Mardani Ali Sera Sarankan Duit Influencer untuk Riset Vaksin Covid-19

Rabu, 26 Agustus 2020 - 10:34 WIB
loading...
Mardani Ali Sera Sarankan...
Ketua Dewan Pimpinan Pusat PKS Mardani Ali Sera. Foto/dok.PKS
A A A
JAKARTA - Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera mempertanyakan penggunaan anggaran sebesar Rp90 miliar untuk influencer. Dia menyatakan harus ada tolak ukur yang jelas atas penggelontoran dana sebesar itu untuk keberhasilan capaiannya.

“Perlu transparansi dalam penggunaan dana tersebut mengingat transparansi para influencer di Indonesia amatlah minim. Publik perlu tahu mana publikasi yang bersifat pribadi dan mana yang sesuai dengan permintaan pemerintah,” ujarnya melalui akun twitter @MardaniAliSera, Rabu (26/8/2020).

(Baca: Mardani Ali Sera: Selamatkan Rakyat Dulu, Baru Ekonomi)

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) itu menegaskan penggunaan uang rakyat harus jelas pertanggungjawabannya. “Jangan sampai proses demokrasi yang sedang kita bangun menjadi tidak sehat karena ruang percakapan yang ada berpeluang tertutup. Substansi kebijakan yang hendak dibangun pun bisa hilang dengan sendirinya,” tuturnya.

Belum lama ini, masyarakat dihebohkan sejumlah influencer yang mengkampanyekan dan mendukung Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja (Ciptaker). Mereka mengunggah video dengan tagar #IndonesiaButuhKerja.

Sontak unggahan itu, mengundang kritikan pedas masyarakat. RUU Ciptaker sendiri mendapatkan sorotan karena sejumlah pasal dinilai merugikan masyarakat, terutamanya buruh.

Kampanye itu dianggap mengabaikan suara-suara masyarakat yang menentang pembahasan RUU Ciptaker. Bahkan buruh dan sejumlah akademisi menyuarakan penolakannya terhadap RUU tersebut.

(Baca: Andre Rosiade Sindir Giring Nyapres, Tifatul: Biarkan Saja Mas Andre...)

“Imbasnya, apa yang disampaikan ibarat realitas semu. Sebab, hanya mengangkat sisi pemerintah dan terkesan mengindahkan kritik masyarakat,” tutur anggota Komisi II DPR RI tersebut.

Mardani menjelaskan RUU itu menjadi masalah karena tidak ada titik temu antara pemerintah dengan masyarakat. Dia menyebut RUU tersebut dibuat berdasarkan orientasi hasil dan banyak memangkas berbagai aturan yang sebetulnya menciptakan ketidakpastian hukum.

“Saat ini kita berkejaran dengan waktu. Sebaiknya, dana tersebut dialihkan untuk mengatasi pandemi (kesehatan), serta keperluan riset vaksin karena mendesak dilakukan,” pungkasnya.
(muh)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PKS Sebut Sinergi Pemerintah,...
PKS Sebut Sinergi Pemerintah, Dunia Usaha, hingga Masyarakat Kunci Jaga Stabilitas
PKS Tekankan Peran Perempuan...
PKS Tekankan Peran Perempuan dalam Penguatan Ekonomi Keluarga dan Nasional
Fenomena Hijrah Digital...
Fenomena Hijrah Digital dan Influencer Agama Harus Diiringi Kedalaman Ilmu
PKS Perkuat Fundamental...
PKS Perkuat Fundamental Bangsa di Tengah Dinamika Global dan Nasional
Dorong Pendidikan Bermutu,...
Dorong Pendidikan Bermutu, PKS Salurkan Bantuan dan Apresiasi Guru Inspiratif
Opini Influencer yang...
Opini Influencer yang Tidak Kompeten Dinilai Berbahaya bagi Penegakan Hukum
Awkarin Mangkir dari...
Awkarin Mangkir dari Panggilan Polisi Terkait Kasus Hanania Travel, Ini Penjelasan Polisi
Bantah Nikmati Uang...
Bantah Nikmati Uang Jemaah Hanania, Keanu AGL Serahkan Rekening Koran ke Polisi
Keanu Agl Diperiksa...
Keanu Agl Diperiksa Terkait Kasus Hanania Group, Bantah Terima Uang Miliaran Rupiah
Rekomendasi
Khotbah Jumat : 5 Pelajaran...
Khotbah Jumat : 5 Pelajaran dalam Pergantian Tahun Baru Hijriyah
Kisah Ristiana Artanti,...
Kisah Ristiana Artanti, Anak Buruh Proyek yang Berhasil Kuliah Gratis di UGM
Pembangunan Transportasi...
Pembangunan Transportasi Publik Mampu Sejahterakan Warga Daerah
Berita Terkini
Mantan Ketua Ombudsman...
Mantan Ketua Ombudsman Terima Rumah hingga Uang Miliaran di Kasus Korupsi Tambang Nikel
World Giving Report...
World Giving Report 2026: Donasi Global Turun, Indonesia Bertahan di Atas Rata-rata Dunia
Bareskrim Tangkap Kartel...
Bareskrim Tangkap Kartel Narkoba Asal Australia sebelum Terbang dengan Jet Pribadi
Dewan Pers dan Konstituen...
Dewan Pers dan Konstituen Matangkan Usulan Pengaturan Karya Jurnalistik dalam RUU Hak Cipta
Mensesneg Sebut Bakal...
Mensesneg Sebut Bakal Ada Pengurangan Anggaran MBG
Dubes Wang Lutong Ungkap...
Dubes Wang Lutong Ungkap Purbaya Bakal ke China Pekan Depan, Bahas Apa?
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Larang Ondel-ondel Digunakan untuk Ngamen di Jalanan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved