7 Fakta Alex Kawilarang, Sosok Jenderal Tampan Pendiri Kopassus
Sabtu, 10 Agustus 2024 - 05:20 WIB
loading...
A
A
A
Kemudian, ia melanjutkan ke Akademi Militer Kerajaan (Koninklijk Militaire Academie) darurat di Bandung dan Garut, Jawa Barat dari 1940 sampai 1942. Dia sekelas dengan AH Nasution dan TB Simatupang.
Kawilarang selamat, tetapi menderita cacat seumur hidup di lengan kanannya dan banyak bekas luka. Pada 1944, ayah Kawilarang diduga tewas ketika ia menjadi seorang tawanan di kapal kargo Jepang, Junyo Maru.
Baca juga: Profil Alex Kawilarang Pendiri Kopassus, Pasukan Elite TNI yang Ditakuti Dunia
Dirinya juga pernah menjabat sebagai Gubernur Militer wilayah Aceh dan Sumatera Utara merangkap Wakil Koordinator Keamanan dengan pangkat kolonel di tahun 1949. Bahkan di usianya yang baru menginjak 30 tahun, ia telah diangkat sebagai Panglima Operasi Pasukan Ekspedisi pada 15 April 1950.
Ternyata itu disebabkan karena pasukan yang seharusnya mempertahankan kota Makassar, telah melarikan diri ke Lapangan Udara Mandai. Kawilarang marah besar dan segera kembali ke Makassar.
3. Menderita Cacat Karena Jepang
Selama pendudukan Jepang, orang-orang Manado, Ambon, dan Indo sering ditangkap secara acak karena kedekatan mereka dengan Belanda. Kawilarang disiksa beberapa kali oleh pasukan Jepang pada 1943 dan 1944.Kawilarang selamat, tetapi menderita cacat seumur hidup di lengan kanannya dan banyak bekas luka. Pada 1944, ayah Kawilarang diduga tewas ketika ia menjadi seorang tawanan di kapal kargo Jepang, Junyo Maru.
Baca juga: Profil Alex Kawilarang Pendiri Kopassus, Pasukan Elite TNI yang Ditakuti Dunia
4. Menduduki Posisi Strategis Setelah Revolusi Nasional
Setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, Alex Kawilarang mulai mendapatkan posisi menjanjikan di militer Tanah Air. Mulai dari Kepala Staf Resimen Infanteri Bogor Divisi II Jawa Barat, hingga komandan Brigade II/Surya Kencana di 1946.Dirinya juga pernah menjabat sebagai Gubernur Militer wilayah Aceh dan Sumatera Utara merangkap Wakil Koordinator Keamanan dengan pangkat kolonel di tahun 1949. Bahkan di usianya yang baru menginjak 30 tahun, ia telah diangkat sebagai Panglima Operasi Pasukan Ekspedisi pada 15 April 1950.
5. Pernah Memarahi Soeharto
Kisah ini datang ketika Kawilarang menjabat sebagai Panglima TT VII/Indonesia Timur, Kawilarang baru saja melapor kepada Presiden Soekarno bahwa keadaan di Makassar sudah aman. Namun Soekarno malah menyodorkan sebuah radiogram yang baru saja diterimanya yang melaporkan bahwa pasukan KNIL Belanda sudah menduduki Makassar.Ternyata itu disebabkan karena pasukan yang seharusnya mempertahankan kota Makassar, telah melarikan diri ke Lapangan Udara Mandai. Kawilarang marah besar dan segera kembali ke Makassar.
Lihat Juga :