7 Fakta Alex Kawilarang, Sosok Jenderal Tampan Pendiri Kopassus

Sabtu, 10 Agustus 2024 - 05:20 WIB
loading...
7 Fakta Alex Kawilarang,...
Alex Kawilarang adalah salah satu tokoh militer pendiri Komando Pasukan Khusus (Kopassus). FOTO/ISTIMEWA
A A A
JAKARTA - Alex Kawilarang adalah salah satu tokoh militer yang namanya tidak dapat dilepaskan dari Komando Pasukan Khusus ( Kopassus ). Pasukan elite ini dikenal sebagai satuan dengan kemampuan paling 'berbahaya' di militer Indonesia.

Pria bernama lengkap Alexander Evert Kawilarang tersebut merupakan perwira Tentara Nasional Indonesia (TNI) di masa Revolusi Nasional Indonesia dan mantan anggota KNIL. Dia lahir di Jatinegara, Jakarta pada 23 Februari 1920. Karier militernya telah menyajikan berbagai fakta menarik, dari yang pernah memarahi Soeharto hingga mendirikan Korps Baret Merah.

Baca juga: Daftar 32 Perwira Tinggi TNI yang Masuk Masa Pensiun Akhir Juli 2024

7 Fakta Alex Kawilarang

1. Berasal dari Keluarga Militer

Ayah Alex Kawilarang yang bernama Alexander Herman Hermanus Kawilarang adalah seorang mayor KNIL. Orang tuanya ini berasal dari Remboken di Sulawesi Utara.

Pria yang masuk dalam sub-suku Toulour ini merupakan sepupu dari Daan Mogot, Direktur Akademi Militer Tangerang yang tewas dalam Pertempuran Lengkong yang berupaya melucuti depot tentara Jepang pada 1946.

2. Menjalani Sistem Pendidikan Eropa yang Komprehensif

Alex Kawilarang memulai pendidikan dasarnya di Europeesche Lagere School (ELS). Selesai dari situ, ia melanjutkan ke Hoogere Burgerschool te Bandoeng.

Selesai dari pendidikan menengahnya, Kawilarang mengikuti jejak ayahnya dan masuk pendidikan militer, mula-mula di Korps Pendidikan Perwira Cadangan KNIL (Corps Opleiding Reserve Officeren, CORO) pada 1940.

Kemudian, ia melanjutkan ke Akademi Militer Kerajaan (Koninklijk Militaire Academie) darurat di Bandung dan Garut, Jawa Barat dari 1940 sampai 1942. Dia sekelas dengan AH Nasution dan TB Simatupang.

3. Menderita Cacat Karena Jepang

Selama pendudukan Jepang, orang-orang Manado, Ambon, dan Indo sering ditangkap secara acak karena kedekatan mereka dengan Belanda. Kawilarang disiksa beberapa kali oleh pasukan Jepang pada 1943 dan 1944.

Kawilarang selamat, tetapi menderita cacat seumur hidup di lengan kanannya dan banyak bekas luka. Pada 1944, ayah Kawilarang diduga tewas ketika ia menjadi seorang tawanan di kapal kargo Jepang, Junyo Maru.

Baca juga: Profil Alex Kawilarang Pendiri Kopassus, Pasukan Elite TNI yang Ditakuti Dunia

4. Menduduki Posisi Strategis Setelah Revolusi Nasional

Setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, Alex Kawilarang mulai mendapatkan posisi menjanjikan di militer Tanah Air. Mulai dari Kepala Staf Resimen Infanteri Bogor Divisi II Jawa Barat, hingga komandan Brigade II/Surya Kencana di 1946.

Dirinya juga pernah menjabat sebagai Gubernur Militer wilayah Aceh dan Sumatera Utara merangkap Wakil Koordinator Keamanan dengan pangkat kolonel di tahun 1949. Bahkan di usianya yang baru menginjak 30 tahun, ia telah diangkat sebagai Panglima Operasi Pasukan Ekspedisi pada 15 April 1950.

5. Pernah Memarahi Soeharto

Kisah ini datang ketika Kawilarang menjabat sebagai Panglima TT VII/Indonesia Timur, Kawilarang baru saja melapor kepada Presiden Soekarno bahwa keadaan di Makassar sudah aman. Namun Soekarno malah menyodorkan sebuah radiogram yang baru saja diterimanya yang melaporkan bahwa pasukan KNIL Belanda sudah menduduki Makassar.

Ternyata itu disebabkan karena pasukan yang seharusnya mempertahankan kota Makassar, telah melarikan diri ke Lapangan Udara Mandai. Kawilarang marah besar dan segera kembali ke Makassar.

Setibanya di lapangan udara ia langsung memarahi komandan Brigade Mataram, Letkol Soeharto. Dalam satu wawancara, Kawilarang membantah bahwa ia menyerang Soeharto, tetapi ia mengakui bahwa dia harus menegurnya pada waktu itu.

Sejarawan dan tokoh pemuda 1945, Des Alwi menyebutkan jika tindakan Kawilarang pada Soeharto ini membuatnya tidak pernah dimaafkan oleh Presiden Kedua RI itu. Sehingga sampai Kawilarang meninggal, Soeharto tidak pernah berbicara dengan bekas atasannya itu.

6. Membentuk Kopassus

Pengalaman pertempuran di Maluku mendorong Kawilarang untuk membentuk pasukan yang menjadi cikal bakal Komando Pasukan Khusus (Kopassus). Namun ada pula pendapat yang menyebut jika ide pasukan khusus ini adalah gagasan Kawilarang dan Riyadi.

Pada 15 April 1952, Kawilarang mendirikan Kesatuan Komando Tentara Territorium III (Kesko TT) di Batujajar, Jawa Barat, ketika ia menjadi Panglima TT III/Siliwangi. Dirinya lantas meminta Moch. Idjon Djanbi, seorang mantan komando KNIL, untuk melatih unit tersebut.

7. Ikut Serta dalam Permesta

Pada tahun 1958 ia mengundurkan diri dari jabatannya sebagai atase militer di Amerika Serikat untuk bergabung dengan pemberontakan Permesta di mana ia harus melawan pasukan Kopassus yang ia bentuk sebelumnya.

Keterlibatannya dalam Permesta menghentikan karier militernya dengan TNI, tetapi ia tetap populer dan aktif dalam komunitas angkatan bersenjata sampai masa tuanya.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
5 Pangdam Lulusan Akmil...
5 Pangdam Lulusan Akmil 1997 Teman Satu Angkatan Danpaspampres Mayjen Edwin Adrian Sumantha
5 Jenderal dengan Karier...
5 Jenderal dengan Karier Paling Moncer hingga Menjadi Panglima TNI
Jabat Wakil Kepala BGN,...
Jabat Wakil Kepala BGN, Mayjen Trenggono Ajukan Pensiun Dini dari TNI
Profil Mayjen TNI Trenggono,...
Profil Mayjen TNI Trenggono, Jenderal Jebolan Akmil 1993 yang Kini Jabat Wakil Kepala BGN
Pemakaman Militer Ryamizard...
Pemakaman Militer Ryamizard Ryacudu Berlangsung Khidmat, Sjafrie Jadi Inspektur Upacara
Ryamizard Ryacudu di...
Ryamizard Ryacudu di Mata Agum Gumelar: Biar Wajahnya Garang, tapi Humanis
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Profil Letjen TNI Robi...
Profil Letjen TNI Robi Herbawan, Ajudan Prabowo yang Jadi Kabais TNI
Profil Pangkopassus...
Profil Pangkopassus Letjen TNI Djon Afriandi, Jenderal Kopassus Peraih Adhi Makayasa
Rekomendasi
Babak Pertama: Arab...
Babak Pertama: Arab Saudi vs Cape Verde Imbang Tanpa Gol, Blue Sharks Sementara di Jalur Lolos
MPLS 2026 Hadir dengan...
MPLS 2026 Hadir dengan Aturan Baru, Simak 5 Perubahan Utamanya
AS Kembali Serang Iran,...
AS Kembali Serang Iran, IRGC Balas Gempur Pasukan Amerika
Berita Terkini
Kembali Bertambah, 5...
Kembali Bertambah, 5 Orang Meninggal Dunia saat Latsarmil Calon Manajer KDKMP/KNMP
Kapolri Mutasi Kapolda...
Kapolri Mutasi Kapolda dan Wakapolda pada Akhir Juni 2026, Ini Daftarnya
PP 20 Tahun 2026: Langkah...
PP 20 Tahun 2026: Langkah Besar Menuju Keadilan Pajak bagi UMKM Orang Pribadi
Evita: Kebijakan Bebas...
Evita: Kebijakan Bebas Visa Kunjungan Buka Lapangan Kerja dan Gerakkan UMKM
Mutasi Polri Juni 2026:...
Mutasi Polri Juni 2026: Kombes Aris Supriyono Jabat Kabid Propam Polda Metro Jaya
Mensesneg Ungkap Pemicu...
Mensesneg Ungkap Pemicu Maraknya PHK di Indonesia
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved