alexametrics

Tak Suka Istilah People Power, Moeldoko: Kita People Party

loading...
Tak Suka Istilah People Power, Moeldoko: Kita People Party
Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf Erick Thohir bersama Wakil Ketua TKN Moeldoko menghadiri Tasyakuran dan Peringatan Hari Kartini bersama Perempuan Keren Pendukung 01 di Rumah Aspirasi, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa 23 April 2019. Foto/KORAN SINDO/Abdul Rochim
A+ A-
JAKARTA - Peranan pemilih perempuan dalam mendulang perolehan suara untuk pasangan calon presiden (pilpres) dan calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi)-KH Ma'ruf Amin dinilai sangat signifikan.

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Moledoko mengucapkan terima kasih kepada ibu-ibu dari berbagai komunitas relawan perempuan yang dinilai memiliki peranan yang luar biasa dalam mendukung kemenangan pasangan calon nomor urut 01 ini.

"Kita memiliki suara wanita dalam kategori voters luar biasa banyaknya. Ini sebuah instrumen yang efektif untuk meraih suara," ujar Moeldoko di sela Tasyakuran dan Peringatan Hari Kartini bersama Perempuan Keren Pendukung 01 di Rumah Aspirasi, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa 23 April 2019.



Menurut dia, peran perempuan sangat efektif untuk mengumpulkan suara. Para pemilih dan relawan perempuan dinilai sangat militan dalam melakukan penggalangan suara dari pintu ke pintu (door to door) maupun lewat berbagai komunitas.

"Saya pikir sangat militan ibu-ibu ini luar biasa, pergerakannya dari door to door maupun komunitas ke komunitas sangat efektif," urainya.

Untuk itu, kata dia, TKN sangat mengapresiasi untuk yang telah dilakukan kalangan emak-emak dalam memenangkan Jokowi-Ma'ruf.

Moeldoko mengatakan, hingga saat ini masih banyak pihak yang mempertanyakan kepada TKN kepastian Jokowi-Ma'ruf memenangkan pilpres. "Untuk itu, tolong disuarakan kita adalah menang, jangan lagi ada yang ragu-ragu. Sampaikan kepada semua rakyat Indonesia sesuai hasil quick count, kita di posisi 55 banding 45 (persen). Jadi jangan ragu-ragu," paparnya.

Menurut dia, syukuran kemenangan Jokowi-Ma'ruf saat ini digelar di berbagai wilayah atas inisiatif masing-masing simpul pemenangan di berbagai daerah. "Syukuran itu ada dimana-mana. Kemarin, Sabtu, dari relawan, tadi malam (Senin-red) di Projo syukuran juga, banyak, jadi saya harap dimana-mana, jangan berenti, bergerak terus," katanya.

Moeldoko mengungkapkan perayaan syukuran ini merupakan bagian dari serangkaian pesta rakyat. "Kita tidak senang dengan istilah people power, jadi kita people party. Kita ingin syukuran. Semua relawan sedang bergerak, syukuran ada di mana-mana," urainya.

Moeldoko mengaku bahwa pihaknya memang masih menunggu hasil hitung resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang baru akan mengeluarkan hasil hitung manual (real count) pada 22 Mei mendatang. Namun, hasil hitung cepat sejumlah lembaga survei yang dinilai kredibel sudah cukup sebagai dasar untuk merayakan kemenangan Jokowi-Kiai ma'ruf.

"Tidak masalah. Ya enggak apa-apa, ada dasarnya, quick count dari lembaga yang kredibel. Kita yakin itu. Di samping itu, war room kita melakukan real cont yang enggak jauh beda dengan KPU dan lembaga survei, jadi ya wajarlah kita (merayakan kemenangan)," katanya.

Sementara itu, Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf Erick Thohir menambahkan, tidak hanya quick count yang menggunggulkan pasangan Jokowi-Kiai Ma'ruf, namun juga di real count KPU yang hingga saat ini masih menggunggulkan Paslon 01, datanya sangat bisa dipertanggungjawabkan.

"Kita yakini angkanya tidak akan jauh dari real count, 55-45 (persen)," tutur Erick.

Erick juga mengatakan keunggulan pasangan Jokowi-Ma'ruf tak lepas dari dukungan para pemilih perempuan. "Ini tidak lain karena dukungan ibu-ibu, para perempuan. Tahun ini, Pemilu 2019, terbesar sampai 80 persen partisipasinya," paparnya.

Direktur Penggalangan Pemilih Perempuan TKN Jokowi-Ma'ruf, Ida Fauziyah mengatakan, peranan perempuan dalam mendulang suara bagi pasangan calon 01 sangat signifikan karena mereka bergerak sangat masif dan tanpa kenal lelah.
"Saya bisa sebut di Jawa Tengah, kita punya perempuan penggerak pemilih untuk datang ke TPS, itu jumlahnya 200 ribuan. Setiap desa ada. Di Jawa Timur kurang lebih sama. Di Jakarta, di Banten, di Jawa Barat, itu luar biasa jumlahnya perempuan-perempuan yang dengan kesukarelawanannya, bergerak untuk memastikan bahwa pemilih datang ke TPS," tutur politikus PKB ini.

Menurut Ida, para relawan perempuan ini bahkan hingga 17 April pagi hari sebelum pencoblosan. Mereka mengajak pemilih untuk datang ke TPS. "Elemennya macam-macam, ada Muslimat (NU), Fatayat kalau di Jatim dan Jateng. Kalau di DKI ini banyak sekali elemennya. Ada alumni SMA, alumni perguruan tinggi, saya sampai..., kita kan ada koordinasi pada elemen- elemen, simpul-simpul besar yang tidak bisa saya sebutkan, masih banyak," paparnya.

Perayaan kemenangan yangh dilakukan Direktorat Penggalangan Pemilih Perempuan TKN bersama Perempuan Keren Pendukung 01, menurut Ida, bagian dari ungkapan rasa syukur atas perolehan suara Paslon 01, baik di dalam hitung cepat maupun real count yang dilakukan KPU maupun internal TKN.

(dam)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak