alexametrics

Muhammadiyah Nilai Tidak Relevan Lagi Istilah Kubu 01 dan 02

loading...
Muhammadiyah Nilai Tidak Relevan Lagi Istilah Kubu 01 dan 02
Foto: Ilustrasi/SINDOphoto
A+ A-
JAKARTA - PP Muhammadiyah berharap seluruh elemen bangsa kembali bersatu setelah pemilu selesai. Terlebih kepada para elit nasional agar mendahulukan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan golongan dan pribadi.

"Sekarang memang tidak relevan lagi untuk 01 dan 02, sekarang saatnya 00, dari awal," kata Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu'ti di Kantornya, Jakarta, Selasa 28 Mei 2019 malam.

Menurut Mu'ti, karena pemilu dianggap sudah selesai maka urusan lain seyogyanya ditempuh melalui mekanisme hukum. Lagipula, pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga S Uno sudah mengajukan gugatan sengketa ke Mahkamah Kontitusi (MK) sehingga harus dihormati.



"Itu sebuah langkah yang demokratis dan sekarang tentu perlu adanya kesabaran semua pihak untuk memberikan kesempatan kepada MK untuk bekerja dengan sebaik-baiknya," ujarnya.

Tentu, lanjut Mu'ti, harapan masyarakat ini juga harus dipenuhi oleh MK. Menurutnya, MK harus bekerja secara profesional, independen, dan tidak takut oleh tekanan pihak manapun.

Karena, kata dia, pada dasarnya, MK itu sudah menjadi tempat penyelesaian masalah konstitusional yang terakhir karena keputusan MK itu bersifal final dan finding, dan kerena itu jika nati MK telah menetapkan diharapkan tidak ada lagi aksi-aksi.

Untuk itu, Muhammadiyah berharap Capres Joko Widodo dan Capres Prabowo Subianto bisa bertemu sebelum Idul Fitri. Menurutnya, dalam pertemuan tersebut tak harus diambil keputusan politik, namun bertemu saja sudah cukup.

"Kita pakai istilah silaturahim saja lah. Karena ada yang keberatan dengan istilah rekonsialisasi. Alasannya karena merasa tidak pernah ada konflik. Tapi kalau silaturahmi itu bisa kita lakukan dalam situasi yang bagaimanapun," tandasnya.
(ysw)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak