Inginkah Meninggal di Tanah Suci?

Selasa, 02 Juli 2024 - 17:01 WIB
loading...
A A A
Tak jauh dari posisi ambulance yang mulai meninggalkan hotel itu, ada seorang perempuan menangis tersedu-sedu. Ternyata, dia adalah anak kandung sang nenek tadi. Saat dia menangis semakin kencang, para jemaah haji Indonesia lainnya mencoba menenangkannya. Lalu, dibawalah perempuan itu dengan kendaraan lainnya untuk mengikuti kepergian sang ibu ke rumah sakit. Lalu, mulailah para jemaah lainnya untuk melaksanakan kegiatan masing-masing. Termasuk jemaah yang harus berangkat ke Madinah dengan bus yang sudah siap di pinggir jalan.

Namun, sekitar 15 menit berikutnya, Kepala Sektor 8, Ahmad Bahir Ghozali, mengabarkan: “Nenak tadi akhirnya tak tertolong. Innalillahi wa inna ilihi rojiun.” Sedihlah semua yang berada di sekitar Kepala Sektor itu. Di ruang pimpinan sektor itu. Tak disangka dan tak dinyana. Sang nenek yang telah sukses menjalani seluruh rangkaian ibadah haji akhirnya menghadap Sang Ilahi. Sang nenek yang hanya menunggu beberapa hari saja sudah bisa kembali bertemu keluarga akhirnya harus menghembuskan nafas terakhirnya di Tanah Suci. Sungguh kejadian yang mendadak dan mengagetkan sekali.

Nah, kalau ditanya, apakah sang nenek ingin meinggal di Makkah? Apakah anaknya juga menginginkan sang ibu wafat di Tanah Suci? Tentu tidak. Tentu jawabannya pasti tidak. Tentu orang seperti sang nenek tak pernah ingin meninggal di Tanah Suci. Sang putri pun demikian. Buktinya, sekembalinya ke hotel dari rumah sakit usai mendapati sang ibu akhirnya menghadap Ilahi rabbi, sang puteri begitu turun dari kendaraan di depan hotel berujar sambil sesenggukan: “Saya ikhlas beliau akhirnya dipanggil oleh Allah. Tapi tadi cepat sekali kejadiannya. Saat di dalam bus, beliau merasa ada yang sakit di leher bagian belakang. Lalu minta dikerokin. Saya pun ngerokin bagian yang sakit itu. Lalu beliau merasa ada yang menekan bagian dada sebelah kiri atas. Ya, Allah cepat sekali kejadiannya. Beliau akhirnya wafat."

Ungkapan sang puteri di atas menandakan bahwa dia tampak terkejut dengan wafatnya sang ibu. Walaupun dia juga tampak ikhlas atas musibah wafatntya sang bunda itu. Maka, pertanyaan yang ada dalam judul tulisan ini tentu di permukaan akan langsung dijawab oleh sang perempuan itu dengan jawaban singkat: “Tidak!” Tampak dia tak berharap itu terjadi. Namun saat Allah berkehendak lain, dia pun dengan ikhlas menerima takdir kuasa-Nya. Keikhlasan perempuan ini menunjuk ke tingkat kepasrahan yang tinggi. Ujungnya pun menerima kenyataan tentang wafatnya sang bunda di Tanah Suci.

Tak sakitnya sang bunda sebelum menemui ajalnya membuat penerimaan yang tinggi sang anak atas kematiannya. Maka, jika ungkapan dr. Enny, kepala KKHI Daker Makkah, di awal tulisan ini dijadikan sebagai dasar argumentasi, maka tidak ada yang ingin wafat di Tanah Suci jika harus didahului dengan sakit yang membuatnya dirawat berhari-hari. Baik di rumah sakit ataupun pusat layanan kesehatan lainnya. Kecuali jika kematian itu datang begitu tiba-tiba, seperti yang dialami oleh sang nenek di atas. Tentu keikhlasan sang anak membuat kematian sang ibu diterima setulusnya. Diinginkan? Tentu tidak. Yang betul, diikhlaskan.

Bisa saja harapan untuk bisa wafat di Tanah Suci sempat muncul dari hati. Pada sejumlah kalangan jemaah haji Indonesia yang jumlahnya sangat banyak sekali. Dan, usaha para petugas kesehatan haji pun juga mungkin sudah maksimal tak terperi. Namun kepergian menghadap sang Khaliq di Tanah Suci seperti yang tiba-tiba menimpa sang nenek di atas tentu juga tak bisa dihindari. Itulah takdir suci sang Ilahi rabbi. Tak seorang pun bisa berharap kedatangannya sesuai yang diingini. Atau juga menolaknya agar pergi.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kemenhaj Serahkan Paket...
Kemenhaj Serahkan Paket Daging Dam Jemaah Haji Indonesia untuk Rakyat Palestina
Usai Puncak Haji, Kemenhaj...
Usai Puncak Haji, Kemenhaj Siapkan Fase Kepulangan Jemaah ke Tanah Air
Ryamizard Ryacudu di...
Ryamizard Ryacudu di Mata Gatot Nurmantyo dan Hadi Tjahjanto
Perjalanan Haji di Mina,...
Perjalanan Haji di Mina, DPR: Ada Jemaah 9 Jam di Tenda Tak Dapat Makan Akhirnya Drop
Soroti Kepadatan di...
Soroti Kepadatan di Mina, Marwan DPR: Kapasitas Tenda dan Area Belum Beri Kenyamanan Jemaah
Timwas Haji DPR: Persoalan...
Timwas Haji DPR: Persoalan di Mina Jangan Dibiarkan Terus Berulang Tanpa Solusi
Jemaah Gelombang Kedua...
Jemaah Gelombang Kedua Tiba di Madinah, Wamenhaj Dahnil Minta KKHI Siaga Penuh
29.344 Jemaah Haji Indonesia...
29.344 Jemaah Haji Indonesia dari 75 Kloter Telah Kembali ke Tanah Air
Kemenhaj Ingatkan Jemaah...
Kemenhaj Ingatkan Jemaah Haji Tak Bawa Air Zamzam dalam Koper
Rekomendasi
Kurs Tembus Rp18 Ribu,...
Kurs Tembus Rp18 Ribu, Gubernur BI Siapkan 2 Jurus Jaga Nilai Tukar Rupiah
Perilaku Manusia Modern...
Perilaku Manusia Modern dan Tanda Dekatnya Fitnah Dajjal
Liliana Tanoesoedibjo...
Liliana Tanoesoedibjo Terima Penghargaan MURI Kartini atas Konser Tehillim - The Heart of Worship
Berita Terkini
Partai Perindo Dorong...
Partai Perindo Dorong Aturan Pemilu Harus Adil dan Setara: Nomor Urut Parpol Dikocok Ulang
Pigai Usul Jabatan Utama...
Pigai Usul Jabatan Utama Polri Bisa Diisi Sipil, Pakar Hukum: Bisa Timbulkan Persoalan
Wali Kota Agustina Bawa...
Wali Kota Agustina Bawa Inovasi Semarang ke Panggung Nasional, Tawarkan Solusi Ketahanan Pangan Kota Masa Depan
Sari Yuliati Terpilih...
Sari Yuliati Terpilih sebagai Ketum PPK Kosgoro 1957 Periode 2026-2031
Prabowo Berulang Kali...
Prabowo Berulang Kali Ingatkan Jajarannya, Tugas Berat adalah Melawan Korupsi
Kasus dr Tifa dan Roy...
Kasus dr Tifa dan Roy Suryo P-21, Akankah Polemik Ijazah Berakhir di Pengadilan?
Infografis
Daftar Skuad Timnas...
Daftar Skuad Timnas Mesir di Piala Dunia 2026, Mohamed Salah Ujung Tombak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved