Penyaluran PMN ke BUMN untuk Pengembangan dan Tingkatkan Manfaat bagi Masyarakat
Minggu, 21 Juli 2024 - 07:05 WIB
loading...
A
A
A
"Jadi BUMN-BUMN itu akan menjaga masyarakat dari produk yang buruk, ketidaktersediaan produk di pasar, dan harga produk yang tidak melebihi nilai sewajarnya. Jadi BUMN bukan sebagai penguasa di pasar, tapi hanya menjaga agar pasar itu terus bergerak, bertumbuh, dan tentunya memberikan kontribusi positif pada seluruh masyarakat," ucapnya lagi.
Untuk memastikan BUMN itu bisa menjadi stabilisator maka BUMN itu harus sehat dan kuat. "Bagaimana BUMN itu sehat dan kuat, artinya Sumber daya manusia (SDM) yang ada di dalamnya harusnya orang yang kompeten di bidangnya. Sehingga BUMN bisa ditangani secara profesional dan penuh dengan inovasi serta kebijakan yang tepat,” ucapnya.
Dia menambahkan, para perusahaan BUMN ini harus memahami PMN yang mereka terima adalah untuk pengembangan produktivitas dan bahkan bisa meningkatkan keuntungan dan manfaat untuk publik lebih besar sehingga korporasi bisa tumbuh menjadi lebih sehat dan lebih kuat.
"PMN itu jangan dipakai buat bayar utang. Tapi untuk pengembangan perusahaan. Kalau pun memang BUMN itu dibutuhkan oleh negara kucuran dana itu disalurkan, tapi untuk pembenahan kerusakan yang berdampak pasa produktivitas. Jangan tiap tahun dikasih PMN, tapi rugi terus. Ya harusnya dibenahi dulu manajemennya, baru dipertimbangkan untuk menerima PMN lagi," pungkasnya.
Harapan BUMN yang produksinya menjadi kebutuhan pokok masyarakat harusnya yang diprioritaskan mendapatkan PMN lebih dulu. Seperti industri sandang bukan malah ditutup, tapi karena sandang merupakan kebutuhan pokok dari masyarakat harusnya itulah yang di-support PMN lebih dulu. Demikian juga BUMN pangan.
Untuk memastikan BUMN itu bisa menjadi stabilisator maka BUMN itu harus sehat dan kuat. "Bagaimana BUMN itu sehat dan kuat, artinya Sumber daya manusia (SDM) yang ada di dalamnya harusnya orang yang kompeten di bidangnya. Sehingga BUMN bisa ditangani secara profesional dan penuh dengan inovasi serta kebijakan yang tepat,” ucapnya.
Dia menambahkan, para perusahaan BUMN ini harus memahami PMN yang mereka terima adalah untuk pengembangan produktivitas dan bahkan bisa meningkatkan keuntungan dan manfaat untuk publik lebih besar sehingga korporasi bisa tumbuh menjadi lebih sehat dan lebih kuat.
"PMN itu jangan dipakai buat bayar utang. Tapi untuk pengembangan perusahaan. Kalau pun memang BUMN itu dibutuhkan oleh negara kucuran dana itu disalurkan, tapi untuk pembenahan kerusakan yang berdampak pasa produktivitas. Jangan tiap tahun dikasih PMN, tapi rugi terus. Ya harusnya dibenahi dulu manajemennya, baru dipertimbangkan untuk menerima PMN lagi," pungkasnya.
Harapan BUMN yang produksinya menjadi kebutuhan pokok masyarakat harusnya yang diprioritaskan mendapatkan PMN lebih dulu. Seperti industri sandang bukan malah ditutup, tapi karena sandang merupakan kebutuhan pokok dari masyarakat harusnya itulah yang di-support PMN lebih dulu. Demikian juga BUMN pangan.
(cip)
Lihat Juga :