alexametrics

BNPB Catat Wilayah Jawa Jadi Daerah Rawan Bencana

loading...
BNPB Catat Wilayah Jawa Jadi Daerah Rawan Bencana
Kapusdatin Humas BNPB, Sutopo Purwo mengatakan, berasarkan data BNPB, dari Sabang hingga Marauke memang kerap terjadi bencana, tercatat ada 1.107 kejadian. Foto/SINDOnews/Dok
A+ A-
JAKARTA - Kapusdatin Humas BNPB, Sutopo Purwo mengatakan, berasarkan data BNPB, dari Sabang hingga Marauke memang kerap terjadi bencana, tercatat ada 1.107 kejadian. Paling banyak, bencana terjadi di wilayah Jawa.

"Paling banyak terjadi di Jawa, mengapa? Sebab, hampir 60 persen penduduk Indonesia tinggal di Jawa," ujarnya di Matraman, Jakarta Timur, Jumat (29/3/2019).

Menurutnya, hampir 60 persen penduduk Indonesia itu menempati kawasan yang rawan bencana alam, khususnya di Jawa. Bahkan, mereka pun menempati kawasan yang dianggap sebagai zona merah bencana alam.



Ditambah lagi kata dia, wilayah-wilayah tersebut nemiliki tingkat mitigasi yang minim. Maka itu, saat ada pemicu bencana, seperti curah hujan dengan intensitas tinggi, muncullah bencana alam hingga memakan korban jiwa.

Dari sebaranya, paparnya, hampir setiap tahun daerah yang paling banyak kejadian bencana itu di Jawa, baik Jawa Tengah, Jawa Timur, maupun Jawa Barat. Sebab, jumlah penduduknya terbanyak di wilayah tersebut.

"Selain itu, kawasan Jawa merupakan kawasan yang rawan bencana, baik bencana geologi maupun bencana hidrometeorologi," tuturnya.

Hal itu diperparah dengan masyarakat yang bermukim di wilayah rawan bencana dengan tingkat mitigasi minim. Lalu, tingkat kesiapsiagaan masyarakatnya pada bencana pun masih rendah.

"Melihat dari petanya, Jawa menjadi wilayah paling banyak bencana karena sejumlah hal, salah satunya juga karena BPBD-nya rajin melaporkan sehingga datanya terekap banyak," terangnya.

Di sejumlah wilayah, ungkapnya, juga kemungkinan terjadi banyak bencana, hanya saja BPBD di wilayah itu tak mendatanya dengan baik sehingga tidak terangkum dalam database yang ada di BNPB.
(maf)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak