Denny JA Pandang Pentingnya Lakukan Universalisasi Ajaran Agama
Sabtu, 15 Juni 2024 - 15:42 WIB
loading...
A
A
A
Dengan demikian, setiap ajaran agama dan berkahnya bisa dirasakan oleh mereka yang tidak menganut agama tersebut. Agama adalah warisan kultural milik kita bersama yang memperkaya batin kita.
"Di Esoterika, kita sengaja merayakan hari-hari besar agama manapun yang hidup di Indonesia. Kepercayaan apapun yang hidup di Indonesia, kita rayakan bersama secara lintas iman," ujar Ketua Esoterika Forum Spiritualitas, Denny JA.
Tentu saja, perayaan ini terbatas pada social gathering, pertemuan warga saja, tanpa masuk ke dalam ritus-ritus teologis khas agama tersebut. "Kita mencari denominasi bersama bahwa warga negara yang meyakini satu agama juga adalah bagian dari sebuah bangsa, sebuah negara," tuturnya.
"Kita perlu mengakrabkan diri sebagai warga negara apapun agama kita. Salah satu cara paling efektif adalah bersama-sama merayakan hari-hari besar agama yang juga diyakini oleh teman-teman kita," sambungnyaa.
Di Esoterika, Lanjut Denny, pihaknya merayakan hari besar berbagai agama seperti Islam, Kristen, Bahá'í, Ahmadiyya, Brahma Kumaris, dan lainnya. Misalnya, merayakan Waisak dari agama Buddha beberapa waktu lalu.
"Dengan melakukan hal ini, kita memperkuat rasa kebersamaan dan toleransi antarumat beragama di Indonesia, menciptakan harmoni yang bermanfaat bagi seluruh masyarakat," papar dia.
Dia menambahkan yang menjadi spirit Estorika dalam perayaan Waisak adalah "biarkan semua makhluk bahagia." Ini adalah prinsip yang sejalan dengan universalisasi ajaran agama bahwa kebahagiaan yang kita dapatkan dari Waisak ini tidak hanya untuk mereka yang meyakini agama Buddha.
Baca juga: Anwar Abbas Sebut Fatwa Haram MUI soal Salam Lintas Agama untuk Jaga Akidah
"Pesan Waisak juga untuk siapa saja yang tidak memeluk agama Buddha. Dari sini, kita semakin mendapatkan gambaran tentang pentingnya secara sengaja melakukan universalisasi ajaran agama sehingga berkah dari pencerahan satu agama bisa juga dinikmati oleh seluruh alam semesta," tutupnya.
"Di Esoterika, kita sengaja merayakan hari-hari besar agama manapun yang hidup di Indonesia. Kepercayaan apapun yang hidup di Indonesia, kita rayakan bersama secara lintas iman," ujar Ketua Esoterika Forum Spiritualitas, Denny JA.
Tentu saja, perayaan ini terbatas pada social gathering, pertemuan warga saja, tanpa masuk ke dalam ritus-ritus teologis khas agama tersebut. "Kita mencari denominasi bersama bahwa warga negara yang meyakini satu agama juga adalah bagian dari sebuah bangsa, sebuah negara," tuturnya.
"Kita perlu mengakrabkan diri sebagai warga negara apapun agama kita. Salah satu cara paling efektif adalah bersama-sama merayakan hari-hari besar agama yang juga diyakini oleh teman-teman kita," sambungnyaa.
Di Esoterika, Lanjut Denny, pihaknya merayakan hari besar berbagai agama seperti Islam, Kristen, Bahá'í, Ahmadiyya, Brahma Kumaris, dan lainnya. Misalnya, merayakan Waisak dari agama Buddha beberapa waktu lalu.
"Dengan melakukan hal ini, kita memperkuat rasa kebersamaan dan toleransi antarumat beragama di Indonesia, menciptakan harmoni yang bermanfaat bagi seluruh masyarakat," papar dia.
Dia menambahkan yang menjadi spirit Estorika dalam perayaan Waisak adalah "biarkan semua makhluk bahagia." Ini adalah prinsip yang sejalan dengan universalisasi ajaran agama bahwa kebahagiaan yang kita dapatkan dari Waisak ini tidak hanya untuk mereka yang meyakini agama Buddha.
Baca juga: Anwar Abbas Sebut Fatwa Haram MUI soal Salam Lintas Agama untuk Jaga Akidah
"Pesan Waisak juga untuk siapa saja yang tidak memeluk agama Buddha. Dari sini, kita semakin mendapatkan gambaran tentang pentingnya secara sengaja melakukan universalisasi ajaran agama sehingga berkah dari pencerahan satu agama bisa juga dinikmati oleh seluruh alam semesta," tutupnya.
(kri)
Lihat Juga :