7 Fakta Alex Kawilarang, Sosok Jenderal Tampan Pendiri Kopassus
Sabtu, 10 Agustus 2024 - 05:20 WIB
loading...
A
A
A
Setibanya di lapangan udara ia langsung memarahi komandan Brigade Mataram, Letkol Soeharto. Dalam satu wawancara, Kawilarang membantah bahwa ia menyerang Soeharto, tetapi ia mengakui bahwa dia harus menegurnya pada waktu itu.
Sejarawan dan tokoh pemuda 1945, Des Alwi menyebutkan jika tindakan Kawilarang pada Soeharto ini membuatnya tidak pernah dimaafkan oleh Presiden Kedua RI itu. Sehingga sampai Kawilarang meninggal, Soeharto tidak pernah berbicara dengan bekas atasannya itu.
Pada 15 April 1952, Kawilarang mendirikan Kesatuan Komando Tentara Territorium III (Kesko TT) di Batujajar, Jawa Barat, ketika ia menjadi Panglima TT III/Siliwangi. Dirinya lantas meminta Moch. Idjon Djanbi, seorang mantan komando KNIL, untuk melatih unit tersebut.
Keterlibatannya dalam Permesta menghentikan karier militernya dengan TNI, tetapi ia tetap populer dan aktif dalam komunitas angkatan bersenjata sampai masa tuanya.
Sejarawan dan tokoh pemuda 1945, Des Alwi menyebutkan jika tindakan Kawilarang pada Soeharto ini membuatnya tidak pernah dimaafkan oleh Presiden Kedua RI itu. Sehingga sampai Kawilarang meninggal, Soeharto tidak pernah berbicara dengan bekas atasannya itu.
6. Membentuk Kopassus
Pengalaman pertempuran di Maluku mendorong Kawilarang untuk membentuk pasukan yang menjadi cikal bakal Komando Pasukan Khusus (Kopassus). Namun ada pula pendapat yang menyebut jika ide pasukan khusus ini adalah gagasan Kawilarang dan Riyadi.Pada 15 April 1952, Kawilarang mendirikan Kesatuan Komando Tentara Territorium III (Kesko TT) di Batujajar, Jawa Barat, ketika ia menjadi Panglima TT III/Siliwangi. Dirinya lantas meminta Moch. Idjon Djanbi, seorang mantan komando KNIL, untuk melatih unit tersebut.
7. Ikut Serta dalam Permesta
Pada tahun 1958 ia mengundurkan diri dari jabatannya sebagai atase militer di Amerika Serikat untuk bergabung dengan pemberontakan Permesta di mana ia harus melawan pasukan Kopassus yang ia bentuk sebelumnya.Keterlibatannya dalam Permesta menghentikan karier militernya dengan TNI, tetapi ia tetap populer dan aktif dalam komunitas angkatan bersenjata sampai masa tuanya.
(abd)
Lihat Juga :