alexametrics

IHW Minta Pengurus Masjid Sosialisasikan Sejumlah Produk Halal

loading...
IHW Minta Pengurus Masjid Sosialisasikan Sejumlah Produk Halal
IHW mengatakan, pihaknya meminta DMI untuk mengimbau kepada pengurus masjid, sehubungan dengan akan memasuki masa Mandatory Sertifikasi Halal. Foto/Ilustrasi/SINDOnews/Dok
A+ A-
JAKARTA - Direktur Eksekutif Indonesia Halal Watch (IHW) Ikhsan Abdullah mengatakan, pihaknya meminta Dewan Masjid Indonesia (DMI) untuk mengimbau kepada pengurus masjid, sehubungan dengan akan memasuki masa Mandatory Sertifikasi Halal.

Sertifikasi itu akan dimulai pada tanggal 17 Oktober 2019 sebagaimana ketentuan Pasal 67 ayat (1) Undang-Undang (UU) Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal, maka dalam Rangka Sosialisasikan.

"Edukasi dan perlindungan Umat Islam agar mendapatkan jaminan untuk memperoleh produk halal berupa makanan, minuman, obat-obatan, komestika dan barang gunaan yang telah memiliki sertifikat halal," kata Ikhsan, Minggu (5/5/2019).



Karenanya sambung Ikhsan, pihaknya mengharapkan Ketua DMI, M Jusuf Kalla agar berkenan
menyerukan kepada semua pengurus dewan masjid agar dapat menyampaikan seruan ini kepada para pengurus dan ta'mir masjid, ulama, kiai, da’i, ustaz dan ustazah, mubaligh.

"Untuk memasukan dan mendakwahkan pentingnya memilih, mengkonsumsi dan menggunakan produk halal berupa makanan, minuman, obat-Obatan, komestika dan barang gunaan yang telah memiliki sertifikat halal setiap ceramahnya," ucapnya.


Kedua, bahwa makanan, minuman, obat-obatan, komestika dan barang gunaan yang dimaksud pada, poin satu di atas adalah yang telah memiliki sertifikat halal dengan logo halal dari LPPOM MUI

"Ketiga, apabila terpaksa, harus berbuka di luar, umat Islam dianjurkan untuk menghindari berbuka puasa di restoran yang tidak memiliki sertifikasi halal (karena tidak dijamin kehalalanya)," ujarnya.

"Serta tidak membeli makanan, minuman, obat-obatan, kosmetika dan barang gunaan yang tidak memiliki Sertifikat Halal terutama produk yang berasal dari luar negeri yang pada saat ini membanjiri mall dan supermarket dan pasar tradisional.
(maf)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak