Warisan Budaya Ritual Muwon Namo Dihadirkan di Festival Suku Batin IX
Selasa, 23 Juli 2024 - 12:49 WIB
loading...
A
A
A
Selain itu, dilakukan juga penebaran benih ikan ke Sungai Batanghari. Hal ini dilakukan sebagai upaya menjaga kelestarian sungai yang telah berperan penting dalam peradaban dan kehidupan masyarakat setempat. Meskipun Desa Muaro Singoan dan desa sekitar yang merupakan rumah bagi Suku Batin IX telah menjadi tempat tinggal dari berbagai suku, berbagai tradisi, dan nilai identitas budaya masih dilestarikan.
Berbagai acara menarik lainnya ditampilkan dalam Festival Suku Batin IX seperti lomba masak Brengkes Ikan, arak-arakan dengan pakaian tradisional, lomba musik dan permainan tradisional, pameran objek diduga cagar budaya (ODCB), serta pameran UMKM lokal. "Festival ini (Festival Suku Batin IX) harapannya menjadi momentum yang baik untuk melestarikan seni dan budaya lokal,” ujar Kurator Lokal Wilayah Kabupaten Batanghari Irma Tambunan.
Irma menjelaskan, penyelenggaraan festival budaya perlu keterlibatan masyarakat lokal sebagai pemilik warisan budaya yang diangkat. Seluruh panitia penyelenggara festival ini merupakan masyarakat lokal, yang bekerja sama dengan para tokoh adat se-Kabupaten Batanghari.
Rangkaian Festival Suku Batin IX juga melibatkan 12 sanggar seni dari Kabupaten Batanghari, lebih dari 100 budayawan dan seniman lokal yang menginkubasi lebih dari 150 anak-anak sekolah dari tingkat SD hingga SMP untuk berpatisipasi. Partisipasi berbagai elemen masyarakat menunjukkan betapa kuatnya dukungan dan antusiasme masyarakat dalam menjaga dan merayakan budaya mereka.
Festival ini tidak hanya merayakan warisan budaya, tetapi juga memperkuat ikatan komunitas dan pembangunan desa yang berkelanjutan. Direktur Lokal Festival Kabupaten Batanghari Agung Habibilah mengatakan, festival yang diadakan pada 20-22 Juli 2024 ini memberikan dampak signifikan bagi masyarakat setempat. "Bisa mengangkat perekonomian masyarakat lokal dan melibatkan mereka dalam pelestarian budaya," ujarnya.
Kenduri Swarnabhumi 2024 adalah rangkaian festival budaya di sepanjang DAS Batanghari yang telah memasuki tahun ketiga. Kenduri Swarnabhumi pada tahun ini mengangkat narasi 'Menemu-kenali Kebudayaan DAS Batanghari', memfokuskan pada kemandirian dalam mengangkat kearifan lokal. Kenduri Swarnabhumi 2024 akan digelar di sepanjang wilayah yang dilalui Sungai Batanghari, yakni di 10 Kabupaten/Kota se-Provinsi Jambi dan satu Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat.
Pagelaran festival budaya bakal diselenggarakan oleh masyarakat setempat berkoordinasi dengan Direktur Festival dan Kurator Lokal serta didukung Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Direktorat Perfilman Musik dan Media, Direktorat Jenderal Kebudayaan.
Berbagai acara menarik lainnya ditampilkan dalam Festival Suku Batin IX seperti lomba masak Brengkes Ikan, arak-arakan dengan pakaian tradisional, lomba musik dan permainan tradisional, pameran objek diduga cagar budaya (ODCB), serta pameran UMKM lokal. "Festival ini (Festival Suku Batin IX) harapannya menjadi momentum yang baik untuk melestarikan seni dan budaya lokal,” ujar Kurator Lokal Wilayah Kabupaten Batanghari Irma Tambunan.
Irma menjelaskan, penyelenggaraan festival budaya perlu keterlibatan masyarakat lokal sebagai pemilik warisan budaya yang diangkat. Seluruh panitia penyelenggara festival ini merupakan masyarakat lokal, yang bekerja sama dengan para tokoh adat se-Kabupaten Batanghari.
Rangkaian Festival Suku Batin IX juga melibatkan 12 sanggar seni dari Kabupaten Batanghari, lebih dari 100 budayawan dan seniman lokal yang menginkubasi lebih dari 150 anak-anak sekolah dari tingkat SD hingga SMP untuk berpatisipasi. Partisipasi berbagai elemen masyarakat menunjukkan betapa kuatnya dukungan dan antusiasme masyarakat dalam menjaga dan merayakan budaya mereka.
Festival ini tidak hanya merayakan warisan budaya, tetapi juga memperkuat ikatan komunitas dan pembangunan desa yang berkelanjutan. Direktur Lokal Festival Kabupaten Batanghari Agung Habibilah mengatakan, festival yang diadakan pada 20-22 Juli 2024 ini memberikan dampak signifikan bagi masyarakat setempat. "Bisa mengangkat perekonomian masyarakat lokal dan melibatkan mereka dalam pelestarian budaya," ujarnya.
Kenduri Swarnabhumi 2024 adalah rangkaian festival budaya di sepanjang DAS Batanghari yang telah memasuki tahun ketiga. Kenduri Swarnabhumi pada tahun ini mengangkat narasi 'Menemu-kenali Kebudayaan DAS Batanghari', memfokuskan pada kemandirian dalam mengangkat kearifan lokal. Kenduri Swarnabhumi 2024 akan digelar di sepanjang wilayah yang dilalui Sungai Batanghari, yakni di 10 Kabupaten/Kota se-Provinsi Jambi dan satu Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat.
Pagelaran festival budaya bakal diselenggarakan oleh masyarakat setempat berkoordinasi dengan Direktur Festival dan Kurator Lokal serta didukung Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Direktorat Perfilman Musik dan Media, Direktorat Jenderal Kebudayaan.
(rca)
Lihat Juga :