Temui PM Malaysia, Prabowo Bakal Tertibkan Masalah Tenaga Kerja
Senin, 27 Januari 2025 - 18:37 WIB
loading...
Presiden Prabowo Subianto mengatakan, bakal menertibkan masalah tenaga kerja. Foto/SindoNews/riana rizkia
A
A
A
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto mengatakan, pemerintah Indonesia dan Malaysia sepakat dalam meningkatkan kerja sama di berbagai bidang. Termasuk, dalam menyelesaikan soal masalah ketenagakerjaan dengan penertiban.
"Kita akan selesaikan masalah-masalah bilateral. Masalah tenaga kerja pun kita sepakat untuk kita tertibkan, semua bidang kita sudah sepakat untuk meningkatkan kerja sama," kata Prabowo setelah melakukan pertemuan dengan Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim di Kuala Lumpur, Senin (27/1/2025).
Seperti diketahui, Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) menembak 5 WNI pekerja Migran unprocedural pada Jumat, 24 Januari 2025 sekitar pukul 03.00 WIB di Perairan Tanjung Ruh, Malaysia. Akibatnya penembakan itu, satu orang meninggal dunia, satu orang kritis, dan tiga lainnya terluka.
Baca juga: Tiba di Malaysia, Presiden Prabowo Disambut Masyarakat dan Pelajar Indonesia
Sebelumnya, Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) menduga, lima pekerja migran yang ditembak oleh APMM di Perairan Tanjung Rhu itu diduga melalui jalur unprocedural atau ilegal.
"Kita akan selesaikan masalah-masalah bilateral. Masalah tenaga kerja pun kita sepakat untuk kita tertibkan, semua bidang kita sudah sepakat untuk meningkatkan kerja sama," kata Prabowo setelah melakukan pertemuan dengan Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim di Kuala Lumpur, Senin (27/1/2025).
Seperti diketahui, Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) menembak 5 WNI pekerja Migran unprocedural pada Jumat, 24 Januari 2025 sekitar pukul 03.00 WIB di Perairan Tanjung Ruh, Malaysia. Akibatnya penembakan itu, satu orang meninggal dunia, satu orang kritis, dan tiga lainnya terluka.
Baca juga: Tiba di Malaysia, Presiden Prabowo Disambut Masyarakat dan Pelajar Indonesia
Sebelumnya, Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) menduga, lima pekerja migran yang ditembak oleh APMM di Perairan Tanjung Rhu itu diduga melalui jalur unprocedural atau ilegal.
Lihat Juga :