Dipanggil KPK soal Kasus DJKA, Hasto Sebut Ada Kaitan dengan Pilpres 2019
Sabtu, 20 Juli 2024 - 17:34 WIB
loading...
Sekjen DPP PDIP, Hasto Kristiyanto mengatakan dirinya dipanggil oleh KPK untuk memberikan kesaksian terkait dugaan korupsi di DJKA Kemenhub. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Sekretaris Jenderal DPP PDIP, Hasto Kristiyanto mengatakan dirinya dipanggil oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memberikan kesaksian terkait dugaan korupsi di Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (DJKA Kemenhub) . Hasto memastikan dirinya sama sekali tak ada kaitan dengan pekerjaan di Ditjen tersebut.
Hasto juga menjelaskan mengenai pemanggilan dirinya dengan profesi “konsultan”. Hasto mengakui pemanggilan pertama sebenarnya harusnya kemarin. Namun, Hasto mengaku harus meminta penundaan karena surat pemanggilan baru diketahuinya di hari yang sama.Baca juga: KPK Panggil Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto terkait Kasus DJKA
“Saya sendiri baru tahu pagi hari, suratnya sudah seminggu katanya, tapi saat itu saya sedang tugas di Jogja, diterima oleh driver kami, dan kemudian tidak ada laporan, sehingga saya tidak tahu,” ujar Hasto menjawab wartawan di sela peringatan Peristiwa 27 Juli 1996 (Kudatuli), di Jakarta, Sabtu (20/7/2024).
“Maka kemarin kami mohon maaf betul, bahwa kami tidak bisa menghadiri, karena kemarin saya memimpin rapat pilkada,” sambang Hasto.
Namun, Hasto mengaku mendapat sedikit informasi terkait pengusutan kasus itu dari Wasekjen PDIP yang telah terlebih dahulu diperiksa KPK, Yoseph Aryo Adhie.
Hasto juga menjelaskan mengenai pemanggilan dirinya dengan profesi “konsultan”. Hasto mengakui pemanggilan pertama sebenarnya harusnya kemarin. Namun, Hasto mengaku harus meminta penundaan karena surat pemanggilan baru diketahuinya di hari yang sama.Baca juga: KPK Panggil Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto terkait Kasus DJKA
“Saya sendiri baru tahu pagi hari, suratnya sudah seminggu katanya, tapi saat itu saya sedang tugas di Jogja, diterima oleh driver kami, dan kemudian tidak ada laporan, sehingga saya tidak tahu,” ujar Hasto menjawab wartawan di sela peringatan Peristiwa 27 Juli 1996 (Kudatuli), di Jakarta, Sabtu (20/7/2024).
“Maka kemarin kami mohon maaf betul, bahwa kami tidak bisa menghadiri, karena kemarin saya memimpin rapat pilkada,” sambang Hasto.
Namun, Hasto mengaku mendapat sedikit informasi terkait pengusutan kasus itu dari Wasekjen PDIP yang telah terlebih dahulu diperiksa KPK, Yoseph Aryo Adhie.
Lihat Juga :