alexametrics

Gelar Rakernas, IPNU Angkat Isu Inovasi dan Revolusi Industri 4.0

loading...
Gelar Rakernas, IPNU Angkat Isu Inovasi dan Revolusi Industri 4.0
Ketua Umum Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PP IPNU) Aswandi Jailani. Foto/Dok/PP IPNU
A+ A-
JAKARTA - Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PP IPNU) akan menggelar Konferensi Besar (Konbes) dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Pondok Pesanten Minhadlul Ulum, Pasewaran, Lampung pada 18-20 Oktober 2019. Kegiatan yang diikuti lebih dari 350 peserta dari 26 pimpinan wilayah dan pusat ini mengambil tema “Berkolaborasi Membangun Inovasi Mengawal NKRI”.

Ketua Umum PP IPNU Aswandi Jailani mengatakan, tema ini sengaja diambil karena dunia saat ini telah masuk pada era revolusi industri 4.0 yang semuanya berbasis teknologi. ”Tema ini sengaja diambil karena melihat konteks perkembangan zaman yang saat ini sudah masuk dalam era digitalisasi yang kita kenal dengan era Revolusi Industri 4.0, bahkan sudah masuk era Society 5.0. Untuk itu, dibutuhkan inovasi dan kolaborasi,” ujar Aswandi.

Aswandi menambahkan, inovasi adalah kunci di zaman yang serba teknologi saat ini. Dalam berinovasi juga diperlukan saling berkolaborasi. Inovasi dan kolaborasi ini juga diperlukan untuk mengawal NKRI, terutama dalam pengembangan SDM yang cerdas berkarakter.



Selain masalah isu teknologi, Rakernas ini juga membahas sejumlah isu internal dan eksternal lainnya. Dalam ranah internal, akan dibahas isu penguatan dan konsolidasi organisasi, merumuskan konsep kaderisasi, bahkan sampai pada bagaimana pementapan ideologisasi.

Sedangkan isu eksternal, dalam rakernas akan dibahas tentang wabah radikalisme di kalangan pelajar dan mahasiswa, peninjauan Permendiknas Nomor 39 Tahun 2008, ketahanan informasi, talenta muda Indonesia bahkan sampai pada pengawalan terhadap undang-undang pesantren.

”Konbes dan Rakernas ini merupakan ajang untuk membuat dan merumuskan rencana strategis untuk pengembangan organisasi, kaderisasi dan ideologi. Selain itu juga akan menyoroti tentang kebijakan kebijakan pemerintah, seperti Permendikbud No 39 tahun 2008, talenta muda Indonesia, radikalisme pelajar bahkan pada UU Pesantren,” ungkap Sekretaris Umum PP IPNU, Mufarrihul Hazin.

Konsep acara selain persidangan, di konbes dan rakernas, juga akan diadakan pelatihan riset dan launching Badan Student Reseach Center (SRC), Seminar Kewirausahaan Muda, serta Launching Majalah Lensa Remaja. Selain itu juga akan digelar Haul Akbar Prof. Dr. Tholhah Mansur ke-33 serta doa bersama pelajar untuk bangsa.
(pur)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak