alexametrics

Harlah ke-69, Fatayat NU Ajak Tokoh Agama Tebarkan Perdamaian

loading...
Harlah ke-69, Fatayat NU Ajak Tokoh Agama Tebarkan Perdamaian
Ketua Umum PP Fatayat NU, Anggia Ermarini saat Harlah di PBNU, Jakarta, Rabu (24/4/2019). Fatayat NU mengajak tokoh agama tebarkan perdamaian. Foto/Istimewa
A+ A-
JAKARTA - Hari ini, Fatayat NU berusia 69 tahun. Pengurus Pusat Fatayat NU merayakannya dengan sederhana namun penuh hikmat dalam sebuah majelis tasyakkur di kantor PBNU, Jakarta Pusat.

Dalam harlahnya kali ini, PP Fatayat NU mengundang berbagai tokoh lintas agama. Tujuannya menegaskan kembali nilai-nilai perdamaian pasca Pemilu 2019. Di antara tokoh agama yang hadir yakni dari Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI), KOWANI, Lajnah Imaillah Muslim Ahmadiyah, PGI dan Wanita Budhis Indonesia.

Ketua Umum PP Fatayat NU, Anggia Ermarini mengapresiasi seluruh penyelenggara pemilu dari tingkat pusat hingga paling bawah yang telah bekerja keras melaksanakan Pemilu serentak 2019. Meski banyak kontriversi di masyarakat, secara umum Pemilu 2019 terselenggara dengan baik.



Apresiasi yang sama juga disampaikan kepada Bawaslu, aparat TNI, Polri, dan kejaksaan yang terkoordinasi dalam Gakumdu. "Ini hajat besar yang paling kompleks yang pertama kali barangkali yang diselenggarakan oleh bangsa Indonesia. Dan kita semua patut bersyukur pelaksanaannya aman, damai dan lancar. Kita harus berikan apresiasi besar pada mereka semua," katanya.

Mengenai dinamika pasca pemilu, Anggia menyebut itu hal wajar mengingat kontestasi tidak mungkin menyenangkan semua pihak. Ia juga menyerukan agar masyarakat tetap tenang sampai hasil resmi dari KPU dinyatakan selesai dan mengabaikan hasil quick count. “Terpenting semua mau menghormati apapun hasil akhir yang ditetapkan KPU pada 22 Mei nanti,” ujarnya.

Fatayat NU sendiri melalui Gerakan Ronda Pemilu (GRP) sampai saat ini masih terus bekerja di lapangan untuk mengawal proses penghitungan suara. Gerakan Ronda Pemilu diluncurkan awal April lalu sebagai bentuk partisipasi aktif menyukseskan Pemilu 2019.

Gerakan ini dimotori kader-kader Fatayat NU untuk mengajak masyarakat datang ke TPS. Menggunakan hak pilihnya sekaligus memantau penghitungan suara dan prosesnya di TPS masing-masing.

Pada momentum harlah kali ini, Fatayat NU mengajak seluruh tokoh bangsa, para pemimpin negeri, dan seluruh pihak untuk tetap tenang dan bersabar menunggu hasil penghitungan real count dari KPU. Fatayat NU juga mengajak tokoh lintas agama agar menyerukan kepada para jamaahnya untuk tetap menjaga perdamaian bangsa dan menghilangkan sekat-sekat perpecahan yang sempat marak di tengah masyarakat akibat perbedaan pilihan.

Fatayat NU juga berpesan pada siapapun presiden yang nantinya terpilih agar semakin fokus pada permasalahan perempuan dan anak. Beberapa masalah pelik yang masih belum terselesaikan di antaranya tentang woman trafficking, perkawinan anak, dan tingginya angka.

Dari sisi ekonomi Anggia melihat ada banyak potensi perempuan yang dapat dikembangkan. "Over all, kami Fatayat NU dan tokoh lintas agama di sini sangat berharap para paslon yang telah ikut berkontestasi mau dan mampu mengendalikan para pendukungnya, menebarkan lagi nilai-nilai perdamaian. Ayo rekonsiliasi sebagai saudara sebangsa setanah air," tandasnya.
(poe)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak