Alexander Marwata Sangkal Chat dengan SYL di WA: Ada Orang Pakai Foto Saya
Rabu, 19 Juni 2024 - 16:47 WIB
loading...
A
A
A
"Saudara mendengar atau Pak Menteri kemudian ada hubungan dengan salah satu pejabat KPK? Pimpinan KPK? Ada hubungan ndak?" tanya Ketua Majelis Hakim, Rianto Adam Pontoh di ruang sidang Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (19/6/2024).
"Saya tidak ada, pada saat itu memang ada chatting tapi isinya bukan itu , ada chatting beliau disampaikan oleh penyidik kepada saya ada di hp Pak Menteri Ada chatting itu, kemudian...," jawab Saksi.
"Chatting dengan siapa?" cecar Hakim. "Antara Pak Menteri dengan salah satu Pimpinan KPK," jawab Saksi.
"Siapa namanya?" cecar Hakim lagi.
"Pada waktu itu adalah Pak Alex Marwata," timpal Saksi.
Kasdi menjelaskan isi dari pesan tersebut bukan membahas soal kasus yang saat ini sedang bergulir di meja sidang.
"Itu masalah apa, jabatan?" tanya Hakim.
"Dichattingnya itu kalau saya tidak salah itu ditunjukkan bahwa Pak Alex minta bantuan untuk kampungnya Klaten untuk didukung programnya Pak Menteri," jawab Saksi.
Kasdi tidak mengetahui apakah permintaan tersebut dipenuhi oleh SYL atau tidak. Hakim Rianto pun kemudian menanyakan apakah komunikasi tersebut setelah atau sebelum adanya penyelidikan kasus dugaan korupsi di Kementan.
Kasdi sempat menjawab komunikasi tersebut terjadi setelah adanya penyelidikan. Namun, pernyataan itu segera ia revisi.
"Saya tidak ada, pada saat itu memang ada chatting tapi isinya bukan itu , ada chatting beliau disampaikan oleh penyidik kepada saya ada di hp Pak Menteri Ada chatting itu, kemudian...," jawab Saksi.
"Chatting dengan siapa?" cecar Hakim. "Antara Pak Menteri dengan salah satu Pimpinan KPK," jawab Saksi.
"Siapa namanya?" cecar Hakim lagi.
"Pada waktu itu adalah Pak Alex Marwata," timpal Saksi.
Kasdi menjelaskan isi dari pesan tersebut bukan membahas soal kasus yang saat ini sedang bergulir di meja sidang.
"Itu masalah apa, jabatan?" tanya Hakim.
"Dichattingnya itu kalau saya tidak salah itu ditunjukkan bahwa Pak Alex minta bantuan untuk kampungnya Klaten untuk didukung programnya Pak Menteri," jawab Saksi.
Kasdi tidak mengetahui apakah permintaan tersebut dipenuhi oleh SYL atau tidak. Hakim Rianto pun kemudian menanyakan apakah komunikasi tersebut setelah atau sebelum adanya penyelidikan kasus dugaan korupsi di Kementan.
Kasdi sempat menjawab komunikasi tersebut terjadi setelah adanya penyelidikan. Namun, pernyataan itu segera ia revisi.
Lihat Juga :