Cukup Kalung Corona, PKS Minta Vaksin dan BLT Bukan Harapan Palsu
Rabu, 26 Agustus 2020 - 12:20 WIB
loading...
Kalung yang sempat diklaim sebagai antivirus Corona hingga kini belum terbukti secara ilmiah. Foto/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Anggota Komisi IX DPR RI Kurniasih Mufidayati meminta pemerintah tidak menjadi pemberi harapan palsu (PHP). Dia menyoroti sejumlah program yang dilontarkan pemerintah namun belum terealisasi juga, seperti vaksin Covid-19 dan bantuan langsung tunai untuk pegawai atau karyawan.
Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini mempertanyakan klaim Presiden Jokowi yang menyebut bakal memproduksi 30 juta vaksin Covid-19 di dalam negeri hingga akhir 2020 dan 290 juta hingga 2021 perlu dipertanyakan. Menurut dia, klaim semacam ini hanya membuat masyarakat yang sudah susah makin menjadi korban.
Dampaknya, masyarakat yang terlanjur terlalu percaya lalu mengabaikan kaidah ilmiah. Ujung-ujungnya masyarakat malah skeptis lantaran klaim pemerintah tidak juga terbukti. "Setelah sebelumnya kalung anti corona, klaim harus hati-hati dikeluarkan organ resmi pemerintah," ujar Mufida dalam keterangan tertulisnya, Rabu (26/8/2020).
(Baca: Mardani Ali Sera Sarankan Duit Influencer untuk Riset Vaksin Covid-19)
Kurniasih menegaskan dukungan pada setiap upaya penelitian obat dan vaksin Covid-19. Hanya, dia meminta penelitian dilakukan dengan benar, teruji secara klinis dan ilmiah. ”Ini sekaligus mendidik masyarakat agar mendapatkan informasi yang jelas dan terukur, tidak bombastis hanya demi sesuatu yang tidak subtantif dalam perang melawan Covid-19," kata Mufida.
Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini mempertanyakan klaim Presiden Jokowi yang menyebut bakal memproduksi 30 juta vaksin Covid-19 di dalam negeri hingga akhir 2020 dan 290 juta hingga 2021 perlu dipertanyakan. Menurut dia, klaim semacam ini hanya membuat masyarakat yang sudah susah makin menjadi korban.
Dampaknya, masyarakat yang terlanjur terlalu percaya lalu mengabaikan kaidah ilmiah. Ujung-ujungnya masyarakat malah skeptis lantaran klaim pemerintah tidak juga terbukti. "Setelah sebelumnya kalung anti corona, klaim harus hati-hati dikeluarkan organ resmi pemerintah," ujar Mufida dalam keterangan tertulisnya, Rabu (26/8/2020).
(Baca: Mardani Ali Sera Sarankan Duit Influencer untuk Riset Vaksin Covid-19)
Kurniasih menegaskan dukungan pada setiap upaya penelitian obat dan vaksin Covid-19. Hanya, dia meminta penelitian dilakukan dengan benar, teruji secara klinis dan ilmiah. ”Ini sekaligus mendidik masyarakat agar mendapatkan informasi yang jelas dan terukur, tidak bombastis hanya demi sesuatu yang tidak subtantif dalam perang melawan Covid-19," kata Mufida.
Lihat Juga :