Menko PMK Minta Kapolri Beri Perhatian Khusus Penegak Hukum yang Terjerat Judi Online
Kamis, 13 Juni 2024 - 17:24 WIB
loading...
Menko PMK Muhadjir Effendy meminta kepada para penegak hukum khususnya Polri untuk dapat memberikan perhatian khusus bagi anggotanya yang terjerat judi online. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Menko PMK Muhadjir Effendy meminta kepada para penegak hukum khususnya Polri untuk dapat memberikan perhatian khusus bagi anggotanya yang terjerat judi online . Pasalnya, judi online sudah sampai pada tahap menghawatirkan.
"Itu wewenang Pak Kapolri tapi saya minta mendapatkan perhatian karena penegak hukum yang mestinya harus memberantas judi online tapi jadi bagian pelaku. Saya kira perlu ada perhatian khusus," ujar Muhadjir di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (13/6/2024).
Baca juga: Jokowi Segera Resmikan Satgas Pemberantasan Judi Online, Dipimpin Menko Polhulkam
Menurut Muhadjir, bahaya judi online sudah sangat mengkhawatirkan. Bukan hanya masyarakat yang terjerat tapi semua kalangan termasuk penegak hukum.
"Saya kira kalau bahaya sudah sangat mengkhawatirkan judi online ini. Karena sudah banyak korban dan juga tidak hanya segmen masyarakat tertentu misalnya masyarakat bawah saja tapi juga masyarakat atas juga mulai banyak yang termasuk kalangan intelektual, kalangan perguruan tinggi juga banyak yang kena juga," jelasnya.
"Itu wewenang Pak Kapolri tapi saya minta mendapatkan perhatian karena penegak hukum yang mestinya harus memberantas judi online tapi jadi bagian pelaku. Saya kira perlu ada perhatian khusus," ujar Muhadjir di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (13/6/2024).
Baca juga: Jokowi Segera Resmikan Satgas Pemberantasan Judi Online, Dipimpin Menko Polhulkam
Menurut Muhadjir, bahaya judi online sudah sangat mengkhawatirkan. Bukan hanya masyarakat yang terjerat tapi semua kalangan termasuk penegak hukum.
"Saya kira kalau bahaya sudah sangat mengkhawatirkan judi online ini. Karena sudah banyak korban dan juga tidak hanya segmen masyarakat tertentu misalnya masyarakat bawah saja tapi juga masyarakat atas juga mulai banyak yang termasuk kalangan intelektual, kalangan perguruan tinggi juga banyak yang kena juga," jelasnya.
Lihat Juga :