...
A
A
A
Salah satu partisipan dari Prancis yang merupakan mahasiswa muslim Eropa Ahmadu mengatakan ketertarikannya mengikuti acara. Dia mengaku sangat tertarik dengan acara ini karena menurutnya komunitas ekonomi syariah khususnya gerakan BMT punya kekuatan yang besar, sehingga perlu untuk disosialisasikan secara lebih luas, tidak hanya untuk komunitas muslim.
“Karenanya pengalaman 30 tahun Tamzis penting bagi saya untuk belajar dan mengimplementasikannya di Perancis bahkan tidak hanya untuk muslim tapi juga untuk nonmuslim, sehingga mereka memiliki kemandirian ekonomi,” ujar Ahmadu.
Selain itu, juga dilakukan kunjungan lapangan di beberapa pasar di Yogyakarta dan sekitarnya untuk melihat secara langsung proses pelayanan Tamzis dengan mengunjungi para pedagang pasar tradisional. Hal tersebut dilakukan untuk mengajak para peserta agar dapat melihat secara langsung proses pelayanan Tamzis terhadap para anggota yang merupakan para pedagang pasar tradisional.
Kegiatan kunjungan studi lapangan dilakukan pada hari ketiga yakni dengan kunjungan ke pasar tradisional Beringharjo, Bantul, dan Jodog. Sedangkan hari keempat, kunjungan dilakukan ke Yogyakarta Optometry Academy (Aktriyo) yang merupakan salah satu mitra Baitul Maal Tamzis dalam pengembangan program pendidikan tinggi optometri berbasis wakaf. Aktriyo merupakan satu-satunya akademi optometri berbasis wakaf di Indonesia.
“Karenanya pengalaman 30 tahun Tamzis penting bagi saya untuk belajar dan mengimplementasikannya di Perancis bahkan tidak hanya untuk muslim tapi juga untuk nonmuslim, sehingga mereka memiliki kemandirian ekonomi,” ujar Ahmadu.
Selain itu, juga dilakukan kunjungan lapangan di beberapa pasar di Yogyakarta dan sekitarnya untuk melihat secara langsung proses pelayanan Tamzis dengan mengunjungi para pedagang pasar tradisional. Hal tersebut dilakukan untuk mengajak para peserta agar dapat melihat secara langsung proses pelayanan Tamzis terhadap para anggota yang merupakan para pedagang pasar tradisional.
Kegiatan kunjungan studi lapangan dilakukan pada hari ketiga yakni dengan kunjungan ke pasar tradisional Beringharjo, Bantul, dan Jodog. Sedangkan hari keempat, kunjungan dilakukan ke Yogyakarta Optometry Academy (Aktriyo) yang merupakan salah satu mitra Baitul Maal Tamzis dalam pengembangan program pendidikan tinggi optometri berbasis wakaf. Aktriyo merupakan satu-satunya akademi optometri berbasis wakaf di Indonesia.
(rca)
Lihat Juga :