Ambisi Prabowo di Laut, Antara Asa dan Realita

Rabu, 28 Agustus 2024 - 05:15 WIB
loading...
Ambisi Prabowo di Laut,...
Ilustrasi: Masyudi/SINDOnews
A A A
"InsyaAllah dalam waktu yang bisa kelihatan bahwa TNI akan menjadi sangat kuat di Asia Tenggara. Angkatan Laut kita akan kembali jaya di samudera.''

Pernyataan yang disampaikan Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto dalam rapat kerja dengan Komisi I DPR, Kamis (27/1/2022) mencerminkan ambisi membangun kekuatan TNI, khususnya TNI Angkatan Laut (AL), secara besar-besaran dalam waktu cepat. Sebagai menteri pertahanan, keinginan tersebut tentu tidak bisa sebatas bualan, tapi juga harus benar-benar diejawantahkan dalam program-program Kementerian Pertahanan (Kemhan) hingga bisa mendukung target tersebut.

baca juga: TNI AL Siapkan Taktik Gerilya?

Mustahil dalam hitungan dua tahun ambisi tersebut ‘bim salabim’ terwujud. Minimal, di akhir jabatan sebagai menteri pertahanan sebelum memegang amanah sebagai RI 1, jalan menuju kejayaan kekuatan armada laut sudah menunjukkan hilal. Fondasi dan kerangka terwujudnya kejayaan TNI AL harus telah tampak kokoh, sehingga siapapun pejabat yang akan memegang pos menteri pertahanan nanti tinggal meneruskan.

Di lingkup Asia Tenggara (ASEAN) TNI telah menempati peringkat nomor satu atau terkuat. Posisi ini diteguhkan situs Global Fire Power 2022 yang diterbitkan pertengahan Januari 2022. Pun di level global, kekuatan TNI bahkan naik peringkat menjadi nomor 15. Posisinya mengungguli Jerman, Australia dan Israel. Kekuatan TNI AL tentu menjadi variabel signifikan dalam pembentukan kekuatan TNI.

Namun pernyataan yang disampaikan mantan Danjen Kopassus tersebut lebih dari sekadar itu. Lantas apa yang perlu digarisbawahi? Ada dua kalimat yang perlu mendapat perhatian, yakni ‘TNI akan menjadi sangat kuat di Asia Tenggara’ dan ‘Angkatan Laut kita akan kembali jaya di samudera’.

Penggalan kalimat pertama menunjukkan penekanan TNI akan jauh lebih kuat dari kapasitas saat ini vis- a-vis negara ASEAN. Sedangkan penggalan kedua mengingatkan memori tentang era kejayaan TNI AL di era 60-an. Saat itu TNI AL menjelma sebagai paling terkuat di bumi bagian selatan. Dengan begitu kuatnya armada laut yang sebagian besar produksi Uni Sovyet, Indonesia mampu mengusir Belanda yang ingin melanggengkan kekuasaan di Bumi Cendrawasih. Seolah Prabowo memiliki asa mengembalikan era kejayaan tersebut.

Apa yang disampaikan Prabowo mengandung tensi lebih dibanding menteri pertahanan sebelumnya, yakni semangat sekaligus optimisme untuk menghadirkan postur TNI, khususnya TNI AL, yang jauh lebih berotot. Pesan menggairahkan seperti ini telah lama ditunggu masyarakat, terutama korps TNI AL, yang menginginkan kekuatan armada perang Indonesia di laut disegani di dunia.

Dalam momen yang sama, Prabowo telah membeber target yang akan dicapai dalam waktu 2 tahun ke depan, yakni Indonesia bakal memiliki 50 kapal perang siap tempur. Saat itu belum jelas apakah hal dimaksud merujuk pada pembekalan terhadap kapal yang sudah ada hingga siap tempur, atau pembelian baru. Namun dia memastikan anggaran yang disebut terbesar sepanjang sejarah perjalanan Indonesia itu sudah disetujui Presiden Joko Widodo.

Berdasar data, termasuk yang digunakan Global Fire Power dalam memberikan penilaian pada 2022, secara kuantitas kapal perang yang dimiliki TNI saat ini terbilang banyak. Secara keseluruhan jumlahnya mencapai 296 unit, terdiri dari dari kapal fregat 7 unit, kapal korvet (24), kapal selam (4), kapal patroli (181), mine warfare (11).

Tetapi apabila diukur secara kualitas yang melibatkan sejumlah variabel seperti kecanggihan sistem rudal, sistem manajemen tempur, sistem pertahanan udara, dan lainnya, tentu akan menimbulkan tanda tanya karena faktanya mayoritas kapal perang yang dimiliki TNI AL berusia tua. Bahkan, TNI sudah meminta sebanyak 22 kapal perangnya dipensiunkan karena uzur.

baca juga: TNI AL Merajut Asa untuk Indonesia Emas

Pembangunan kekuatan alutsista tak terhindarkan harus mempertimbangkan perkembangan teknologi. Variabel kecanggihan, dalam hal ini kapal perang modern dengan segala perlengkapan dan persenjataan yang ditenteng, mutlak dibutuhkan untuk merespons dinamika di Laut China Selatan (LCS). Di lain pihak, kapasitas kapal perang TNI dituntut bisa mengimbangi kapal perang yang dikerahkan di kawasan, baik oleh China maupun Amerika Serikat (AS) dan sekutunya.

Di ujung berakhirnya Kabinet Indonesia Maju (KIM) yang tinggal menghitung bulan, menarik ditilik sejauh mana ambisi yang sudah dicanangkan Prabowo tersebut berjalan? Setelah dua tahun berlalu, pada 2022 menapak 2024, alutsista matra laut seperti apa yang sudah dihadirkan untuk TNI AL?

Takdir Harus Kuat di Laut

‘’Jalesveva Jayamahe’’ atau ‘’Justru di Laut Kita Jaya’’ adalah jiwa yang menggerakkan institusi TNI AL. Motto yang sudah mengakar kuat di era Majapahit seolah sudah menjadi penanda bahwa kekuatan armada laut Nusantara yang kini menjelma menjadi TNI AL ditakdirkan harus kuat.

Kondisi ini merupakan keniscayaan karena kekuatan laut sangat dibutuhkan untuk menjaga dan merekatkan Nusantara yang terdiri dari pulau-pulau berserakan yang dirangkai perairan laut. Di lain pihak, kekuatan laut urgen dimiliki karena untaian negeri ini di persimpangan dua samudera, yakni Samudera Indonesia dan Samudera Pasifik, serta dihimpit dua benua, yakni Benua Asia dan Australia.

Dalam catatan perjalanan peradaban dunia, mulai dari era kerajaan, kolonialisme, hingga era kini, posisi stragegis ini secara alamiah bertautan dengan kerentanan konflik akibat kepentingan ekonomi hingga sumber daya alam. Tantangan terbaru yang kini dihadapi adalah nafsu angkara China menguasai mayoritas wilayah LCS, yang serta-merta menarik Amerika Serikat (AS) dan sekutunya ke pusaran konflik di kawasan.

TNI AL sejak didirikan pada pada 10 September 1945 bersamaan terbentuknya Badan Keamanan Rakyat (BKR) yang kemudian bermetamorfosis menjadi TNI sudah menegaskan takdir tersebut lewat visi ‘’terwujudnya TNI AL yang andal dan disegani.’’ Visi demikian mutlak dibutuhkan agar bisa menjalankan tugas secara maksimal.

baca juga: Arti dan Sejarah Doktrin TNI AL Jalesveva Jayamahe

Berdasar Pasal 9 UU No 34 Tahun 2004 tentang TNI, maka TNI AL memiliki tugas antara lain: melaksanakan tugas TNI matra laut di bidang pertahanan, menegakan hukum dan menjaga keamanan di wiliayah laut yurisdiksi nasional sesuai dengan ketentuan hukum internasional yang telah diratifikasi, melaksanakan tugas diplomasi angkatan laut dalam rangka mendukung kebijakan politik luar negeri, melaksanakan tugas TNI dalam pembangunan dan pengembangan kekuatan matra laut, serta melaksanakan pemberdayaan wilayah pertahanan laut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sertijab, Kolonel Laut...
Sertijab, Kolonel Laut (PM) Khoirul Fuad Resmi Jabat Wadan Puspomal
Seskab Teddy: Langit...
Seskab Teddy: Langit Indonesia Harus Aman, Kedaulatan Tidak Bisa Ditawar
Momen Prabowo Cek Cockpit...
Momen Prabowo Cek Cockpit Jet Tempur Rafale Buatan Prancis
Presiden Prabowo Tegaskan...
Presiden Prabowo Tegaskan Pertahanan Kunci Stabilitas Negara
Tambah Alutsista, Prabowo:...
Tambah Alutsista, Prabowo: Indonesia Tak Punya Kepentingan Selain Menjaga Wilayah Sendiri
Pengadaan Alutsista...
Pengadaan Alutsista TNI Harus Didukung Anggaran Perawatan dan Inhan Dalam Negeri
Bea Cukai Pangkal Pinang...
Bea Cukai Pangkal Pinang Sebut 15 Kontainer PMM Telah Memenuhi Syarat
Ini 4 Keunggulan Senjata...
Ini 4 Keunggulan Senjata Laser Cheongwang Buatan Korea Selatan
4 Fakta Kemarahan Malaysia...
4 Fakta Kemarahan Malaysia atas Pembatalan Kesepakatan Pembelian Rudal dengan Norwegia
Rekomendasi
AS Hendak Kerahkan Senjata...
AS Hendak Kerahkan Senjata Nuklir ke Lebih Banyak Negara NATO, Bisa Bikin Rusia Murka
Kuasa Hukum Erin Wartia...
Kuasa Hukum Erin Wartia Kritik Komisi III DPR: Jangan Hanya Dengar Satu Pihak
Local Pride, Ini 8 Tim...
Local Pride, Ini 8 Tim Piala Dunia 2026 yang Pakai Skuad Full Kelahiran Negaranya Sendiri
Berita Terkini
Noel Jelang Vonis Kasus...
Noel Jelang Vonis Kasus Pemerasan di Kemnaker: Naik Asam Lambung Saya
Kejagung Ungkap Tersangka...
Kejagung Ungkap Tersangka Dadan Hindayana dan 2 Eks Waka BGN Bekerja Sama dan Saling Mengetahui
Tersangka Korupsi, Silmy...
Tersangka Korupsi, Silmy Karim dan Pejabat Imigrasi Dinonaktifkan dari Jabatan
Silmy Karim Tersangka...
Silmy Karim Tersangka Korupsi, Menteri Imipas Dukung Proses Penegakan Hukum
Harta Kekayaan Silmy...
Harta Kekayaan Silmy Karim Rp234,5 Miliar, Kini Jadi Tersangka Dugaan Pemerasan
Saiful Mujani Diperiksa...
Saiful Mujani Diperiksa soal Penghasutan, Todung Mulya Lubis: Ini Absurd
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved