alexametrics

Ketua DPR Sebut Parlemen Berperan Besar Atasi Ketimpangan Dunia

loading...
Ketua DPR Sebut Parlemen Berperan Besar Atasi Ketimpangan Dunia
Ketua DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) saat membuka Forum Parlemen Dunia di Bali. (Foto/Abdul Rochim/SINDOnews)
A+ A-
BALI - Ketimpangan dan ketidaksetaraan pendapatan saat ini terus meningkat di berbagai belahan dunia. Karena itu, diperlukan upaya serius untuk mengurangi ketimpangan yang saat ini menjadi tantangan global.

Dalam hal ini, parlemen dinilai memiliki peranan penting dalam mengatasi tantangan global seperti kemiskinan, ketimpangan, iklim, degradasi lingkungan, kemakmuran, perdamaian dan keadilan.

"Kesenjangan yang terjadi di berbagai belahan dunia membutuhkan peran penting parlemen di dalamnya,” ujar Ketua DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) saat membuka Forum Parlemen Dunia untuk Tujuan Kemajuan Berkelanjutan atau World Parliamentary Forum on Sustainable Development ke-3 bertema "Memerangi Ketimpangan melalui Inklusi Sosial dan Keuangan," di Bali, Rabu (4/9/2019).



Bamsoet mengatakan, melalui forum ini diharapkan ada kesamaan sikap dan pandangan membangun negara di antara sejumlah anggota parlemen dunia dalam mengatasi berbagai persoalan bangsa, terutama ketimpangan dan kemiskinan, termasuk masalah iklim.

"Jadi beberapa negara tadi hadir dan kita dua hari ini akan melakukan diskusi untuk menyamakan sikap ke depan untuk dibawa ke negara masing-masing. Kita kritisi, saling tukar pikiran agar ada kesamaan sikap pandangan dan tindakan," tuturnya.

Dikatakan Bamsoet, Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) merupakan komitmen global untuk mencapai masa depan yang lebih baik dan berkelanjutan untuk semua, dan bertujuan untuk mengatasi tantangan global seperti kemiskinan, ketimpangan, iklim, degradasi lingkungan, kemakmuran, perdamaian dan keadilan.

Namun faktanya, saat ini terjadi ketimpangan di dalam dan di antara negara-negara yang terus menjadi perhatian global, terlepas dari kemajuan dan upaya yang telah dilakukan.

"Ketidaksetaraan pendapatan terus meningkat di banyak bagian dunia, bahkan 40 persen penduduk termiskin dari populasi di banyak negara telah meningkat jumlahnya. Penekanan yang lebih besar perlu diberikan pada upaya untuk mengurangi ketimpangan dalam peluang, pendapatan, dan kemampuan," paparnya.

Selama bertahun-tahun, kata Bamsoet, ketimpangan menghadirkan tantangan dalam perwujudan hak asasi manusia. Dampak ketimpangan pada masyarakat dapat sangat parah, terutama menciptakan dan melanggengkan kemiskinan serta marginalisasi yang pada akhirnya dapat menyebabkan konflik.

"Dalam merespons kondisi ini, parlemen dengan fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasannya, berperan penting dalam memastikan komitmen pembangunan seperti yang tertera pada TPB dapat tercapai," urainya.

Indonesia kata Bamsoet, sangat berkomitmen terhadap suksesnya implementasi TPB karena nilai yang terkandung sejalan dengan fokus kebijakan Indonesia dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

Salah satu capaian Indonesia antara lain dibentuknya Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan sebagai upaya mewujudkan target Universal Health Coverage dengan pengalokasian 5 persen APBN untuk sektor kesehatan dan alokasi 20 persen APBN untuk sektor pendidikan.

Forum Parlemen Dunia ini dihadiri ketua parlemen dan perwakilan organisasi internasional dari berbagai negara di dunia. Antara lain Ketua Parlemen Portugal, Gambia, Timor Leste, Arab Saudi, dan Presiden Inter-Parliamentary Union (IPU) Gabriella Cuevas Barron. Hasir pula Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Gubernur Bali I Wayan Koster dalam pembukaan forum ini.
(maf)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak