alexametrics

Pakaian Pelantikan untuk Jokowi-Ma'ruf Masih Tanda Tanya

loading...
Pakaian Pelantikan untuk Jokowi-Maruf Masih Tanda Tanya
Jokowi-Ma'ruf akan dilantik sebagai Presiden dalam masa jabatan periode 2019-2024. Pelantikan akan dilaksanakan pada 20 Oktober 2019 mendatang. (Foto/SINDOnews/Dok)
A+ A-
JAKARTA - Joko Widodo (Jokowi) akan dilantik kembali sebagai Presiden dalam masa jabatan periode 2019-2024. Pelantikan akan dilaksanakan pada 20 Oktober 2019 mendatang.

Sementara bagi KH Ma'ruf Amin, selaku Wakil Presiden terpilih menjadi pengalaman pertama. Pada 20 Oktober nanti, Ketua Umum MUI itu akan dilantik untuk pertama kalinya sebagai orang nomor dua di Indonesia, menggantikan posisi Jusuf Kalla (JK).

(Baca juga: Korupsi di Daerah Masih Marak Terjadi)



Belum ada informasi resmi tentang persiapan yang akan dilakukan Jokowi dan Ma'ruf jelang pelantikan mereka dari internal protokoler maupun pihak keluarga.

"Wah saya belum tahu. Soal pakaian yang nanti atur ya beliau berdua dan protokoler," kata Sekjen DPP PPP, Arsul Sani saat dihubungi SINDOnews, Rabu (9/10/2019).

Pada saat menyampaikan sumpah dan janji jabatan sebagai Presiden 2014 lalu, Jokowi terlihat mengenakan setelan jas, dan hal itu juga diikuti oleh Wapres JK.

Saat ini, Jokowi tak lagi bersama JK, melainkan Kiai Ma'ruf yang tampak kesehariannya mengenakan sarung baik untuk kegiatan resmi, undanga-undangan maupun saat santai bersama keluarga.

Belum diketahui secara pasti apakah Kiai Ma'ruf akan tetap mengenakan sarung seperti biasanya pada saat pelantikan atau justeru berani melepas identitas yang selama ini dikenakan dan memilih memakai celana dan setelan jas.

Putra Kiai Ma'ruf, Ahmad Sauqi atau akrab disapa Gus Oqi yang dihubungi belum memberi jawaban saat dimintai komentar terkait 'bocoran' persiapan sang ayah menuju pelantikan.

Namun kembali ke soal Sarung, apakah Kiai Ma'ruf akan tetap mengenakan hal itu, Arsul mengatakan, dari sisi aturan tidak ada keharusan memakai celana. Artinya, Mustasyar PBNU itu masih boleh memakai sarung.

"Seingat saya tidak ada (aturan melarang pihak yang dilantik memakai sarung)," kata Arsul yang juga mantan Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan Jokowi-Ma'ruf itu menandaskan.
(maf)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak