Putu BKSAP: Forum Parlemen Indonesia-Pasifik Dorong Konsep Blue Economy
Minggu, 28 Juli 2024 - 08:11 WIB
loading...
A
A
A
Putu mengatakan ekonominya juga ke depan harus didapatkan secara sustainable atau berkelanjutan. Maka, potensi ini harus mampu digali untuk kebutuhan peningkatan (growth) dan ekonomi daripada masyarakatnya. “Terakhir, laut juga harus kita jaga preservasinya (pemeliharaan atau perawatan) dan menjaganya agar tetap berkesinambungan, lestari sepanjang masa bagi genearsi berikutnya,” imbuhnya.
Oleh karenanya, menurut Putu, konsep blue ekonomi adalah konsep mendasar negara-negara kepulauan dan memang harus di-mainstreaming. Dia mengakui pemerintah sudah berusaha melakukan ini sehingga dari parlemen ingin terus mendorong perannya. Misalnya, peran parlemen membangun regulasi untuk meningkatkan konsep blue economy.
“Bagaimana afirmasi anggaran, pengawasan kita agar pemerintah betul-betul yakin bahwa konsep blue economy akan memberikan kesejahteraan pada setiap masyarakat, baik Indonesia maupun negara-negara Pasifik. Tentu blue economy ini menjadi konsep ke depan yang patut kita kawal, tapi tidak bisa hanya kita gunakan konsep harus ada capacity building, harus ada peningkatan bagaimana kita memaping laut kita,” ungkapnya.
Terpenting, kata dia, menjaga isu-isu climate change, karena potensi laut juga dapat memetakan permasalahan-permasalahan yang berhubungan dengan alam. Jadi, ada plate di situ yang bersinggungan bisa memahami rencana ke depan bagaimana melihat potensi alam laut. “Tentu harus ada satu konsep mainstrem untuk melakukan penelitian terhadap laut Indonesia dan laut-laut Pasifik, ini menjadi sangat penting,” kata Legislator asal Bali ini.
Adapun terkait isu perubahan iklim, mitigasi, dan adaptasi climate change, kata dia, negara maju dan negara kaya komitmennya yang sudah disampaikan pada 2020 itu harus dideliver atau diwujudkan 100 miliar dolar per tahun. Kalau dihitung sampai sekarang, lanjutnya, mungkin sudah hampir 500 miliar dolar Amerika Serikat.
Oleh karenanya, menurut Putu, konsep blue ekonomi adalah konsep mendasar negara-negara kepulauan dan memang harus di-mainstreaming. Dia mengakui pemerintah sudah berusaha melakukan ini sehingga dari parlemen ingin terus mendorong perannya. Misalnya, peran parlemen membangun regulasi untuk meningkatkan konsep blue economy.
“Bagaimana afirmasi anggaran, pengawasan kita agar pemerintah betul-betul yakin bahwa konsep blue economy akan memberikan kesejahteraan pada setiap masyarakat, baik Indonesia maupun negara-negara Pasifik. Tentu blue economy ini menjadi konsep ke depan yang patut kita kawal, tapi tidak bisa hanya kita gunakan konsep harus ada capacity building, harus ada peningkatan bagaimana kita memaping laut kita,” ungkapnya.
Terpenting, kata dia, menjaga isu-isu climate change, karena potensi laut juga dapat memetakan permasalahan-permasalahan yang berhubungan dengan alam. Jadi, ada plate di situ yang bersinggungan bisa memahami rencana ke depan bagaimana melihat potensi alam laut. “Tentu harus ada satu konsep mainstrem untuk melakukan penelitian terhadap laut Indonesia dan laut-laut Pasifik, ini menjadi sangat penting,” kata Legislator asal Bali ini.
Adapun terkait isu perubahan iklim, mitigasi, dan adaptasi climate change, kata dia, negara maju dan negara kaya komitmennya yang sudah disampaikan pada 2020 itu harus dideliver atau diwujudkan 100 miliar dolar per tahun. Kalau dihitung sampai sekarang, lanjutnya, mungkin sudah hampir 500 miliar dolar Amerika Serikat.
Lihat Juga :