Pimpinan Muhammadiyah Temui Jokowi di Istana, Sampaikan Penghormatan dan Terima Kasih
Selasa, 17 September 2024 - 14:30 WIB
loading...
A
A
A
"Jadi, itu tradisi yang memang harus kita kembangkan dalam kehidupan kebangsaan kita, di mana keragaman latar belakang, keragaman pilihan politik, keragaman dalam menghadapi dinamika kehidupan kebangsaan yang memang selalu muncul dalam setiap perkembangan kehidupan bernegara, itu tidak mengurangi kita untuk terus menjalin persatuan, komunikasi, dan saling menghargai," jelasnya.
Baca juga: Maknai Maulid Nabi, PP Muhammadiyah: Islam Ajarkan Kebaikan dan Kedamaian
Muhammadiyah, kata Haedar, juga mengapresiasi program-program infrastruktur dan berbagai program yang dikembangkan oleh Presiden Jokowi termasuk pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).
"Kami tadi berdiskusi bagaimana ke depan Indonesia harus juga mengembangkan sumber daya manusia yang berkarakter Indonesia, tapi juga penguasaan scientific yang tinggi dan berdaya saing," kata Haedar.
Haedar berharap pemerintah dan Muhamadiyah dapat bekerja sama dalam membuat langkah strategis untuk bisa sumber daya manusia (SDM). Menurutnya, human development index, daya saing dan juga IQ bangsa Indonesia saat ini masih tertinggal. "Sehingga perkembangan fisik infrastruktur dan sistem kita berbangsa-bernegara itu kemudian terintegrasi dengan pengembangan SDM-nya," ungkapnya.
Baca juga: Maknai Maulid Nabi, PP Muhammadiyah: Islam Ajarkan Kebaikan dan Kedamaian
Muhammadiyah, kata Haedar, juga mengapresiasi program-program infrastruktur dan berbagai program yang dikembangkan oleh Presiden Jokowi termasuk pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).
"Kami tadi berdiskusi bagaimana ke depan Indonesia harus juga mengembangkan sumber daya manusia yang berkarakter Indonesia, tapi juga penguasaan scientific yang tinggi dan berdaya saing," kata Haedar.
Haedar berharap pemerintah dan Muhamadiyah dapat bekerja sama dalam membuat langkah strategis untuk bisa sumber daya manusia (SDM). Menurutnya, human development index, daya saing dan juga IQ bangsa Indonesia saat ini masih tertinggal. "Sehingga perkembangan fisik infrastruktur dan sistem kita berbangsa-bernegara itu kemudian terintegrasi dengan pengembangan SDM-nya," ungkapnya.
(cip)
Lihat Juga :