Sempat Jadi Berandalan, Surat Yasin Ubah Kehidupan Kelam Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto
Jum'at, 28 Juni 2024 - 07:47 WIB
loading...
A
A
A
Meski gagal, Agus tak menyerah. Buku kecil pemberian temannya kemudian dibuka dan dibacanya setiap habis Salat Subuh dan Salat Maghrib. Kebiasaannya membaca Surat Yasin membuat Agus semakin tenang. Hati dan pikirannya semakin jernih bahkan semakin sabar dan ikhlas. Agus juga mempersiapkan diri untuk mengikuti tes masuk tentara.
Memasuki 1988, Agus memutuskan untuk mendaftar di Akademi Militer (Akmil). Opsi yang terbilang nekat karena dari segi level Akmil lebih tinggi dari Secaba. Tahap demi tahap seleksi dijalaninya. Dibarengi dengan membaca Surat Yasin setiap selesai Salat Subuh dan Salat Maghrib dan puasa Senin-Kamis. Tak disangka, hasilnya Agus lulus dengan nilai memuaskan. Bahkan Agus menempati peringkat kedua se-Jawa Barat.
“Aku jadi semakin sadar dan meyakini inilah buah manis rutin membaca Yasin setiap hari. Allah tidak akan melupakan hamba yang mendekatkan diri kepada-Nya,” tuturnya.
“Tiba-tiba dadaku serasa sesak oleh haru,seorang Agus, anak yatim, anak berandal yang bukan siapa-siapa pun tak punya harta akhirnya bisa menginjakkan kaki di Akademi Militer,” sambungnya.
![Sempat Jadi Berandalan, Surat Yasin Ubah Kehidupan Kelam Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto]()
Jenderal TNI Agus Subiyanto tanda (x) saat diterjunkan dalam Operasi Seroja, Timtim.
Lulus Akmil 1991, Agus menyandang pangkat Letnan Dua (Letda). Pada 1995, Agus diterjunkan dalam Operasi Seroja di Timor-Timur (Timtim) sekarang bernama Timor Leste untuk melumpuhkan tokoh Fretilin. Keberhasilan itu membawanya untuk mengikuti pendidikan Parako/Kopassus lalu dipromosikan menjadi Danyon 22 Grup 2 Parako Kopassus.
Ketika Joko Widodo (Jokowi) menjadi Wali Kota Solo, Agus menjabat sebagai Dandim 0735/Surakarta. Tidak hanya itu, kebersamaannya dengan Jokowi juga kembali terjalin ketika Agus menjabat sebagai Danrem 061/Suryakancana, Bogor. Apalagi Jokowi bersama keluarga memilih untuk tinggal di Wisma Bayurini yang berada di lingkkungan Istana Bogor.
Kebersamaannya dengan Jokowi selama di Solo dan di Bogor tidak dipungkiri berdampak pada karier militer Agus. Karier militernya terus menanjak, Agus kemudian dipercaya menjabat Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Danpaspampres) sebagai perisai hidup Presiden Jokowi.
“Pak Agus, bagaimana kalau jadi Danpaspampres?” kata Agus menirukan ucapan Jokowi.
Pada pertengahan November 2020, Surat Keputusan Panglima Tentara Nasional Indonesia Nomor Kep/911/XI/2020 yang ditetapkan pada 18 November 2020, Agus dimutasi menjadi Danpaspampres menggantikan Mayjen TNI Maruli Simanjuntak yang dimutasi menjadi Pangdam IX/Udayana.
Karier Agus pun semakin moncer, dia kemudian dipercaya menduduki jabatan sebagai Pangdam III/Siliwangi periode 2021-2022, hanya dalam kurun setahun Agus diangkat menjadi Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad), kemudian Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) sebelum akhirnya menjadi orang nomor satu di TNI yakni sebagai Panglima TNI.
Memasuki 1988, Agus memutuskan untuk mendaftar di Akademi Militer (Akmil). Opsi yang terbilang nekat karena dari segi level Akmil lebih tinggi dari Secaba. Tahap demi tahap seleksi dijalaninya. Dibarengi dengan membaca Surat Yasin setiap selesai Salat Subuh dan Salat Maghrib dan puasa Senin-Kamis. Tak disangka, hasilnya Agus lulus dengan nilai memuaskan. Bahkan Agus menempati peringkat kedua se-Jawa Barat.
“Aku jadi semakin sadar dan meyakini inilah buah manis rutin membaca Yasin setiap hari. Allah tidak akan melupakan hamba yang mendekatkan diri kepada-Nya,” tuturnya.
“Tiba-tiba dadaku serasa sesak oleh haru,seorang Agus, anak yatim, anak berandal yang bukan siapa-siapa pun tak punya harta akhirnya bisa menginjakkan kaki di Akademi Militer,” sambungnya.

Jenderal TNI Agus Subiyanto tanda (x) saat diterjunkan dalam Operasi Seroja, Timtim.
Lulus Akmil 1991, Agus menyandang pangkat Letnan Dua (Letda). Pada 1995, Agus diterjunkan dalam Operasi Seroja di Timor-Timur (Timtim) sekarang bernama Timor Leste untuk melumpuhkan tokoh Fretilin. Keberhasilan itu membawanya untuk mengikuti pendidikan Parako/Kopassus lalu dipromosikan menjadi Danyon 22 Grup 2 Parako Kopassus.
Ketika Joko Widodo (Jokowi) menjadi Wali Kota Solo, Agus menjabat sebagai Dandim 0735/Surakarta. Tidak hanya itu, kebersamaannya dengan Jokowi juga kembali terjalin ketika Agus menjabat sebagai Danrem 061/Suryakancana, Bogor. Apalagi Jokowi bersama keluarga memilih untuk tinggal di Wisma Bayurini yang berada di lingkkungan Istana Bogor.
Kebersamaannya dengan Jokowi selama di Solo dan di Bogor tidak dipungkiri berdampak pada karier militer Agus. Karier militernya terus menanjak, Agus kemudian dipercaya menjabat Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Danpaspampres) sebagai perisai hidup Presiden Jokowi.
“Pak Agus, bagaimana kalau jadi Danpaspampres?” kata Agus menirukan ucapan Jokowi.
Pada pertengahan November 2020, Surat Keputusan Panglima Tentara Nasional Indonesia Nomor Kep/911/XI/2020 yang ditetapkan pada 18 November 2020, Agus dimutasi menjadi Danpaspampres menggantikan Mayjen TNI Maruli Simanjuntak yang dimutasi menjadi Pangdam IX/Udayana.
Karier Agus pun semakin moncer, dia kemudian dipercaya menduduki jabatan sebagai Pangdam III/Siliwangi periode 2021-2022, hanya dalam kurun setahun Agus diangkat menjadi Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad), kemudian Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) sebelum akhirnya menjadi orang nomor satu di TNI yakni sebagai Panglima TNI.
(cip)
Lihat Juga :