Antisipasi Wabah Mpox, Jokowi Minta Pengawasan Pintu Masuk Internasional Diperketat

Selasa, 27 Agustus 2024 - 16:51 WIB
loading...
Antisipasi Wabah Mpox,...
Presiden Jokowi meminta kabinetnya memperketat pengawasan pintu masuk kedatangan internasional khususnya di Bali untuk mengantisipasi wabah mpox. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo ( Jokowi ) meminta kabinetnya memperketat pengawasan pintu masuk kedatangan internasional khususnya di Bali. Hal itu untuk mengantisipasi penyebaran wabah mpox.

Apalagi pada 1 hingga 3 September 2024 nanti akan diselenggarakan Indonesia Africa Forum (IAF) di Bali. Acara tersebut akan dihadiri oleh sejumlah delegasi dari Afrika.

"Tidak hanya di Bali, pengawasan di pintu-pintu masuk kedatangan internasional juga segera dilakukan dari Kementerian Kesehatan dan mungkin dari kementerian lembaga yang lainnya," kata Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (27/8/2024).

Baca juga: Kasus Monkeypox Merebak, Ahli Epidemologi Tekankan Pentingnya Pencegahan

Jokowi menekankan, perlu adanya langkah-langkah pencegahan agar wabah mpox tidak menyebar secara masif di Indonesia. Dirinya meminta para kabinetnya untuk berkaca pada pengalaman penanganan pandemi Covid.

"Karena pengalaman pandemi Covid yang lalu bisa kita lakukan. Sehingga saya minta segera potokol kesehatan dan disosialisasikan secara masif mengenai ini," kata Jokowi.

Baca juga: Wabah Monkeypox Dinyatakan sebagai Darurat Kesehatan Global, Menyebar di 13 Negara

Jokowi juga meminta kepada para menteri kabinet dan kepala lembaga untuk dapat melakukan upaya preventif bagi delegasi dari Afrika ketika menghadiri acara Indonesia Africa Forum (IAF) 2024 di Bali awal September nanti.

Hal tersebut terkait dengan menyebarnya virus mpox atau sebelumnya dikenal sebagai cacar monyet dari Afrika. Saat ini, mpox tidak hanya ditularkan oleh monyet tapi bisa oleh berbagai hewan lainnya. "Saya minta betul-betul ada upaya preventif khususnya bagi para delegasi yang berasal dari Afrika," kata Jokowi.

Jokowi mengatakan mpox telah ditetapkan sebagai Kedaruratan Kesehatan Masyarakat yang Menjadi Perhatian Internasional (Public Health Emergency of International Concern) oleh WHO.

Maka dari itu, Jokowi meminta kabinetnya untuk waspada dan hati-hati apalagi akan ada banyak delegasi dari Afrika datang ke Bali untuk menghadiri Indonesia Africa Forum (IAF).

"Saya juga minta betul betul kehati hatian kita kewaspadaan kita terkait dengan penyebaran wabah mpox. Karena yang saya baca kasus mpox ini sangat meningkat di Kongo," tegasnya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi menggelar Rapat Terbatas persiapan penyelenggaraan IAF di Bali. Dirinya mengungkapkan IAF akan dilaksanakan mulai 1 hingga 3 September.

"Tanggal 1-3 September penyelenggaraan Indonesia Africa Forum, pada forum ini diundang 51 negara, 22 di antaranya negara dari kawasan Afrika, dan diperkirakan yang hadir kurang lebih 1500 peserta," kata Jokowi.

Jokowi pun meminta agar akomodasi untuk kepala negara untuk dipersiapkan dengan baik.

"Yang pertama saya minta diupdate kesiapan penyelenggaraan berapa banyak kepala negara yang akan hadir dan urusan yang berkaitan dengan akomodasi," kata Jokowi.

Jokowi juga meminta adanya hasil nyata dari penyelenggara IAF di Bali nanti. "Kemudian yang kedua saya ingin pastikan ada betul betul hasil nyata dari penyelenggaraan indonesia afrika forum," kata Jokowi.

Turut hadir dalam rapat tersebut yakni Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Mensesneg Pratikno, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan, Menteri PPN/Bapenas Suharso Monoarfa, Menko Polhukam Hadi Thahjanti, Menparekraf Sandiaga Uno, Menkumham Supratman Andi Agtas.

Lalu, Menteri BUMN Erick Thohir, Menhub Budi Karya Sumad, Menkominfo Budi Arie Setiadi, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang, dan Menkes Budi Gunadi Sadikin, serta Kapolri Jenderal Listyo Sigit, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
Ribuan Pekerja Rokok...
Ribuan Pekerja Rokok Tembakau Tolak Rancangan Aturan Kemasan Kemenkes
Asosiasi Minta Rancangan...
Asosiasi Minta Rancangan Aturan Peringatan Kesehatan Tak Bertentangan dengan UU Hak Kekayaan Intelektual
Di Forum Internasional...
Di Forum Internasional Malaysia, PUI Tegaskan Dukungan Pembebasan Ghannouchi
UU Kesehatan Digugat...
UU Kesehatan Digugat Dharma Pongrekun, Kemenkes: Aturan Disusun Perhatikan Hak Warga Negara
Dharma Pongrekun Gugat...
Dharma Pongrekun Gugat UU Kesehatan, Kemenkes Siapkan Penjelasan dan Dokumen Pendukung
Menkes Pastikan Korban...
Menkes Pastikan Korban Penyekapan di Bandung Jalani Rehabilitasi dan Rekonstruksi secara Optimal
Perikhsa Riders Touring...
Perikhsa Riders Touring Perdana Malang-Bali, Bamsoet Tekankan Disiplin dan Persatuan
Panel Energi SPIEF 2026...
Panel Energi SPIEF 2026 Bahas Prospek Harga Minyak Tahun Depan, Bakal Tembus USD170 per Barel?
Rekomendasi
Amalan Jumat: Raih Cahaya...
Amalan Jumat: Raih Cahaya dengan Membaca Surat Al-Kahfi
BPDP Dukung Jakarta...
BPDP Dukung Jakarta Fiscal Forum 2026, Perkuat Kolaborasi untuk Pembangunan Berkelanjutan
Sejak 2023, Kabel Udara...
Sejak 2023, Kabel Udara Sepanjang 11 Kilometer di Jakarta Barat Direlokasi
Berita Terkini
Pengadilan Negeri Jakarta...
Pengadilan Negeri Jakarta Timur Larang Siaran Langsung Sidang Dokter Tifa terkait Ijazah Jokowi
Mensesneg Jelaskan Maksud...
Mensesneg Jelaskan Maksud Prabowo terkait 4 Kali Kalah Pemilu Tak Ganggu Pemegang Mandat
Salam Prabowo Disampaikan...
Salam Prabowo Disampaikan Jumhur, Raja Charles Beri Pujian untuk Indonesia
Prabowo Singgung Pihak...
Prabowo Singgung Pihak Bikin Gaduh usai Pemilu: Kapan Kita Mau Menuju Kesejahteraan untuk Rakyat?
Ajukan Kasasi, Kuasa...
Ajukan Kasasi, Kuasa Hukum Harap MA Vonis Bebas Kerry Anak Riza Chalid
Jokowi Pede PSI Masuk...
Jokowi Pede PSI Masuk Parlemen Senayan di Pemilu 2029
Infografis
9 Poin Penegasan Rektor...
9 Poin Penegasan Rektor UGM terkait Ijazah Jokowi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved