HUT ke-78 Polri, Pengamat Intelijen: Kepolisian Harus Prediktif
Minggu, 30 Juni 2024 - 10:45 WIB
loading...
A
A
A
Mantan anggota Komisi I DPR ini menyebut, objek penyadapan oleh Polri berhubungan dengan keamanan nasional non-kamtibmas. Berbeda dengan penyelidikan, pengamanan, dan penggalangan intelijen oleh TNI yang lebih ditujukan untuk kontra intelijen dan spionase yang dilakukan oleh agen-agen rahasia negara lain.
”Segala sesuatunya harus dalam koordinasi Badan Intelijen Negara (BIN),” ucapnya.
Selain itu, penugasan prajurit TNI dan Polri di lingkungan Kementerian dan Lembaga sejalan dengan permintaan kebutuhan untuk memanfaatkan semua Sumber Daya Manusia (SDM) atau warga negara. Berbeda dengan Dwi Fungsi ABRI yang bertujuan menduduki jabatan politik untuk melanggengkan tampuk kekuasaan.
”Penugasan Prajurit TNI dan Polri di berbagai instansi pemerintah justru menunjukkan tidak ada dikotomi dalam pembangunan nasional,” paparnya.
Nuning menambahkan, untuk pemberantasan terorisme dan enabling environment-nya harus melibatkan Kemendikbud Ristek, Kemenag, Kemensos, Kemdagri. “Jadi bukan hanya TNI-Polri BIN BNPT saja. Terorisme semakin banyak bentuknya dan luas jangkauannya,” katanya.
”Segala sesuatunya harus dalam koordinasi Badan Intelijen Negara (BIN),” ucapnya.
Selain itu, penugasan prajurit TNI dan Polri di lingkungan Kementerian dan Lembaga sejalan dengan permintaan kebutuhan untuk memanfaatkan semua Sumber Daya Manusia (SDM) atau warga negara. Berbeda dengan Dwi Fungsi ABRI yang bertujuan menduduki jabatan politik untuk melanggengkan tampuk kekuasaan.
”Penugasan Prajurit TNI dan Polri di berbagai instansi pemerintah justru menunjukkan tidak ada dikotomi dalam pembangunan nasional,” paparnya.
Nuning menambahkan, untuk pemberantasan terorisme dan enabling environment-nya harus melibatkan Kemendikbud Ristek, Kemenag, Kemensos, Kemdagri. “Jadi bukan hanya TNI-Polri BIN BNPT saja. Terorisme semakin banyak bentuknya dan luas jangkauannya,” katanya.
(cip)
Lihat Juga :