Pemerintah Habiskan Rp90 M Bayar Influencer, Netty PKS: Apa Tidak Mubazir?
Minggu, 23 Agustus 2020 - 12:41 WIB
loading...
Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Temuan Indonesia Corruption Watch (ICW) tentang pemerintah menggelontorkan dana Rp90,45 miliar untuk keperluan sosialisasi kebijakan melalui jasa influencer atau okoh berpengaruh terus mendapatkan tanggapan. Kali ini, Wakil Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPR RI Netty Prasetiyani Aher yang angkat bicara.
Netty mempertanyakan apakah anggaran sebesar itu signifikan dalam membangun komunikasi efektif antara pemerintah dan rakyat. "Apa tidak mubazir?" kata Netty dalam keterangan tertulisnya kepada SINDOnews, Minggu (23/8/2020).
Menurut Netty, dana sebesar itu lebih baik disalurkan untuk program yang berdampak langsung ke masyarakat. Apalagi saat ini banyak masyarakat yang terdampak Covid-19 .
(Baca juga: Hatta: Sangat Rugi Membiayai Mereka yang Maju Tak Gentar Membela yang Bayar ).
Maka itu, kata Netty, pemerintah perlu menjelaskan tujuan penggunaan influencer dalam proses komunikasi publik. "Saya khawatir jika tujuannya untuk mempengaruhi opini publik dengan cara instan dan masif agar setuju atau membenarkan kebijakan pemerintah," katanya.
Netty mempertanyakan apakah anggaran sebesar itu signifikan dalam membangun komunikasi efektif antara pemerintah dan rakyat. "Apa tidak mubazir?" kata Netty dalam keterangan tertulisnya kepada SINDOnews, Minggu (23/8/2020).
Menurut Netty, dana sebesar itu lebih baik disalurkan untuk program yang berdampak langsung ke masyarakat. Apalagi saat ini banyak masyarakat yang terdampak Covid-19 .
(Baca juga: Hatta: Sangat Rugi Membiayai Mereka yang Maju Tak Gentar Membela yang Bayar ).
Maka itu, kata Netty, pemerintah perlu menjelaskan tujuan penggunaan influencer dalam proses komunikasi publik. "Saya khawatir jika tujuannya untuk mempengaruhi opini publik dengan cara instan dan masif agar setuju atau membenarkan kebijakan pemerintah," katanya.
Lihat Juga :