Rencana Bapanas-Bulog Impor Beras Dipertanyakan di Tengah Kasus Dugaan Mark Up Rp8,5 Triliun
Sabtu, 20 Juli 2024 - 09:36 WIB
loading...
A
A
A
“Seharusnya impor disetop, karena impor ini bukan hanya akan merugikan negara. Adanya dugaan mark up juga sangat merugikan petani,” kata Uchok.
Dia berharap Bapanas-Bulog fokus melayani dan meningkatkan kesejahteraan petani Indonesia melalui penyerapan hasil pangan dalam negeri. Uchok menegaskan hal tersebut menjadi tugas dan kewajiban Bulog sebagai lembaga negara.
“Harusnya Bapanas- Bulog dapat melayani dan meningkatkan kesejahteraan para petani kita sendiri,” ucapnya.
Seperti diberitakan, Direktur Eksekutif Studi Demokrasi Rakyat (SDR) Hari Purwanto membeberkan fakta terbaru dari permainan skandal dugaan mark up impor beras. SDR telah melaporkan dugaan mark up impor beras Bapanas-Bulog Gate 2024 ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
“Bahwa berdasarkan data yang kami temukan diperoleh informasi rata-rata harga yang dikenakan (Bulog) untuk beras seharga USD660/ton Cost, Insurance, and Freight (CIF),” kata Hari, Minggu, 14 Juli 2024.
Dia berharap Bapanas-Bulog fokus melayani dan meningkatkan kesejahteraan petani Indonesia melalui penyerapan hasil pangan dalam negeri. Uchok menegaskan hal tersebut menjadi tugas dan kewajiban Bulog sebagai lembaga negara.
“Harusnya Bapanas- Bulog dapat melayani dan meningkatkan kesejahteraan para petani kita sendiri,” ucapnya.
Seperti diberitakan, Direktur Eksekutif Studi Demokrasi Rakyat (SDR) Hari Purwanto membeberkan fakta terbaru dari permainan skandal dugaan mark up impor beras. SDR telah melaporkan dugaan mark up impor beras Bapanas-Bulog Gate 2024 ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
“Bahwa berdasarkan data yang kami temukan diperoleh informasi rata-rata harga yang dikenakan (Bulog) untuk beras seharga USD660/ton Cost, Insurance, and Freight (CIF),” kata Hari, Minggu, 14 Juli 2024.
(jon)