Konsep Trisakti Bung Karno Relevan untuk Pembangunan Daerah

Sabtu, 10 Agustus 2019 - 00:01 WIB
Konsep Trisakti Bung...
Konsep Trisakti Bung Karno Relevan untuk Pembangunan Daerah
A A A
DENPASAR - Penerapan prinsip Trisakti dan kebudayaan dianggap masih relevan dalam kebijakan pemerintah daerah. Bahkan, nilai-nilai itu bisa mendorong ekonomi daerah secara merata dan menarik wisatawan mancanegara.

Hal itu terungkap dalam diskusi bertajuk 'Kepala Daerah Bongkar Rahasia PDIP Menang Dalam Pilkada' di sela-sela Kongres V PDIP di Sanur, Bali, Jumat (9/8/2019). Hadir sebagai narasumber Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dan Bupati Boven Digoel Benedictus Tambonop.

Anas mengatakan, setiap kebijakan yang dibuatnya, selalu merujuk pada Trisakti Bung Karno dan arahan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Seperti pengembangan wisata Banyuwangi yang tidak mengizinkan pembangunan gedung tanpa mengikuti identitas lokal.

"Di tempat saya yang boleh mendirikan bangunan tempat sewa adalah homestay kerakyatan dan hotel bintang tiga dan empat. Tidak boleh ada hotel kelas melati. Itu membantu mendorong ekonomi rakyat dan sekarang homestay di Banyuwangi itu mencapai 400 unit," kata Anas.

Anas melanjutkan, zona persawahan juga tidak boleh diganggu oleh pembangunan. Dia menyontohkan daerah di dekat Bandara International Banyuwangi. Di sekelilingnya sawah masih dipertahankan, meski banyak investor ingin melakukan pembangunan di sana.

"Banyuwangi boleh berkembang tapi pertanian tidak boleh diganggu," kata politikus PDI Perjuangan ini.

Semua izin mendirikan bangunan (IMB) untuk perhotelan, kata Anas, harus merefleksikan kebudayaan lokal Banyuwangi. Hal itu menurut Anas, sesuai dengan prinsip PDIP yang mengutamakan kebudayaan.

"Ternyata pembangunan dengan melekatkan identitas lokal membuat Banyuwangi bisa mengalahkan kepuasan wisatawan yang datang ke Bali maupun Labuan Bajo. Ini menurut survei internasional," kata dia.

Sementara itu, Bupati Boven Digoel Benedictus menyatakan pembangunan di daerahnya tetap menjaga unsur Trisakti dan gagasan Megawati. Meski sejauh ini belum tampak hasilnya, Benedictus mengaku pondasi-pondasinya sudah ditanamkan.

Dengan bantuan dari Presiden Joko Widodo, daerahnya yang berbatasan dengan Papua Nugini itu mulai terbangun infrastruktur. Dia bahkan menyatakan puluhan kampung yang ada di daerahnya sudah terhubung karena proyek jalan Trans Papua.

"Jalan Trans Papua dibangun sejak saya SMP pada 1980-an, tapi tidak ada yang eksekusi dengan baik. Hanya gaung dan sangat lamban. Tetapi puji Tuhan zaman ini sudah dibangun. Dulu bisa seminggu dari Marauke ke Boven. Hari ini, hanya delapan jam," jelas Benedictus.
(cip)
Berita Terkait
Jadi Partai Modern,...
Jadi Partai Modern, PDIP Dinilai Tak Tinggalkan Elan Kerakyatan
Aturan Keluarga Satu...
Aturan Keluarga Satu Partai Dinilai Beri Dampak Positif bagi PDIP
PDIP Akan Ekspose Prestasi...
PDIP Akan Ekspose Prestasi Kepemimpinan 3 Pilar Partai ke Publik
Romo Benny Sebut PDIP...
Romo Benny Sebut PDIP Partai Modern yang Kekuatannya pada Struktur Organisasi
PDIP Gelar Banteng Ride...
PDIP Gelar Banteng Ride and Night Run, 500 Orang Daftar
PDIP Akan Serap Aspirasi...
PDIP Akan Serap Aspirasi Rakyat Sebelum Bertemu Parpol Lain
Berita Terkini
Dokter Tifa Masih Diinfus...
Dokter Tifa Masih Diinfus dan Roy Suryo Tidak Mau Makan Obat
Refly Harun Sudah Siapkan...
Refly Harun Sudah Siapkan Surat Permohonan Penangguhan Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa
Refly Harun Ungkap Kondisi...
Refly Harun Ungkap Kondisi Terkini Roy Suryo dan Dokter Tifa
Prabowo Panggil Rosan...
Prabowo Panggil Rosan Roeslani ke Kertanegara Minggu Malam, Ada Apa?
MUI Tegaskan LGBT adalah...
MUI Tegaskan LGBT adalah Penyimpangan: Wajib Disembuhkan
Deretan Pasal Menjerat...
Deretan Pasal Menjerat Roy Suryo dan Dokter Tifa di Kasus Ijazah Jokowi
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved