Kesahajaan Paus dan Kewibawaan Imam Besar Istiqlal
Jum'at, 06 September 2024 - 17:00 WIB
loading...
A
A
A
Sempat pula terlintas di benak penulis, dari sekian banyak tokoh yang tersohor dan juga punya pengaruh, kenapa Imam Besar yang mendapatkan spotlight / sorot cahaya? Jawabannya tak lain, "Tuizzu Man Tasyaa". Allah memuliakan seseorang yang Dia kehendaki. Begitupun sebaliknya.
Kesahajaan, kharisma, dan kewibawaan adalah sesuatu yang given, datang secara alamiah. Akumulasi dari pengetahuan, pengalaman, dan kearifan. Itulah kenapa menurut Sayyidina Ali Karramallahu Wajhah dalam Riyadusshalihin: "Memandang wajah Ulama bernilai ibadah, juga menjadi cahaya mata dan cahaya hati".
Alhasil, semoga kebersamaan para tokoh, antusiasme umat dan masyarakat, menjadi semacam oase di tengah keringnya sahara ruang publik kita akhir-akhir ini. Kehadiran Pope, keterbukaan Pak Jokowi dan para petinggi negara, serta keindahan sikap para pemimpin umat, menjadi embun penyejuk di tengah dahaga umat akan kearifan dan keteladanan.
Kita optimis, dengan harmonisnya hubungan Indonesia dan Tahta Suci, jalan menuju dunia yang semakin damai dan sejuk akan kian terbuka. Momen epic kebersamaan Paus dan Imam Besar Istiqlal, saling cium kepala dan cium tangan, akan menjadi semacam prasasti yang terpahat dalam di batin pemeluk Agama di dunia untuk terus menjaga kehidupan yang menjadi berkat bagi segenap umat manusia.
Kesahajaan, kharisma, dan kewibawaan adalah sesuatu yang given, datang secara alamiah. Akumulasi dari pengetahuan, pengalaman, dan kearifan. Itulah kenapa menurut Sayyidina Ali Karramallahu Wajhah dalam Riyadusshalihin: "Memandang wajah Ulama bernilai ibadah, juga menjadi cahaya mata dan cahaya hati".
Alhasil, semoga kebersamaan para tokoh, antusiasme umat dan masyarakat, menjadi semacam oase di tengah keringnya sahara ruang publik kita akhir-akhir ini. Kehadiran Pope, keterbukaan Pak Jokowi dan para petinggi negara, serta keindahan sikap para pemimpin umat, menjadi embun penyejuk di tengah dahaga umat akan kearifan dan keteladanan.
Kita optimis, dengan harmonisnya hubungan Indonesia dan Tahta Suci, jalan menuju dunia yang semakin damai dan sejuk akan kian terbuka. Momen epic kebersamaan Paus dan Imam Besar Istiqlal, saling cium kepala dan cium tangan, akan menjadi semacam prasasti yang terpahat dalam di batin pemeluk Agama di dunia untuk terus menjaga kehidupan yang menjadi berkat bagi segenap umat manusia.
(rca)
Lihat Juga :