Indeks Perilaku Antikorupsi Indonesia 2024 Alami Penurunan
Rabu, 17 Juli 2024 - 14:03 WIB
loading...
Pegiat antikorupsi Hardjuno Wiwoho, menyebut indeks perilaku anti korupsi Indonesia 2024 menurun. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Indeks Perilaku Anti Korupsi (IPAK) Indonesia pada 2024 sebesar 3,85 pada skala 0 sampai 5. Angka ini lebih rendah dibandingkan capaian 2023 sebesar 3,92. Skor indeks di semua dimensi menurun menunjukkan masyarakat yang semakin permisif dan meningkat perilaku koruptifnya.
Kandidat Doktor Hukum dan Pembangunan Universitas Airlangga (Unair) yang juga pegiat antikorupsi Hardjuno Wiwoho, menilai sikap permisif masyarakat terhadap korupsi diakibatkan karena hilangnya keteladanan dari para elite dan pemimpin bangsa ini dalam pemberantasan korupsi.
Bahkan perilaku korupsi para elite sangat telanjang dipertontonkan dihadapan masyarakat. Parahnya lagi, belakangan ini terangnya, perilaku korupsi di tingkatan elite semakin ugal-ugalan. Namun sayangnya, pemberantasan korupsi sekarang ini cenderung tebang pilih, tumpul ke atas dan tajam ke bawah.
Baca juga: Bukti Masyarakat Makin Antikorupsi, IPAK Indonesia Naik ke 3,93
”Jadi, saya kira, kontribusi terbesar dari melemahnya IPAK adalah keputusasaan masyarakat melihat perilaku hukum di tingkat elite. Banyak kasus yang melibatkan elite berujung dengan tak terungkapnya kasus itu atau hukuman yang tak setimpal. Terakhir kan di kasus kematian Vina Cirebon. Masyarakat kan sakit hatinya dan makin apatis terhadap institusi hukum,” jelasnya di Jakarta, Rabu (17/7/2024).
Kandidat Doktor Hukum dan Pembangunan Universitas Airlangga (Unair) yang juga pegiat antikorupsi Hardjuno Wiwoho, menilai sikap permisif masyarakat terhadap korupsi diakibatkan karena hilangnya keteladanan dari para elite dan pemimpin bangsa ini dalam pemberantasan korupsi.
Bahkan perilaku korupsi para elite sangat telanjang dipertontonkan dihadapan masyarakat. Parahnya lagi, belakangan ini terangnya, perilaku korupsi di tingkatan elite semakin ugal-ugalan. Namun sayangnya, pemberantasan korupsi sekarang ini cenderung tebang pilih, tumpul ke atas dan tajam ke bawah.
Baca juga: Bukti Masyarakat Makin Antikorupsi, IPAK Indonesia Naik ke 3,93
”Jadi, saya kira, kontribusi terbesar dari melemahnya IPAK adalah keputusasaan masyarakat melihat perilaku hukum di tingkat elite. Banyak kasus yang melibatkan elite berujung dengan tak terungkapnya kasus itu atau hukuman yang tak setimpal. Terakhir kan di kasus kematian Vina Cirebon. Masyarakat kan sakit hatinya dan makin apatis terhadap institusi hukum,” jelasnya di Jakarta, Rabu (17/7/2024).
Lihat Juga :