Mengurangi Beban Subsidi Negara dari Tumpukan Sampah

Sabtu, 17 Agustus 2024 - 22:09 WIB
loading...
A A A
“Tahun 2018 mulai dikembangkan lagi, dan 2019 sudah banyak masyarakat yang menggunakan gas metana. Sekarang sudah dialirkan ke empat rukun tetangga (RT). Saya sendiri sudah berhenti menggunakan LPG karena gas mengalir 24 jam,” paparnya.

Infrastruktur untuk mengalirkan gas ke masyarakat pun sangat sederhana. Hanya membutuhkan pipa paralon/PVC berdiameter 1/2 inci. “Sangat efektif untuk memasak dan tidak membahayakan. Perbedaan waktu pembakaran maksimum hanya 5 menit dibandingkan dengan LPG,” tuturnya. Suyono pun menilai, gas metana cocok dikembangkan di kota-kota lainnya dengan volume sampah yang tinggi, karena akan memberikan nilai ekonomis bagi negara dan masyarat.

Pendapat Suyono bukanlah sekadar klaim. Rasum Setiawan warga RT97 Desa Manggar juga merasakan manfaat dari adanya gas metana. Pria kelahiran 1976 yang bermukim di desa Manggar sejak 1997 itu mengungkapkan, saat ini biaya yang harus dia keluarkan untuk membayar gas hanya Rp10.000 per bulan. “Dulu saat menggunakan elpiji, sebulan 4 tabung, total Rp120.000,” sebutnya.

baca juga: Habiskan Subsidi Rp45 T dari APBN, Program Gas Murah Industri Tertentu Dievaluasi

Untuk biaya instalasi, Rasum hanya mengeluarkan Rp100.000 dengan rincian, paralon 1/2 inci Rp80.000 plus keran sebesar Rp20.000. “Jadi saya hanya butuh Rp100.000 saja untuk pasang instalasinya,” ungkap pria asal Purwokerto, Jawa Tengah itu.

Menurut dia, dengan menggunakan gas metana, pengeluaran bulanannya menjadi lebih hemat. “Saya sehari-hari berjualan sayuran. Menggunakan gas metana ini pada 2022, ongkos bulanan menjadi sangat murah,” paparnya.

Selain rumah tangga, gas metana yang berasal dari TPA Manggar juga dinikmati oleh pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Jika pada 2018 silam hanya 1 UMKM yang teraliri gas, saat ini sudah mencapai 28 UMKM. “Keberadaan jaringan gas metana untuk masyarakat ini mampu memangkas biaya. Sekarang cukup membayar Rp 10.000 saja per bulan untuk biaya gas,” kata Ketua UMKM Manggar Norma Septiati.

TPA Manggar diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada Desember 2019 silam. Saat itu, kepala negara menyampaikan, TPA Manggar merupakan tempat pemrosesan akhir sampah yang paling baik di Indonesia. TPA Manggar menggunakan teknologi sanitary landfill dalam pemrosesan. Saat ini, pemerintah tengah memberikan prioritas kepada 10 kota dalam menyelesaikan persoalan sampah. Rata-rata semua kota tersebut ingin mengolah sampah untuk dijadikan energi listrik.

TPA Manggar adalah salah satu bukti bahwa menghadirkan energi murah dan ramah bukanlah hal yang mustahil dilakukan. Program kolaboratif antara pemangku kepentingan dalam mengelola sampah yang dilaksanakan dengan tepat akan menciptakan ekonomi sirkular yang tak hanya mengurangi beban subsidi negara, tetapi juga mengurangi biaya energi dan menggerakkan perekonomian masyarakat.
(hdr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
UMKM Terdampak Kenaikan...
UMKM Terdampak Kenaikan Harga Gas Nonsubsidi, Fahira Idris Sampaikan Rekomendasi Ini
Prabowo Perintahkan...
Prabowo Perintahkan Eksekusi Cepat Tambang di Kawasan Hutan
IISM Dorong Transisi...
IISM Dorong Transisi Energi Berkeadilan bagi Masyarakat
Kejagung Ungkap Kewenangan...
Kejagung Ungkap Kewenangan Pengawasan Tambang Samin Tan Ada di ESDM
Kortas Tipidkor Polri...
Kortas Tipidkor Polri Tetapkan 3 Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Proyek PJUTS di ESDM
Akses Darat Masih Terbatas,...
Akses Darat Masih Terbatas, Penyaluran BBM dan Gas via Udara untuk 3 Kabupaten di Aceh
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
Harga BBM Nonsubsidi...
Harga BBM Nonsubsidi Mendadak Naik di Tengah Malam, DPR Bakal Panggil ESDM dan Pertamina
Krisis Energi Global,...
Krisis Energi Global, Industri dan Sektor Energi Perlu Dijaga Bersama
Rekomendasi
Dalil Hadis tentang...
Dalil Hadis tentang Keutamaan Muharram dan Amalannya
Adu Otak Bukan Otot:...
Adu Otak Bukan Otot: Luís Figo dan Ambisi Baru Game Mobile di Indonesia
Pertamina EP Cepu Catat...
Pertamina EP Cepu Catat Kinerja Positif, Siap Percepat Transisi Energi
Berita Terkini
BPJS Kesehatan Pastikan...
BPJS Kesehatan Pastikan Layanan Peserta Tanpa Diskriminasi
MBG Perlu Dilanjutkan...
MBG Perlu Dilanjutkan dengan Evaluasi, Perbaikan Tata Kelola, dan Efisiensi Anggaran
Demonstrasi Ketidakpastian...
Demonstrasi Ketidakpastian Hukum dalam Penanganan Perkara dr Tifa dan Roy Suryo pada Polemik Ijazah Joko Widodo
Harga Pertamax Naik,...
Harga Pertamax Naik, Pengamat UGM: Tak Bisa Ditahan Lagi Pemerintah
HUT ke-6 LAFKI, Transformasi...
HUT ke-6 LAFKI, Transformasi Kesehatan Tak Boleh Hanya Terjadi di Atas Kertas
Wajah Baru Lapas Indonesia,...
Wajah Baru Lapas Indonesia, Dirjen Pemasyarakatan: Tak Lagi Sekadar Penjara
Infografis
Pasar di Jakarta Hasilkan...
Pasar di Jakarta Hasilkan 500 Ton Sampah Per Hari
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved